Ekspektasi tersebut disampaikan Naga Chandrasekaran, Intel Foundry Chief, dalam pembicaraannya dengan bank investasi KeyBanc Capital Markets mengenai Intel Foundry dan perkembangan teknologi node Intel, seperti dikutip dari laporan TechPowerUp.
Namun, angka 5 persen itu tidak bisa langsung dibaca sebagai Intel 14A hanya 5 persen lebih lambat atau lebih cepat dari TSMC A14. Ada beberapa ukuran yang digunakan untuk menilai sebuah node, termasuk kecepatan perpindahan transistor, efisiensi daya, dan kepadatan transistor.
Karena itu, rentang 5 persen tersebut bisa berarti Intel sedikit lebih unggul pada aspek tertentu, sedikit tertinggal pada aspek lain, atau hasilnya berbeda-beda tergantung parameter yang digunakan.
Intel 14A Disiapkan sebagai Penerus 18A
Intel saat ini sudah memiliki Intel 18A yang mulai dikirimkan dan disebut menunjukkan efisiensi serta performa yang baik. Di saat yang sama, TSMC juga terus mengembangkan node miliknya, sehingga persaingan keduanya belum berhenti pada generasi yang ada sekarang.Untuk Intel 14A, perusahaan menargetkan risk production pada paruh kedua 2027, kemudian produksi volume tinggi pada 2028.
Tahap persiapannya juga sudah berjalan. Intel disebut telah memproses puluhan ribu wafer 14A dalam pilot production. Setelah itu, perusahaan masih berfokus meningkatkan yield dan melakukan sejumlah penyesuaian kecil pada proses sebelum memasuki risk production.
Dibandingkan Intel 18A, Intel menargetkan 14A dapat memberikan peningkatan performa 15-20 persen pada tingkat konsumsi daya yang sama. Pilihan lainnya adalah mempertahankan tingkat performa sambil mengurangi konsumsi daya hingga 25-35 persen.
Intel juga menargetkan peningkatan kepadatan chip hingga 30 persen dibandingkan Intel 18A.
Angka ini penting karena semakin banyak elemen yang dapat ditempatkan dalam area chip yang sama, tetapi Intel belum menjelaskan apakah peningkatan tersebut mengacu pada scaling logic atau SRAM. Hal itu menjadi catatan penting karena scaling SRAM masih menjadi tantangan bagi industri.
TSMC A14 Juga Mengarah ke Produksi Massal 2028
Di kubu lain, TSMC A14 memiliki jadwal yang hampir beriringan. TSMC dilaporkan memulai pilot production pada September 2026, dilanjutkan risk production pada 2027 dan produksi massal pada 2028.TSMC juga menjanjikan peningkatan yang cukup besar. Dibandingkan TSMC N2 2nm, yang baru mencapai tahap produksi volume, A14 diklaim mampu memberikan kecepatan hingga 15 persen lebih tinggi pada tingkat daya yang sama.
Sebaliknya, jika frekuensi dipertahankan, TSMC menyebut konsumsi daya dapat ditekan hingga 30 persen. TSMC juga menargetkan peningkatan logic density sebesar 20 persen.
TSMC menilai scaling komponen logika dapat berlangsung lebih efektif ketika terdapat lompatan yang lebih besar dari satu node ke node berikutnya.
Bukan Cuma Soal Angka 14A dan A14
Dari angka yang diumumkan, Intel 14A dan TSMC A14 memang terlihat saling mendekati. Namun, membandingkan keduanya tidak sesederhana melihat angka 14A pada nama node.Ada banyak variabel di balik sebuah proses fabrikasi, mulai dari performa, efisiensi daya, kepadatan transistor hingga kemampuan menghasilkan wafer dengan tingkat yield yang baik. Bahkan angka density pun perlu dilihat lebih jauh untuk mengetahui bagian mana yang mengalami peningkatan.
Karena itu, 2027 hingga 2028 akan menjadi periode penting bagi kedua perusahaan. Intel masih perlu mematangkan 14A sebelum masuk risk production, sementara TSMC juga harus membawa A14 dari pilot production menuju produksi massal.
Selain itu, kedua perusahaan masih terus mengembangkan teknologi masing-masing. Jadi, klaim Intel soal jarak 5 persen dari TSMC A14 saat ini lebih tepat dipahami sebagai ekspektasi terhadap posisi teknologi, bukan ukuran final mengenai hasil node ketika keduanya benar-benar diproduksi dalam volume besar.