Cara Red Hat Kurangi Kompetitor dan Tambah Pelanggan
Acara Red Hat Partner Conference APAC 2018
Bali: Red Hat selama ini dikenal sebagai penyedia solusi korporasi berbasis Linux. Orang awam paa umumnya melihat bahwa Linux sebagai sistem operasi open source yang kompleks.

Windows buatan Microsoft adalah kompetitor sejati, yang menawarkan kemudahan untuk konsumen. Namun, paham tersebut tidak lagi berlaku di era transformasi digital saat ini.

Dalam acara Partner Conference APAC 2018 di Nusa Dua, Bali, Red Hat menekankan kerja sama yang terjalin antara mereka dengan Microsoft. Dalam hal inovasi untuk open source, Red Hat menyebutkan bahwa kerja sama ini sudah berlangsung sejak lama.


“Ini cocok untuk mereka, para perusahaan yang ingin menggunakan cloud dari beberapa platform,” kata Frank Feldmann, Vice President of APAC Office of Technology, Red Hat.

Kerja sama Microsoft dan Red Hat dalam menyediakan dan mengintegrasikan container OpenShift di atas Azure memungkinkan sinergi antar platform. Beberapa perusahaan biasanya mengadopsi beberapa platform.

Ketika sudah terintegrasi, korporasi bisa menyederhanakan dan memanfaatkan cloud hybrid. Di saat yang sama, Microsoft bisa melihat dan memperbarui celah yang mungkin selama ini belum pernah mereka lihat.

“Integrasi kini lebih mudah antara Azure, Azure Stack, dan Red Hat OpenShift,” lanjut Frank Feldmann.

Frank menambahkan, kerja sama ini juga menguntungkan Red Hat, karena selama ini Microsoft Azure merupakan layanan yang sangat populer di industri bisnis. Dengan begitu, mereka lebih mudah menawarkan OpenShift sebagai container di atas Azure. Ini cocok untuk perusahaan yang sudah atau akan mengadopsi layanan cloud buatan Microsoft tersebut.

Kerja sama ini mengubah paradigma yang selama ini menilai Microsoft lebih suka berjalan sendiri ketimbang menggandeng partner atau pesaing.

Langkah Microsoft tersebut memang diambil setelah Satya Nadella yang memiliki latar belakang di industri cloud menjabat sebagai CEO Microsoft. Ia menyatakan dukungannya terhadap inovasi open source, yang selama ini menjadi kekuatan utama Red Hat.

Langkah berikutnya yang diambil melalui kerja sama dengan Microsoft adalah dengan memasarkan lisensi berlangganan OpenShift secara gratis untuk perusahaan yang membeli aplikasi Microsoft Visual Studio.

Selain Microsoft, Red Hat juga mengumumkan integrasi OpenShift dengan layanan awan lainnya, seperti Amazon Web Services, Alibaba Cloud, NTT Data, dan IBM Cloud.

Microsoft juga melihat kerja sama ini sebagai peluang mereka memasarkan layanan yang sudah ada dengan lebih mudah. Hal ini disampaikan oleh Mike Chan, GM Cloud & Enterprise, APAC Microsoft. Ia menyebut Microsoft sendiri sudah punya beberapa layanan pendukung Azure dan Azure Stack, seperti MySql dan Visual Studio.

“Konsumen yang sudah terbiasa dengan layanan ini bisa mengkustomisasi sistem mereka lebih variatif berkat integrasi Red Hat OpenShift.”



(MMI)

Dapatkan berita terbaru dari kami.

Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

Powered by Medcom.id

Bagaimana Kami Menguji

Kami menguji produk dengan subjektif karena mengutamakan pengalaman penggunaan. Meski demikian, kesimpulan yang kami ambil juga didasari sejumlah data dari perangkat lunak tertentu yang kami gunakan untuk melihat kinerja produk.

Khusus untuk menguji perangkat keras dan perangkat lunak komputer, kami menggunakan konfigurasi yang identik untuk tiap produk. Berikut komponen testbed resmi Medcom.id

Hardware

  • Prosesor : Intel Core i7-8700K, AMD Ryzen 7 2700X
  • Motherboard : ASUS Z370-A Prime, MSI X470 Gaming Plus
  • RAM : Apacer Panther RAGE 2400 MHz (2x 8GB)
  • VGA : Colorful GTX 1070 X-Top-8G, ASUS ROG Strix RX Vega 64 8G
  • Pendingin : Noctua NH-U21S
  • Storage : Apacer Panther AS340 240GB, Seagate Barracuda 8TB
  • PSU : Corsair RM 850X
  • Monitor : ASUS PB287Q 4K, ASUS MZ27AQ
  • Mouse : Corsair Dark Core SE, Corsair Scimitar Pro
  • Mousepad : Corsair MM1000 Qi, Corsair MM800 Polaris
  • Keyboard : Corsair K63 Wireless, Corsair K70 RGB MK.2 SE
  • Headset : Corsair HS60, Corsair HS70

Software

Performa dan Baterai: PCMark 8, 3DMark, Crystal Disk Mark, CineBench R15 Gaming (PC): The Witcher 3: Wild Hunt, Ashes of Singularity - Escalation, Far Cry 5 Gaming (Mobile): PUBG Mobile

Kami juga menggunakan metode pengujian yang sama untuk semua gadget. Meski di pasar tersedia beragam perangkat lunak untuk benchmark, kami hanya memilih dua berdasarkan reputasi mereka yang diakui secara internasional, 3DMark dan PCMark 2.0.