iOS Terbaru Bikin iPhone Lama Melambat
Apple iPhone x. (AFP PHOTO / SAEED KHAN)
Jakarta: Apple baru saja meluncurkan iOS 12.1 dengan berbagai fitur baru seperti Group FaceTime dan puluhan Emoji baru. Namun, mereka juga merilis fitur "manajemen performa" untuk iPhone 8, 8 Plus dan iPhone X, yang justru menurunkan performa ketiga ponsel itu. 

Pada Desember tahun lalu, Apple mengaku bahwa mereka kadang memperlambat performa iPhone lama via update software untuk mencegah ponsel mendadak mati. Alhasil, performa beberapa model lama, seperti iPhone 6, 6 Plus, 6S, 6S Plus, 7, dan 7 Plus, akan menurun setelah mendapatkan update iOS terbaru. 

Memang, para pengguna iPhone telah sejak lama menduga bahwa Apple menurunkan performa iPhone lama. Namun, Apple baru mengakui apa yang mereka lakukan setelah Geekbench merilis hasil penyelidikan mereka. 


Ketika Apple mengakui bahwa mereka memang menurunkan performa iPhone lama, mereka menjelaskan bahwa alasan mereka adalah untuk "memberikan pengalaman terbaik untuk konsumen". Alasan Apple sengaja menurunkan performa iPhone lama adalah untuk memastikan ponsel tidak mendadak mati karena kondisi baterai yang memburuk seiring dengan bertambahnya umur.

Apple menyebutkan bahwa penurunan performa ini adalah fitur dan bukannya bug, lapor Mashable. Untungnya, Apple sekarang membiarkan konsumen memilih apakah mereka ingin menggunakan "fitur" tersebut. Jadi, Anda bisa memilih untuk memastikan performa iPhone tidak turun walau ini akan memiliki dampak buruk pada baterai. 

Keputusan Apple untuk menurunkan performa iPhone lama menyebabkan mereka didenda sebesa EUR5 juta (Rp 17,2 miliar) oleh badan kompetisi dan pasar Italia, Autorità Garante della Concorrenza e del Mercato (AGCM), menurut laporan The Verge.

Mereka keberatan jika Apple menurunkan performa iPhone lama tanpa memberitahu pengguna atau memberikan kesempatan bagi pengguna untuk kembali menggunakan software lama. 



(ELL)

Dapatkan berita terbaru dari kami.

Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

Powered by Medcom.id

Bagaimana Kami Menguji

Kami menguji produk dengan subjektif karena mengutamakan pengalaman penggunaan. Meski demikian, kesimpulan yang kami ambil juga didasari sejumlah data dari perangkat lunak tertentu yang kami gunakan untuk melihat kinerja produk.

Khusus untuk menguji perangkat keras dan perangkat lunak komputer, kami menggunakan konfigurasi yang identik untuk tiap produk. Berikut komponen testbed resmi Medcom.id

Hardware

  • Prosesor : Intel Core i7-8700K, AMD Ryzen 7 2700X
  • Motherboard : ASUS Z370-A Prime, MSI X470 Gaming Plus
  • RAM : Apacer Panther RAGE 2400 MHz (2x 8GB)
  • VGA : Colorful GTX 1070 X-Top-8G, ASUS ROG Strix RX Vega 64 8G
  • Pendingin : Noctua NH-U21S
  • Storage : Apacer Panther AS340 240GB, Seagate Barracuda 8TB
  • PSU : Corsair RM 850X
  • Monitor : ASUS PB287Q 4K, ASUS MZ27AQ
  • Mouse : Corsair Dark Core SE, Corsair Scimitar Pro
  • Mousepad : Corsair MM1000 Qi, Corsair MM800 Polaris
  • Keyboard : Corsair K63 Wireless, Corsair K70 RGB MK.2 SE
  • Headset : Corsair HS60, Corsair HS70

Software

Performa dan Baterai: PCMark 8, 3DMark, Crystal Disk Mark, CineBench R15 Gaming (PC): The Witcher 3: Wild Hunt, Ashes of Singularity - Escalation, Far Cry 5 Gaming (Mobile): PUBG Mobile

Kami juga menggunakan metode pengujian yang sama untuk semua gadget. Meski di pasar tersedia beragam perangkat lunak untuk benchmark, kami hanya memilih dua berdasarkan reputasi mereka yang diakui secara internasional, 3DMark dan PCMark 2.0.