Intel Malah Minta Konsumen Tunda Tambal Keamanan Meltdown dan Spectre

Cahyandaru Kuncorojati 12 Januari 2018 17:15 WIB
intel
Intel Malah Minta Konsumen Tunda Tambal Keamanan Meltdown dan Spectre
Kasus Meltdown dan Spectre membuat heboh industri komponen prosesor
Jakarta: Beberapa waktu lalu seluruh produsen prosesor termasuk Intel ikut memberikan update atau 'penambal' celah keamanan pada produknya mencegah serangan Meltdown dan Spectre.

Namun menurut laporan Business Insider, Intel diam-diam meminta konsumen skala besar menunda memasang update terbaru tersebut setelah ditemukan bahwa update tersebut membuat prosesor mendadak reboot.

Intel mengaku sudah menemukan masalah tersebut dan sedang menanganinya. Dalam halaman newsroom di situs Intel, Executive Vice President and General Manager of the Data Center Group at Intel Corporation Navin Shenoy mengakui hal tersebut.


"Kami telah menerima laporan dari beberapa konsumen kami yang sudang memasang update firmware yang dirilis dan mengalami sistem reboot. Oleh sebab itu, kami akan segera bekerja dengan cepat untuk mendiagnosis dan menemukan solusi atas permasalahan ini," ujarnya.



Dalam tulisannya, Shenoy menyebutkan masalh itu ditemukan pada konsumen yang menggunakan prosesor jenis Intel Broadwell dan Haswell, baik untuk client maupun data center.

Menariknya, di akhir keterangan, Shenoy justru menganjurkan konsumen rumahan tetap memasang update. Entah apa maksudnya, tapi yang jelas terlihat ada perbedaan antara konsumen skala besar dan konsumen end user.

Melihat dampaknya yang memaksa perangkat melakukan reboot, artinya permasalahan ini cukup fundamental terhadap kinerja perangkat komputer atau prosesor itu sendiri.

Seperti yang diketahui bahwa Meltdown dan Spectre merupakan serangan terhadap kernel sebuah perangkat komputer yang berasal dari celah keamanan di prosesor. Namun, Spectre mengarahkan serangannya ke aplikasi atau software.

Jadi, tidak heran apabila perusahaan teknologi penyedia software juga bergerak menambal keamanan ke aplikasi dan software mereka agar tidak ikut terkena serangan Meltdown dan Spectre.

Intel sendiri mengklaim update yang mereka gulirkan atas kasus Meltdown dan Spectre tidak akan berpengaruh terhadap performa komputasi sebuah perangkat. Beberapa waktu lalu, Microsoft melaporkan ada beberapa komputer yang mengalami penurunan performa.  



(MMI)

Dapatkan berita terbaru dari kami.

Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

Powered by Medcom.id

Bagaimana Kami Menguji

Kami menguji produk dengan subjektif karena mengutamakan pengalaman penggunaan. Meski demikian, kesimpulan yang kami ambil juga didasari sejumlah data dari perangkat lunak tertentu yang kami gunakan untuk melihat kinerja produk.

Khusus untuk menguji perangkat keras dan perangkat lunak komputer, kami menggunakan konfigurasi yang identik untuk tiap produk. Berikut komponen testbed resmi Medcom.id

Hardware

  • Prosesor : Intel Core i7-8700K, AMD Ryzen 7 2700X
  • Motherboard : ASUS Z370-A Prime, MSI X470 Gaming Plus
  • RAM : Apacer Panther RAGE 2400 MHz (2x 8GB)
  • VGA : Colorful GTX 1070 X-Top-8G, ASUS ROG Strix RX Vega 64 8G
  • Pendingin : Noctua NH-U21S
  • Storage : Apacer Panther AS340 240GB, Seagate Barracuda 8TB
  • PSU : Corsair RM 850X
  • Monitor : ASUS PB287Q 4K, ASUS MZ27AQ
  • Mouse : Corsair Dark Core SE, Corsair Scimitar Pro
  • Mousepad : Corsair MM1000 Qi, Corsair MM800 Polaris
  • Keyboard : Corsair K63 Wireless, Corsair K70 RGB MK.2 SE
  • Headset : Corsair HS60, Corsair HS70

Software

Performa dan Baterai: PCMark 8, 3DMark, Crystal Disk Mark, CineBench R15 Gaming (PC): The Witcher 3: Wild Hunt, Ashes of Singularity - Escalation, Far Cry 5 Gaming (Mobile): PUBG Mobile

Kami juga menggunakan metode pengujian yang sama untuk semua gadget. Meski di pasar tersedia beragam perangkat lunak untuk benchmark, kami hanya memilih dua berdasarkan reputasi mereka yang diakui secara internasional, 3DMark dan PCMark 2.0.