Survei Microsoft dan IDC menunjukkan bahwa perusahaan telah sadar pentingnya AI. (Photo by Vesa Moilanen Lehtikuva / AFP Finland / OUT)
Survei Microsoft dan IDC menunjukkan bahwa perusahaan telah sadar pentingnya AI. (Photo by Vesa Moilanen Lehtikuva / AFP Finland / OUT)

Pelaku Bisnis tak Lagi Takuti Kecerdasan Buatan

Teknologi microsoft kecerdasan buatan
Ellavie Ichlasa Amalia • 12 Maret 2019 20:58
Jakarta:Beberapa tahun lalu, ada ketakutan bahwa kecerdasan buatan dan robot akan menggantikan posisi manusia sebagai pekerja. Ketakutan itu telah hilang.
 
Menurut survei yang dilakukan oleh Microsoft bersama dengan IDC Asia Pasifik pada 112 pemimpin bisnis dan 101 karyawan di Indonesia, hanya 14 persen pemimpin bisnis yang percaya AI akan menggantikan manusia. Angka ini menjadi lebih rendah di kalangan pekerja, dengan angka lima persen.
 
Sebanyak 37 persen pemimpin bisnis dan 53 persen pekerja justru percaya, keberadaan AI akan memudahkan pekerjaan mereka dan membantu mereka untuk bekerja dengan lebih efisien.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


President DIrector Microsoft Indonesia, Haris Izmee menjelaskan bahwa AI yang dimaksud
MIcrosoft dalam survei ini mencakup banyak aplikasi AI, mulai dari AI pada analisa bisnis hingga chatbot.
 
Pelaku Bisnis tak Lagi Takuti Kecerdasan Buatan
 
"Kebanyakan orang merasa, AI justru akan membuat pekerjaan menjadi lebih mudah, membuat mereka bekerja lebih efisien, membantu pegawai untuk mengerjakan tugas mereka dengan lebih baik, serta mengurangi tugas rutin yang harus mereka kerjakan," kata pria yang akrab dengan panggilan Haris ini saat ditemui di Pacific Place.
 
Pelaku Bisnis tak Lagi Takuti Kecerdasan Buatan
 
"Tren ekonomi kita sekarang adalah kita banyak mengadopsi teknologi digital. Yang mengejutkan, adopsi AI lebih tinggi dari yang kami kira," ujar Harris.
 
Sebanyak 14 persen responden telah mengadopsi AI sebagai bagian dari bisnis utama mereka sementara 42 persen mengaku telah mulai menggunakan AI pada strategi bisnisnya.
 
Pelaku Bisnis tak Lagi Takuti Kecerdasan Buatan
 
Dalam mengadopsi teknologi AI ke perusahaan, ada tiga tantangan terbesar, yaitu kepemimpinan, kemampuan, dan budaya. Sebanyak 30 persen responden mengatakan, masalah adopsi AI ada pada para pemimpin perusahaan yang tidak memiliki komitmen untuk berinvetasi di AI.
 
Sementara 23 persen lainnya mengatakan ketiadaan sumber daya yang mumpuni serta program pelatihanlah yang mempersulit mereka untuk mengadopsi AI.
 
Soal investasi yang perusahaan lakukan dalam mengadopsi AI, sebanyak 60 persen responden memilih untuk fokus melatih pegawai mereka dan juga mengadopsi teknologi AI. 21 persen memilih untuk fokus pada pelatihan sumber daya manusia, dan 19 persen fokus pada akuisisi teknologi saja.
 
Pelaku Bisnis tak Lagi Takuti Kecerdasan Buatan
 
Menariknya, dari survei yang mereka lakukan, Microsoft menyebutkan bahwa kemampuan yang akan paling diminati dalam waktu tiga tahun ke depan adalah kemampuan untuk beradaptasi dan keinginan untuk terus belajar. Kemampuan lain yang menarik bagi perusahaan adalah desain teknologi sertai penelitian dan pengembangan.
 

(MMI)
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif