Bukan Vivo, Essential Jadi Pencetus Ponsel Tanpa Poni

Cahyandaru Kuncorojati 13 Maret 2018 12:32 WIB
teknologigadget
Bukan Vivo, Essential Jadi Pencetus Ponsel Tanpa Poni
Desain smartphone full-screen tanpa tonjolan dan pop-up camera yang sudah didaftarkan patennya sejak 2016 oleh Essential.
Jakarta: Anda mungkin berpikir iPhone X adalah smartphone pertama yang memiliki tonjolan di layarnya dan kini ditiru oleh beberapa merek smartphone lain. Padahal salah stau pendiri Android yakni Andy Rubin telah lebih dulu menciptakannya.

Pada smartphone pertama merek buatannya, Andy Rubin bahkan menampilkan tonjolan di layar dengan ukuran yang jauh lebih kecil dari milik iPhone X yang hanya digunakan untuk memuat kamera depan.

Dikutip dari Android Police, salah seorang penggemar dari ponsel Essential mengirim sebuah cuitan Twitter artikel tentang smartphone konsep Vivo Apex yang dipamerkan pada ajang MWC 2018 lalu ke akun Twitter Andy Rubin.
 
Seperti yang diketahui bahwa Vivo Apex yang masih sebatas purwarupa memamerkan fitur pop-up camera dari bagian atas bodi smartphone. Secara mengejutkan Andy Rubin membalas cuitan tersebut dengan melampirkan desain paten serupa yang sudah diajukan Essential sejak bulan Mei 2016.
 
Paten tersebut kemudian disetujui pada sebagai milik Essential pada bulan Mei 2107. Artinya desain pop-camera yang dipamerkan Vivo Apex tidak sepenuhnya baru, sama seperti desain tonjolan layar di iPhone X. Essential sudah selangkah lebih dulu menemukan desain tersebut.


Dalam desain tersebut diperlihatkan bahwa smartphone yang didesain oleh Andy Rubin dan Essential memiliki layar tanpa bezel yang memiliki pop-up camera. Bahkan terlihat bahwa smartphone tersebut juga akan memiliki kamera yang tertanam pada layarnya tanpa poni atau bezel.

Meskipun begitu, Rubin tidak memberikan penjelasan lebih detil apakah desain tersebut akan diimplementasikan atau tidak. Beredar kabar bahwa Rubin menolak ide pop-up camera karena bisa berakibat kamera yang menonjol keluar mengalami kecelakaan dan patah.



(MMI)

Dapatkan berita terbaru dari kami.

Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

Powered by Medcom.id

Bagaimana Kami Menguji

Kami menguji produk dengan subjektif karena mengutamakan pengalaman penggunaan. Meski demikian, kesimpulan yang kami ambil juga didasari sejumlah data dari perangkat lunak tertentu yang kami gunakan untuk melihat kinerja produk.

Khusus untuk menguji perangkat keras dan perangkat lunak komputer, kami menggunakan konfigurasi yang identik untuk tiap produk. Berikut komponen testbed resmi Medcom.id

Hardware

  • Prosesor : Intel Core i7-8700K, AMD Ryzen 7 2700X
  • Motherboard : ASUS Z370-A Prime, MSI X470 Gaming Plus
  • RAM : Apacer Panther RAGE 2400 MHz (2x 8GB)
  • VGA : Colorful GTX 1070 X-Top-8G, ASUS ROG Strix RX Vega 64 8G
  • Pendingin : Noctua NH-U21S
  • Storage : Apacer Panther AS340 240GB, Seagate Barracuda 8TB
  • PSU : Corsair RM 850X
  • Monitor : ASUS PB287Q 4K, ASUS MZ27AQ
  • Mouse : Corsair Dark Core SE, Corsair Scimitar Pro
  • Mousepad : Corsair MM1000 Qi, Corsair MM800 Polaris
  • Keyboard : Corsair K63 Wireless, Corsair K70 RGB MK.2 SE
  • Headset : Corsair HS60, Corsair HS70

Software

Performa dan Baterai: PCMark 8, 3DMark, Crystal Disk Mark, CineBench R15 Gaming (PC): The Witcher 3: Wild Hunt, Ashes of Singularity - Escalation, Far Cry 5 Gaming (Mobile): PUBG Mobile

Kami juga menggunakan metode pengujian yang sama untuk semua gadget. Meski di pasar tersedia beragam perangkat lunak untuk benchmark, kami hanya memilih dua berdasarkan reputasi mereka yang diakui secara internasional, 3DMark dan PCMark 2.0.