Google mulai menguji kemampuan Duplex di pasar luar Amerika Serikat, yaitu di Selandia Baru.
Google mulai menguji kemampuan Duplex di pasar luar Amerika Serikat, yaitu di Selandia Baru.

Google Mulai Uji Duplex di Selandia Baru

Teknologi google
Lufthi Anggraeni • 23 Oktober 2019 07:51
Jakarta: Google Duplex kini mulai tersedia di pasar internasional, yaitu Selandia Baru. Google mulai menguji kemampuan melakukan panggilan telepon otomatis guna menjawab jam operasional bisnis lokal, jelang Hari Buruh.
 
Hingga saat ini, layanan ini baru tersedia di wilayah Amerika Serikat, namun fase pengujian ini turut mengonfirmasi bahwa Google akan menawarkan layanan karyanya tersebut pada lebih banyak wilayah berbahasa Inggris.
 
Duplex akan mengidentifikasi dirinya kepada penelepon di awal percakapan pada panggilan telepon. Bisnis memiliki opsi untuk menonaktifkan panggilan telepon ini melalui pengaturan aat My Business.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Namun, Google belum berbagi informasi lebih detail menyoal waktu ketersediaan sistem untuk pengguna reguler. Saat ini, Duplex ditawarkan di seluruh 48 negara bagian di Amerika Serikat, memungkinkan pengguna memanfaatkannya untuk menjadwalkan pemesanan untuk daftar perusahaan yang kian bertambah.
 
Sebelumnya, Google mengumumkan update yang mulai bergulir ke aplikasi Maps versi mobile secara bertahap. Update ini menghadirkan cara baru bagi pengguna Google Maps untuk melaporkan insiden berkendara dan akan mulai tersedia secara global mulai minggu lalu.
 
Perubahan terpenting yang disuguhkan update ini adalah kemampuan yang memungkinkan pengguna Maps melaporkan kecelakaan, petugas atau alat pendeteksi kecepatan, dan kemacetan lalu lintas secara langsung dari iPhone.
 
Fitur serupa telah tersedia pada aplikasi versi Android dan diklaim Google menjadi salah satu fitur populer, sehingga raksasa teknologi ini memutuskan untuk turut menghadirkannya pada aplikasi versi iOS.
 
Google Pixel 4 juga dilaporkan memiliki masalahan menyoal fitur keamanan yang memanfaatkan pemindaian wajah via kamera depan. Permasalahan ini memungkinkan membuka kunci layar bahkan saat mata pengguna dalam kondisi tertutup.
 
Selain itu, Pixel 4 dilaporkan DxOMark memperoleh nilai pengujian tidak sebaik Samsung Galaxy S10+. Situs DxOMark juga menyebut kamera Pixel 4 menampilkan warna yang memudar dalam berbagai skenario, kehilangan detail saat melakukan zoom berjarak dekat.
 
Juga terdapat sejumlah artefak di sejumlah foto sebagai efek Moire, serta getaran di sepanjang sisi. Kamera Pixel 4 disebut DxOMark menampilkan artefak saat melakukan panning pada perekaman video.
 

(MMI)
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif