Pakai Nama Berbeda, Go-Jek Ekspansi ke Vietnam dan Thailand

Cahyandaru Kuncorojati 26 Juni 2018 07:56 WIB
gojek
Pakai Nama Berbeda, Go-Jek Ekspansi ke Vietnam dan Thailand
GO-VIET jadi identitas baru Go-Jek di Vietnam. (Go-Jek)
Jakarta: Setelah bulan lalu Go-Jek menyatakan siap melakukan ekspansi ke empat negara lain di kawasan Asia yakni Thailand, Singapura, Filipina, dan Vietnam, kini ada dua negara yang sudah disambangi Go-Jek.

Dikutip dari halaman blog resmi Go-Jek, perusahaan yang didirikan oleh Nadiem Makarim ini sudah melaju di jalan Vietnam dan Thailand dengan dua entitas yang berbeda, tapi dikelola bersama dengan tim manajemen lokal dari kedua negara tersebut.

Di Thailand, Go-Jek hadir dengan nama GET, sementara di Vietnam Go-Jek menggunakan nama GO-VIET. Dijelaskan bahwa GO-VIET saat ini memasuki tahap beta yang akan melibatkan sejumlah pengemudi dan konsumen sebelum diluncurkan secara resmi di bulan depan.


Untuk GET di Thailand, pihak Go-Jek mengaku tengah melakukan uji coba juga sambil berbicara dengan pemangku kepentingan setempat mulai dari pemerintah hingga mitra pengemudi dan konsumen untuk kemudian segera diluncurkan secara resmi.

"Strategi kami adalah mengkombinasikan teknologi kelas dunia yang telah dikembangkan GO-JEK, dengan keahlian, pengalaman serta pengetahuan pasar yang mendalam yang dimiliki tim lokal, untuk menciptakan bisnis yang benar-benar memahami kebutuhan konsumen," ungkap CEO & Founder Go-Jek Nadiem Makarim.



"Kami percaya masing-masing tim lokal memiliki pengetahuan dan keahlian untuk memastikan kesuksesan bisnis di Vietnam dan Thailand. Mereka memang menggunakan merek yang berbeda, namun mereka tetap beroperasi sejalan dengan nilai-nilai yang telah berhasil menjadikan GO-JEK pemimpin pasar di Indonesia," imbuhnya.

Di Vietnam, GO-VIET akan dipimpin oleh Nguyen Vu Duc sebagai CEO sekaligus Co-Founder. Dia mengakui bahwa Go-Jek memiliki visi yang sama, yaitu menghadirkan dampak positif bagi masyarakat dengan dukungan ekosistem yang terdiri dari 18 jenis layanan berbeda yang dianggap ideal bagi negaranya.

Sementara di Thailand, GET dipercayakan kepada Pinya Nittayakasetwat sebagai CEO sekaligus Co-Founder GET.

Dia mengakui keberhasilan Go-Jek sebagai perusahaan unicorn pertama di Indonesia membuktikan bahwa pemanfaatan teknologi sebagai sebuah solusi yang di Indonesia juga bisa diterapkan di negaranya.



(MMI)

Dapatkan berita terbaru dari kami.

Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

Powered by Medcom.id

Bagaimana Kami Menguji

Kami menguji produk dengan subjektif karena mengutamakan pengalaman penggunaan. Meski demikian, kesimpulan yang kami ambil juga didasari sejumlah data dari perangkat lunak tertentu yang kami gunakan untuk melihat kinerja produk.

Khusus untuk menguji perangkat keras dan perangkat lunak komputer, kami menggunakan konfigurasi yang identik untuk tiap produk. Berikut komponen testbed resmi Medcom.id

Hardware

  • Prosesor: Intel Core i7-8700K, AMD Ryzen 7 2700X
  • Motherboard: ASUS PRIME Z370-A, MSI X470 Gaming Plus
  • VGA: Colorful iGame GTX 1070 X-TOP-8G, ASUS Strix Vega 64
  • RAM: Apacer Panther RAGE 2400MHz (2x8GB)
  • Penyimpanan: Apacer Panther AS340 240GB + Seagate Barracuda 8TB
  • PSU: Corsair RM850X
  • Monitor: ASUS PB287Q 4K, AOC C3583FQ
  • Mouse: Logitech G903, Logitech G603
  • Keyboard: Logitech G610 Orion, Logitech G613
  • Headset: Logitech G430, Logitech G633

Software

Performa dan Baterai: PCMark 8, 3DMark, Crystal Disk Mark, CineBench R15 Gaming (PC): The Witcher 3: Wild Hunt, Ashes of Singularity - Escalation, Far Cry 5 Gaming (Mobile): PUBG Mobile

Kami juga menggunakan metode pengujian yang sama untuk semua gadget. Meski di pasar tersedia beragam perangkat lunak untuk benchmark, kami hanya memilih dua berdasarkan reputasi mereka yang diakui secara internasional, 3DMark dan PCMark 2.0.