Hingga saat ini, kelemahan berupa garis atau bekas yang terlihat di titik lipatan masih dapat ditemukan pada model seperti Samsung Galaxy Z Fold 7. Mengutip Android Authority, panel OLED lipat tanpa bekas lipatan ini sempat dipamerkan di stand Samsung Display.
Panel tersebut ditempatkan berdampingan dengan panel biasa dari Galaxy Z Fold 7 untuk memperlihatkan perbedaannya. Hasilnya, panel layar tanpa bekas lipatan itu menunjukkan teks dan gambar lebih mulus di sepanjang permukaan layar, tanpa garis yang umum terlihat saat layar model lama digunakan dalam kondisi terbuka.
Kunci dari teknologi layar lipat ini adalah struktur panel baru dengan plate logam berteknologi tinggi di bawah layar. Komponen ini berfungsi untuk menyebarkan tekanan saat layar dilipat, sehingga tekanan tidak terkonsentrasi di satu titik lipatan, dan garis lipatan tidak terbentuk ataupun sangat minim.
Metode ini juga dikombinasikan dengan teknologi kamera di bawah layar atau under-display camera, sehingga layar tetap mulus tanpa usungan desain poni atau notch, atau desain lubang kamera di layar bagian dalam. Kombinasi ini memberi pengalaman visual lebih imersif untuk konten penuh layar.
Kendati memperkenalkan panel ini sebagai bagian dari pameran ide dan konsep R&D concept, Samsung tidak menyatakan secara jelas jadwal terkait produksi massal atau kehadiran teknologi tersebut di produk komersial.
Sejumlah analis dan pengamat teknologi memprediksi bahwa panel tanpa bekas lipatan ini akan digunakan pada smartphone layar lipat Samsung generasi berikutnya, termasuk seri Galaxy Z Fold 8 atau model Wide Fold.
Tidak hanya itu, mengingat Samsung Display merupakan pemasok utama panel OLED untuk beberapa produk Apple, teknologi ini juga dikaitkan dengan rumor iPhone lipat pertama Apple, iPhone Fold, yang diprediksi akan dirilis pada tahun 2026.
Beberapa laporan menyebut Apple tengah mengejar desain benar-benar tanpa bekas lipatan untuk menghadirkan pengalaman layar lipat lebih premium bagi pengguna iPhone. Sebagai informasi, hingga saat ini, bekas lipatan pada layar foldable menjadi salah satu kritik utama konsumen terkait teknologi lipat.
Kendati sejumlah perangkat foldable flagship telah berhasil meminimalisasi bekas tersebut, garis tetap terlihat pada beberapa kondisi dan sudut pandang tertentu, sehingga mengurangi estetika serta kesan layar datar.
Jika ia benar-benar diimplementasikan, teknologi crease-less Samsung ini dapat menjadi pembeda signifikan dalam perangkat komersial. Selain itu, jika teknologi ini diaplikasikan ke perangkat nyata, terutama perangkat yang diproduksi secara massal, konsumen bisa mendapatkan pengalaman visual lebih mulus tanpa gangguan bekas lipatan.
Penerapan ini sekaligus membuka jalan bagi desain perangkat lipat lebih elegan dan fungsional di masa depan. Kendati antusiasme terhadap panel lipat tanpa bekas tinggi, Samsung Display belum menentukan jadwal komersialisasi atau perangkat pertama yang akan menggunakan teknologi ini.
Samsung menyebut bahwa panel ini masih merupakan bagian dari penelitian dan konsep inovatif atau R&D concept. Hal ini berarti bahwa teknologi tersebut belum tentu akan langsung tersedia pada smartphone keluaran tahun 2026, meskipun potensi penggunaannya sangat besar.
Selain kesiapan teknologi, tantangan lain mencakup biaya produksi lebih tinggi, kerumitan proses manufaktur, serta pengujian ketahanan jangka panjang untuk memastikan layar tidak hanya tanpa bekas lipatan tetapi juga tahan lama dalam pemakaian sehari-hari.
Cek Berita dan Artikel yang lain di
Google News