Selain ransomware, tim Riset dan Analisis Global (GReAT) Kaspersky juga mendeteksi dan memblokir 3,4 juta serangan backdoor serta 2,4 juta serangan pencuri kata sandi (password stealer). Secara keseluruhan, terdapat 75 juta serangan dari sumber daring yang berhasil dicegah di kawasan Asia Pasifik selama periode enam bulan tersebut.
Sergey Lozhkin, Kepala Unit Riset Asia Pasifik dan META di Kaspersky GReAT, mengungkapkan bahwa penurunan kuantitas pada beberapa kategori serangan tidak berarti lanskap ancaman melemah. Para pelaku kriminal siber kini semakin masif memanfaatkan teknologi kecerdasan buatan (AI) untuk mengotomatisasi pengintaian, mempercepat pengembangan malware, serta meningkatkan skala serangan agar lebih cepat dan adaptif.
Kawasan Asia Pasifik sendiri menjadi target bernilai tinggi karena posisinya sebagai pemimpin global dalam transformasi digital dan adopsi agen AI, yang dikombinasikan dengan lingkungan geopolitik yang kompleks.
Terkait ancaman Advanced Persistent Threats (APT) global, lima dari 12 negara yang paling sering disasar berada di kawasan ini, yaitu China, India, Myanmar, Pakistan, dan Vietnam. Saat ini, Kaspersky memantau lebih dari 900 kelompok APT di seluruh dunia, di mana pada tahun 2025 kategori ini mendominasi insiden keamanan tingkat tinggi sebesar 24%.
Ancaman Serius Rantai Pasokan Global
Selain serangan langsung ke infrastruktur utama, Kaspersky memberikan peringatan keras mengenai lonjakan serangan terhadap rantai pasok (supply chain) secara global. Studi menunjukkan bahwa hampir sepertiga organisasi di seluruh dunia mengalami insiden terkait rantai pasokan dalam setahun terakhir, dengan China mencatat risiko tertinggi sebesar 40%.Beberapa kasus menonjol yang berhasil didokumentasikan meliputi penyusupan pada infrastruktur pembaruan antivirus eScan di India, ketika server tepercaya disalahgunakan untuk menyebarkan malware ke pelanggan. Kasus lain melibatkan penginstal berbahaya pada aplikasi Notepad++ yang menyusupkan Trojan backdoor, serta serangan yang menargetkan situs resmi Daemon Tools yang berdampak pada lebih dari 2.000 korban di 100 negara sejak April 2026.
Serangan rantai pasokan paling signifikan melibatkan Axios, pustaka JavaScript populer dengan 100 juta unduhan mingguan. Pada Maret 2026, akun pengelola utama Axios disusupi untuk mempublikasikan versi paket berbahaya.
Analisis menunjukkan kemiripan teknis dengan kampanye GhostCall dan GhostHire dari BlueNoroff, sub-kelompok Lazarus Group yang dikenal sering mengincar lembaga keuangan dan aset kripto. Lonjakan juga terjadi pada perangkat lunak sumber terbuka (open-source), dengan penemuan 19.484 paket berbahaya pada tahun 2025.
Untuk menghadapi ancaman yang kian canggih ini, organisasi di Asia Pasifik disarankan memperkuat pertahanan mereka. Langkah strategis yang dapat diambil meliputi implementasi solusi keamanan menyeluruh dengan kemampuan EDR dan XDR seperti Kaspersky Next, pemanfaatan layanan keamanan terkelola (MDR), serta penyediaan akses threat intelligence yang mendalam bagi para profesional keamanan informasi.
Jadikan Medcom.id sumber informasi pilihan Anda