Ini dia rangkuman informasi menyoal Tinder yang ikut terseret kasus mutilasi di Kalibata.
Ini dia rangkuman informasi menyoal Tinder yang ikut terseret kasus mutilasi di Kalibata.

Mengenal Aplikasi Tinder yang Sedang Ramai Dibicarakan

Teknologi teknologi
Lufthi Anggraeni • 18 September 2020 17:11
Jakarta: Beberapa waktu lalu, warga Jakarta dikagetkan dengan temuan korban pembunuhan di Apartemen Kalibata City. Korban laki-laki berinisial RHW ini disebut meregang nyawa akibat tindakan yang dilakukan perempuan berinisial LAS, hasil berkenalan via aplikasi Tinder.
 
Hal ini memicu Tinder menjadi trending topic di jejaring sosial Twitter sejak Jumat pagi tanggal 18 September 2020 ini. Namun, Tinder bukanlah aplikasi baru yang turut memanfaatkan kemajuan teknologi dan jaringan telekomunikasi global.
 
Sebagai pengingat, Tinder didirikan pada tahun 2012 oleh Sean Rad dan Justin Mateen, yang bertemu di University of Southern California. Tinder sendiri didanai dan dikembangkan di dalam InterActiveCorp (IAC), inkubator startup yang dijalankan oleh perusahaan induk Tinder, Match Group.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Menariknya, IAC juga bertanggung jawab atas pengembangan Match.com, OKCupid, dan Zhenai, yang juga merupakan aplikasi kencan di Tiongkok. Tinder memungkinkan penggunanya untuk menggeser layar ponsel ke kanan dan ke kiri untuk menyukai atau tidak menyukai profil pengguna lain berdasarkan foto, biografi singkat, dan minat.
 
Fitur usap ke kanan untuk menyukai seseorang dan fitur usap ke kiri untuk melewati. Jika dua pengguna cocok, mereka dapat bertukar pesan dalam fitur percakapan yang ada di dalam aplikasi itu.
 
Pada awal diluncurkan, Tinder memerlukan akses ke akun Facebook untuk menggunakan aplikasi. Pada bulan Agustus 2019, Tinder mulai mengizinkan pengguna untuk mendaftar hanya dengan nomor telepon.
 
Tinder awalnya diuji coba di sejumlah kampus, seperti yang dilakukan oleh Facebook, dan kemudian secara cepat menjadi sangat populer. Pada akhir tahun 2013, Tinder dilaporkan menangani fitur usap dengan jumlah rata-rata sekitar 350 juta per hari.
 
Mengutip Know Your Mobile, pada akhir tahun 2014, Tinder memproses hampir 1 miliar usap per hari. Tinder juga terintegrasi dengan Instagram melalui persetujuan pemilik akun, memungkinkan pengguna untuk mengakses profil Instagram pengguna lain.
 
Selain itu, Tinder juga menyediakan fitur Common Connections yang memungkinkan pengguna untuk melihat kesamaan teman dengan pengguna lain di Facebook. Tinder juga menawarkan fitur bertajuk Tinder Gold, merupakan fitur langganan premium agar pengguna dapat melihat pengguna lain yang telah menyukainya akunnya.
 
Menggadangkan keselamatan dan keamanan pengguna sebagai prioritasnya, Tinder juga menghadirkan fitur bertajuk Tombol Panik. Fitur ini mencakup sejumlah tindakan terkait keamanan, termasuk bantuan darurat, pelacakan lokasi, dan verifikasi foto.
 
(MMI)


FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif