Product Manager Google Health Lily Peng
Product Manager Google Health Lily Peng

Kecerdasan Buatan Bikin Industri Medis Lebih Maju, Caranya?

Teknologi teknologi google solve with ai
Mohammad Mamduh • 11 Juli 2019 14:17
Tokyo: Pemanfaatan kecerdasan buatan atau AI bisa sampai ke industri medis.
 
Dalam ajang Solve with AI yang digelar di Tokyo, Jepang, Google memamerkan proyek kecerdasan buatan yang sedang mereka garap untuk memajukan industri medis India. Hal ini disampaikan oleh Product Manager Google Health Lily Peng sebagai salah satu pembicara.
 
“Salah satu masalah dalam industri medis adalah banyaknya data yang harus dilihat dokter, dan data ini terus bertambah,” kata Lily.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Dalam beberapa jenis penyakit, tenaga medis yang diperlukan juga sangat terbatas. Lily memberikan contoh kanker paru-paru, yang sekarang dinilai sebagai salah satu kanker paling mematikan di dunia.
 
“Kanker pada stadium awal sangat sulit dideteksi. Padahal, kesempatan hidup pasien ketika kanker pada stadium satu mencapai 50 persen,” kata Lily.
 
Apa yang Google coba pasang adalah neural network, yang diklaim bisa memahami dan memprediksi kanker dini, termasuk dari stadium satu. Saat melihat hasil laboratorium, AI bisa memprediksi potensi kanker.
 
Kecerdasan buatan untuk keperluan medis ini bisa melihat lebih jauh dan memprediksi kanker berkat informasi yang terus diperbarui.
 
Caranya dengan mengumpulkan berbagai data seperti riwayat medis terdahulu, arsip rumah sakit sampai foto hasil rontgen, prediksi kanker sejak dini bisa lebih akurat. Nantinya, prediksi semakin akurat, sekaligus mengurangi rasio kesalahan diagnosis dokter.
 
Model kecerdasan buatan Google ini belajar dengan 42 ribu hasil pindaian, yang diambil dari sekitar 15 ribu pasien.
 
Ada 578 pasien yang dinyatakan mengidap kanker dalam satu tahun. Google menyatakan masih terus bekerja sama dengan beberapa partner terpilih dalam menghimpun data medis dan memastikan akurasi diagnosis AI semakin baik.
 
Dalam satu diagnosis, kecerdasan buatan Google diklaim 5 persen lebih sering menemukan gejala kanker dibandingkan dengan enam ahli radiologi. Ia juga mampu mengurangi 11 persen kemungkinan untuk salah diagnosis.
 
“Untuk kasus kanker payudara, AI bisa memprediksi penyebarannya. Biasanya, penyebaran ini sulit terdeteksi, meskipun dengan biopsi.” Lily mengklaim, saat ini kecerdasan buatan Google bisa memprediksi 9,5 persen gejala kanker, dengan rasio 8 false positive per slide.
 
Dalam kasus yang berbeda, kecerdasan buatan bisa mendeteksi penyakit mata yang disebabkan oleh diabetes. Caranya dengan mendeteksi pendarahan yang hampir tidak terlihat. Ini karena pendarahan tersebut merupakan gejala, dan dampaknya belum tentu terasa.
 

(MMI)
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif