Binar Academy di The Breeze, BSD City.
Binar Academy di The Breeze, BSD City.

Akankah Akademi Coding Saingi Universitas?

Teknologi startup
Ellavie Ichlasa Amalia • 12 Desember 2018 15:18
Jakarta:Binar Academy bukanlah satu-satunya akademi yang menawarkan para muridnya untuk bejalar pemprograman.
 
Kemunculan akademi pembelajaran coding tidak aneh, mengingat kini perusahaan sibuk untuk melakukan transformasi digital dan startup terus bermunculan yang membuat permintaan akan programmer terus naik.
 
Lalu, bagaimana dengan nasib universitas? Apakah keberadaan akademi coding akan mendisrupsi dunia pendidikan sama seperti startup transportasi online seperti Go-Jek mendisrupsi industri transportasi?

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Pendiri Binar Academy, Alamanda Shantika, yang memang pernah bekerja sebagai Vice President di Go-Jek menganggap bahwa universitas dan akademi seperti Binar besutannya bukanlah pesaing.
 
"Saya tidak akan bilang bahwa akademi akan mendisrupsi universitas karena akademi jsutru adalah jembatan antara universitas dan industri," kata wanita yang akrab dengan sapaan Alamanda ini dalam acara pembukaan Binar Academy di The Breeze, BSD City.
 
Akankah Akademi Coding Saingi Universitas?
 
Teknologi berkembang dengan cepat. Hal ini sulit untuk diikuti oleh perguruan tinggi. "Kapalnya terlalu besar, jadi untuk mengubah kurikulum memerlukan proses panjang," kata Alamanda. "Kita startup itu agile, setiap bulan, kurikulum bisa kita ubah."
 
"Kita memang justru menjadi sahabat untuk universitas, karena kita memfasilitas apa yang tidak bisa mereka lakukan," ujarnya lebih lanjut.
 
"Kita sama sekali tidak berkompetisi. Justru kita banyak bekerja sama." Dia memberikan contoh kolaborasi Binar Academy dengan universitas Sanata Dharma.
 
"Merkea memiliki fasilitas iMac dan lain sebagainya. Kita dikasih fasilitas itu. Sebagian universitas sekarang sudah sangat open-minded."
 
Alamanda bercerita, dia sempat berdiskusi dengan pihak universitas. Mereka mengaku, mereka memang tidak terlalu dekat dengan industri. Hal ini membuat mereka tidak tahu apa yang dibutuhkan oleh industri. Alamanda mengatakan bahwa pihak universitas sadar bahwa ada jarak antara kemampuan yang dibutuhkan oleh industri dan lulusan universitas.
 
"Semua ada kelebihan dan kekurangan masing-masing. Karena kita bukan berkompetisi, kita saling mengisi satu sama lain," kata Alamanda.
 

(MMI)
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif