Microsoft mengumumkan update untuk Power Platform karyanya agar AI lebih terjangkau.
Microsoft mengumumkan update untuk Power Platform karyanya agar AI lebih terjangkau.

Microsoft Power Platform agar AI Lebih Terjangkau

Teknologi microsoft
Lufthi Anggraeni • 14 Juni 2019 14:12
Jakarta: Microsoft mengumumkan update untuk Power Platform karyanya, sebagai upaya untuk menghadirkan kode sederhana membantu teknologi mainstream berkemampuan membangun model pembelajaran mesin menjadi lebih terjangkau pelaku bisnis.
 
Microsoft telah berupaya menghadirkan kode sederhana untuk membangun aplikasi dengan meluncurkan PowerApp pada tahun 2018 lalu. Techcrunch melaporkan bahwa Microsoft optimistis dapat menghadirkan solusi terbaik bagi pelaku bisnis.
 
Perusahaan berbasis di Redmond, Washington, Amerika Serikat ini menyebut bahwa dengan mengombinasikan PowerApps dan Microsoft Flow dan alat AI Builder baru, akan memungkinkan pengguna mengembangkan aplikasi dengan PowerApps.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


PowerApps dapat dimanfaatkan untuk menambahkan lapisan kecerdasan secara lebih cepat. Dukungan Microsoft ini dimulai dengan ketersediaan akses ke sumber data, dan alat Data Connector akan memberikan pengguna akses ke lebih dari 250 konektor data.
 
Konektor data ini termasuk Salesforce, Oracle dan Adobe, serta layanan Microsoft seperti Office 365 dan Dynamics 365. Marketing Senior Director Power Platform Richard Riley menyebut hal ini menjadi dasar untuk memasukan data ke AI Builder.
 
Melalui solusinya, Microsoft mengklaim dapat melakukan analisa dan tugas berat lain yang dibutuhkan untuk membangun model data serta menghilangkan hambatan untuk pengguna. Ide dasar solusi ini, jelas Microsoft, bahwa pengguna dapat memilih bidang apapun di Common Data Service dan memberi perintah untuk memprediksi bidang tersebut.
 
Dengan perintah tersebut, Microsoft akan menjelajahi catatan riwayat untuk tabel atau entitas yang sama dengan bidang yang dipilih pengguna untuk diprediksi. Pengumuman ini disampaikan Microsoft bersamaan dengan pengumuman Salesforce mengakuisisi Tableau senilai USD16 miliar (Rp229,1 triliun).
 
Selain itu, pengumuman ini juga disampaikan beberapa hari setelah Google mengakusisi Looker senilai USD2,6 miliar (Rp37,2 triliun). Akuisisi tersebut menunjukan bahwa data menjadi faktor penting dalam konteks bisnis, terutama menyoal penyediaan cara agar data dapat dimanfaatkan, baik dalam format visualisasi atau dalam aplikasi bisnis.
 
Microsoft mengakui bahwa AI Builder tidak akan digunakan oleh seluruh lapisan masyarakat, namun perusahaan ini meyakini bahwa pengguna tertentu yang sebelumnya membutuhkan namun tidak memiliki akses akan mampu memanfaatkan dan mengambil keuntungan dari solusi ini.
 

(MMI)
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif