Facebook mengumumkan penghentian fungsi pembayaran di aplikasi Messenger di wilayah Inggris dan Prancis.
Facebook mengumumkan penghentian fungsi pembayaran di aplikasi Messenger di wilayah Inggris dan Prancis.

Facebook Hentikan Pembayaran Messenger di Inggris dan Prancis

Teknologi facebook
Lufthi Anggraeni • 17 April 2019 16:54
Jakarta: Facebook mengumumkan penghentian fungsi pembayaran pada aplikasi Messenger untuk pengguna di wilayah Inggris dan Prancis. Facebook menyebut akan terfokus dalam upaya untuk memberikan pengalaman melalui fungsi bermanfaat.
 
Saat ini, lapor Engadget, Facebook tengah memberitahukan pengguna yang menggunakan fitur Messenger ini terkait perubahan lain yang akan diterapkannya di masa mendatang. Sejumlah laporan menyebut bahwa Facebook berencana meluncurkan stablecoin di blockchain.
 
Stablecoin yang terkait dengan dolar Amerika Serikat ini dikabarkan merupakan bagian dari pengembangan untuk WhatsApp, dan diperkirakan akan menggantikan pembayaran peer-to-peer yang baru saja dihentikan ini.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Layanan pembayaran via Messenger ini awalnya diperkenalkan di negara di benua Eropa pada bulan November 2017 lalu, dan ditujukan untuk memudahkan pengguna membagi biaya yang harus dibayarkan saat makan malam, atau pembayaran minor lainnya.
 
Layanan Stablecoin ini ditujukan sebagai alternatif dari Apple Pay atau Google Pay yang tersedia di tiga negara yang disambanginya. Dari sejumlah negara yang pernah dapat memanfaatkan fungsi pembayaran di Messenger, Amerika Serikat menjadi negara terakhir yang belum disambangi layanan Stablecoin dan diperkirakan akan terjadi dalam waktu dekat.
 
Sebelumnya, pengadilan Moscow memberikan denda sebesar RUB3.000 (Rp660 ribu) pada Facebook karena tidak memenuhi peraturan privasi data dan menyimpan data pengguna Rusia di server di luar Rusia.
 
Tuntutan ini diajukan oleh Roskomnadzor, yang merupakan Badan Federal untuk Supervisi Komunikasi, Teknologi Informasi, dan Media Massa dan merupakan badan pengawas telekomunikasi di Rusia.
 
Sementara itu, Facebook mungkin akan memasukkan Messenger ke dalam aplikasi media sosialnya. Fitur ini tengah diuji dan telah disadari oleh peneliti aplikasi Jane Manchun Wong. Melalui perubahan ini, ketika Anda menekan tombol "Messenger" pada aplikasi Facebook, pengguna akan dibawa ke bagian chat dan bukannya ke aplikasi Messenger yang terpisah.
 
Facebook juga dilaporkan berencana untuk menyatukan dua fitur di aplikasi utamanya, yaitu News Feed dan Stories melalui format baru yang tengah diuji. Format tersebut akan mengombinasikan News Feed dan Stories menjadi satu karosel hibrida yang dapat diputar.
 
Hal ini akan memungkinkan unggahan feed standar dan iklan ditempatkan di Stories di karosel yang sama, dan diklaim akan mampu menarik perhatian pengguna untuk mengusap karosel ini secara lebih sering.
 

(MMI)
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif