Singapore Week of Innovatiob and Technology
Singapore Week of Innovatiob and Technology

Tak Perlu Tunggu 50 Tahun, Komputasi Kuantum Mulai Masuk Industri Nyata

Mohamad Mamduh • 28 Oktober 2026 17:49
Ringkasnya gini..
  • Melalui AngelQ yang didirikan lima tahun silam, Angelakis memiliki misi membumikan riset laboratorium ke ranah bisnis praktis.
  • Di sisi lain, Angelakis menggarisbawahi bahwa korporasi tidak perlu merombak atau membuang infrastruktur komputasi konvensional mereka.
  • Akses terhadap kapabilitas ini dirancang fleksibel melalui cloud dan antarmuka pemrograman aplikasi (API).
Singapura: Komputasi kuantum kerap digadang-gadang sebagai gelombang disrupsi teknologi berikutnya setelah kecerdasan buatan (artificial intelligence/AI). Namun, anggapan bahwa teknologi mutakhir ini merupakan angan-angan fiksi ilmiah yang baru bisa dirasakan puluhan tahun lagi ditepis oleh pakar komputasi kuantum dari National University of Singapore (NUS) sekaligus pendiri AngelQ, Profesor Dimitris Angelakis.

Berbicara di hadapan beberapa media dalam ajang ajang Singapore Week of Innovation and Technology (SWITCH) 2026, akademisi lulusan Cambridge yang telah 18 tahun meneliti di NUS Centre for Quantum Technologies tersebut menekankan pentingnya demistifikasi komputasi kuantum bagi kalangan industri.

"Komputer kuantum kini ada di mana-mana. Kamu mendengarnya sebagai AI baru, evolusi disruptif baru. Semua orang ingin siap, tetapi sangat sedikit orang yang benar-benar memahami apa yang mungkin dan apa yang tidak mungkin dilakukan," ujar Angelakis. Ia menambahkan bahwa transisi ke ranah kuantum menghadirkan tantangan paradigma yang jauh lebih mendasar daripada lompatan teknologi sebelumnya.

Melalui AngelQ yang didirikan lima tahun silam, Angelakis memiliki misi membumikan riset laboratorium ke ranah bisnis praktis. Menurutnya, pelaku industri kerap kali keliru berasumsi bahwa pemanfaatan kuantum harus menanti tersedianya mesin kuantum skala penuh yang sempurna beberapa dekade mendatang.

Angelakis menegaskan bahwa nilai bisnis kuantum sudah bisa digarap sejak sekarang lewat terobosan perangkat lunak. Fokus utama penerapan teknologi ini diarahkan pada penyelesaian tantangan industri spesifik yang mustahil dipecahkan secara efisien oleh komputer klasik, seperti persoalan optimasi rantai pasok, logistik, penjadwalan terpadu, dan kalkulasi kombinatorial (cabang matematika yang menghitung jumlah penyusunan atau kombinasi objek-objek tanpa harus mendata semua kemungkinan secara manual-red) berskala masif.

Bukti nyata implementasi tersebut dipaparkan Angelakis melalui kolaborasi AngelQ selama lebih dari satu tahun dengan korporasi produsen agrifood terkemuka. Dalam rantai operasional yang mengelola ratusan fasilitas peternakan, pengambilan keputusan terkait jadwal produksi, alokasi pakan harian, penanganan medis, dan pemenuhan batasan operasional melibatkan interkoneksi data yang sangat rumit.

Jika model jaringan saraf tiruan (neural network) klasik memerlukan miliaran parameter yang menuntut waktu komputasi panjang dan energi listrik raksasa, algoritma kuantum AngelQ memangkas beban tersebut secara radikal.

"Jika menggunakan komputer klasik, jaringan saraf tiruan klasik, kamu memerlukan miliaran parameter untuk melatihnya. Menggunakan komputer kuantum, kami menurunkannya dari miliaran menjadi hanya beberapa ratus parameter," jelas Angelakis. Hasilnya, peternak dapat memperoleh model prediksi dan inferensi mendekati real-time untuk mengambil tindakan yang tepat sasaran.

Di sisi lain, Angelakis menggarisbawahi bahwa korporasi tidak perlu merombak atau membuang infrastruktur komputasi konvensional mereka. Saat ini industri berada dalam fase komputasi hibrida, di mana High-Performance Computing (HPC), CPU, GPU, dan QPU (Quantum Processing Unit) saling melengkapi.

Akses terhadap kapabilitas ini dirancang fleksibel melalui cloud dan antarmuka pemrograman aplikasi (API). Pelaku industri cukup menyambungkan data sensor operasional ke sistem komputasi kuantum tanpa perlu berinvestasi membeli unit fisik komputer kuantum. Bagi korporasi yang terikat perjanjian kerahasiaan ketat, algoritma tersebut bahkan dapat dijalankan secara lokal menggunakan simulator.

Jadikan Medcom.id sumber informasi pilihan Anda

(MMI)




TERKAIT

BERITA LAINNYA