Jakarta: Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) memperkenalkan sistem kecerdasan buatan terbaru Bz4SWx, yang diklaim mampu memprediksi kekuatan badai Matahari hingga 96 jam sebelum mencapai Bumi. Sistem ini diharapkan menjadi terobosan penting dalam mitigasi risiko cuaca antariksa terhadap infrastruktur vital nasional.
Badai Matahari, khususnya lontaran massa korona (CME), dapat memicu badai geomagnetik yang berpotensi mengganggu satelit, komunikasi, navigasi, hingga jaringan listrik. Faktor paling kritis adalah arah medan magnet antarplanet (Bz). Jika Bz mengarah ke selatan, interaksi dengan medan magnet Bumi menjadi lebih kuat dan berbahaya.
Menurut Dr. Rhorom Priyatikanto, peneliti BRIN, salah satu tantangan terbesar dalam fisika Matahari adalah memprediksi kapan Bz mencapai nilai minimum. “Fenomena ini dikenal sebagai ‘The Bz Problem’. Kesulitannya adalah menentukan waktu dan intensitas interaksi medan magnet yang bisa memicu badai geomagnetik besar,” jelasnya.
Sistem Bz4SWx bekerja dengan menganalisis data kecepatan dan arah CME serta citra magnetogram Matahari. Dengan teknologi multi-modal deep learning dan attention mechanism, AI dapat fokus pada daerah aktif yang berpotensi menghasilkan badai kuat.
“Model ini memberikan peringatan dini hingga empat hari sebelumnya, sehingga operator satelit maupun pengelola listrik memiliki waktu untuk melakukan langkah mitigasi,” tambah Dr. Rhorom.
Badai geomagnetik sendiri diklasifikasikan dari level ringan (G1) hingga ekstrem (G5). Pada level ekstrem, dampaknya bisa berupa pemadaman listrik total, gangguan komunikasi global, hingga jatuhnya satelit dari orbit. Oleh karena itu, sistem prediksi dini menjadi sangat krusial.
BRIN juga menegaskan bahwa pengembangan ini akan diintegrasikan dalam inisiatif Research in AI for Space (R.A.I.Se). Program tersebut bertujuan memperkuat kemampuan Indonesia dalam menghadapi ancaman cuaca antariksa ekstrem.
“Kami ingin memastikan bahwa infrastruktur vital nasional terlindungi, sekaligus menempatkan Indonesia sebagai pemain aktif dalam riset antariksa berbasis AI,” ujar Dr. Rhorom.
Dengan hadirnya Bz4SWx, Indonesia kini memiliki alat strategis untuk memperkuat ketahanan teknologi dan komunikasi di era digital. Selain bukti langkah maju dalam sains, sistem ini juga bentuk nyata kesiapan menghadapi tantangan global dari luar angkasa.
Jadikan Medcom.id sumber informasi pilihan Anda
FOLLOW US
Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan