Smartwatch Google di masa depan dikabarkan akan berbekal fitur berkemampuan membaca denyut jantung.
Smartwatch Google di masa depan dikabarkan akan berbekal fitur berkemampuan membaca denyut jantung.

Wear OS Juga akan Punya Fitur EKG?

Teknologi google
Lufthi Anggraeni • 19 Januari 2019 14:57
Jakarta: Fitur terobosan baru pada Apple Watch series 4 yaitu sensor elektrokardiogram (ECG atau EKG) berfungsi untuk memeriksa denyut jantung pengguna. Sensor ini akan memberitahukan pengguna terkait permasalahan serius seperti atrial fibrillation (afib).
 
Sementara itu, jam tangan cerdas dengan dukungan Google Wear OS tidak didukung kemampuan untuk mengukur denyut jantung.
 
Namun, Verily mengumumkan bahwa alat pembaca ECG on-demand mereka, bertajuk Study Watch, telah disetujui olehbadan pengawas makanan dan obat (FDA) Amerika Serikat. Dilaporkan, teknologi itu akan mengubah masa depan jam tangan cerdas.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Sebagai informasi, Verily merupakan organisasi yang juga dinaungi oleh induk perusahaan Google, yaitu Alphabet. Study Watch tidak ditawarkan untuk konsumen, meski ia bisa didapatkan oleh profesional kesehatan dan orang dewasa yang diduga menderita permasalahan jantung.
 
Jam tangan cerdas yang telah disetujui sebagai perangkat medis ini berkemampuan untuk merekam, menyimpan, dan menampilkan ritme ECG. Kini dengan dukungan teknologi ECG di Study Watch yang telah mendapatkan persetujuan dari FDA, Google diprediksi akan segera memanfaatkannya untuk sistem operasi Wear OS di masa depan.
 
Selain itu, teknologi ECG ini juga dikabarkan akan diperkenalkan Google pada Pixel Watch yang meluncur pada tahun 2019. Selain kemungkinan didukung sensor ECG pada model Wear OS di masa mendatang, Google juga mengumumkan bahwa perusahaannya telah membeli kekayaaan intelektual milik Fossil senilai USD40 juta (Rp569,2 miliar).
 
Kombinasi teknologi ECG Verily dan kekayaan intelektual Fossil tersebut diklaim inovatif dan memiliki fitur yang belum pernah tersedia pada model smartwatch yang tersedia di pasaran saat ini.
 

(ELL)
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Bagaimana Kami Menguji

Kami menguji produk dengan subjektif karena mengutamakan pengalaman penggunaan. Meski demikian, kesimpulan yang kami ambil juga didasari sejumlah data dari perangkat lunak tertentu yang kami gunakan untuk melihat kinerja produk.

Khusus untuk menguji perangkat keras dan perangkat lunak komputer, kami menggunakan konfigurasi yang identik untuk tiap produk. Berikut komponen testbed resmi Medcom.id

Hardware

  • Prosesor : Intel Core i7-8700K, AMD Ryzen 7 2700X
  • Motherboard : ASUS Z370-A Prime, MSI X470 Gaming Plus
  • RAM : Apacer Panther RAGE 2400 MHz (2x 8GB)
  • VGA : Colorful GTX 1070 X-Top-8G, ASUS ROG Strix RX Vega 64 8G
  • Pendingin : Noctua NH-U21S
  • Storage : Apacer Panther AS340 240GB, Seagate Barracuda 8TB
  • PSU : Corsair RM 850X
  • Monitor : ASUS PB287Q 4K, ASUS MZ27AQ
  • Mouse : Corsair Dark Core SE, Corsair Scimitar Pro
  • Mousepad : Corsair MM1000 Qi, Corsair MM800 Polaris
  • Keyboard : Corsair K63 Wireless, Corsair K70 RGB MK.2 SE
  • Headset : Corsair HS60, Corsair HS70

Software

Performa dan Baterai: PCMark 8, 3DMark, Crystal Disk Mark, CineBench R15 Gaming (PC): The Witcher 3: Wild Hunt, Ashes of Singularity - Escalation, Far Cry 5 Gaming (Mobile): PUBG Mobile

Kami juga menggunakan metode pengujian yang sama untuk semua gadget. Meski di pasar tersedia beragam perangkat lunak untuk benchmark, kami hanya memilih dua berdasarkan reputasi mereka yang diakui secara internasional, 3DMark dan PCMark 2.0.

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi