Ketua Badan Regulasi Telekomunikasi Indonesia/Dirjen Sumber Daya dan Perangkat Pos dan Informatika, Ismail (tengah).
Ketua Badan Regulasi Telekomunikasi Indonesia/Dirjen Sumber Daya dan Perangkat Pos dan Informatika, Ismail (tengah).

Bolt Berhenti Beroperasi

Teknologi kominfo telekomunikasi
Ellavie Ichlasa Amalia • 28 Desember 2018 15:34
Jakarta: Kementerian Komunikasi dan Informatika menghentikan penggunaan pita frekuensi 2,3GHz oleh PT. Internux dan PT Jasnita Telekomindo pada hari ini, Jumat, 28 Desember 2018.

Hal ini dilakukan setelah ketiganya tidak dapat membayar Biaya Hak Penggunaan (BHP) pita spektrum frekuensi selama 24 bulan. 

Pencabutan izin penggunaan frekuensi oleh PT Internux -- yang menggunakan merek Bolt -- ada dalam Keputusan Menteri Komunikasi dan Informatika Nomor 1012 Tahun 2018. Sementara pencabutan izin untuk First Media ada dalam keputusan Nomor 1011 Tahun 2018.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?



Ini berarti, Internux harus mematikan Core Radio Networ Operation Center mereka, membuat mereka tidak lagi bisa melayani pelanggan dengan frekuensi 2,3GHz. Sementara itu, Jasnita telah mengembalikan alokasi pita frekeunsi pada Kominfo per 19 November. Meskipun begitu, Ketua Badan Regulasi Telekomunikasi Indonesia/Dirjen Sumber Daya dan Perangkat Pos dan Informatika, Ismail mengatakan bahwa pengembalian frekuensi bukan berarti ketiga perusahaan terlepas dari kewajiban membayar hutang tunggakan BHP dan hutang karena keterlambatan pembayaran. 

"Pengakhiran penggunaan pita frekuensi tidak menghapus kewajiban PT. Internux, PT. Jasnita, dan PT. First Media untuk melunasi BHP terhutang dan denda keterlambatan pembayaran." kata Ismail saat ditemui di kantor Kementerian Kominfo.

"Ke depan, tunggakan harus diluniasi sesuai dengan ketentuan yang berlaku." Dia mengatakan proses penagihan akan dilakukan oleh Kementerian Keuangan. 


(MMI)
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Bagaimana Kami Menguji

Kami menguji produk dengan subjektif karena mengutamakan pengalaman penggunaan. Meski demikian, kesimpulan yang kami ambil juga didasari sejumlah data dari perangkat lunak tertentu yang kami gunakan untuk melihat kinerja produk.

Khusus untuk menguji perangkat keras dan perangkat lunak komputer, kami menggunakan konfigurasi yang identik untuk tiap produk. Berikut komponen testbed resmi Medcom.id

Hardware

  • Prosesor : Intel Core i7-8700K, AMD Ryzen 7 2700X
  • Motherboard : ASUS Z370-A Prime, MSI X470 Gaming Plus
  • RAM : Apacer Panther RAGE 2400 MHz (2x 8GB)
  • VGA : Colorful GTX 1070 X-Top-8G, ASUS ROG Strix RX Vega 64 8G
  • Pendingin : Noctua NH-U21S
  • Storage : Apacer Panther AS340 240GB, Seagate Barracuda 8TB
  • PSU : Corsair RM 850X
  • Monitor : ASUS PB287Q 4K, ASUS MZ27AQ
  • Mouse : Corsair Dark Core SE, Corsair Scimitar Pro
  • Mousepad : Corsair MM1000 Qi, Corsair MM800 Polaris
  • Keyboard : Corsair K63 Wireless, Corsair K70 RGB MK.2 SE
  • Headset : Corsair HS60, Corsair HS70

Software

Performa dan Baterai: PCMark 8, 3DMark, Crystal Disk Mark, CineBench R15 Gaming (PC): The Witcher 3: Wild Hunt, Ashes of Singularity - Escalation, Far Cry 5 Gaming (Mobile): PUBG Mobile

Kami juga menggunakan metode pengujian yang sama untuk semua gadget. Meski di pasar tersedia beragam perangkat lunak untuk benchmark, kami hanya memilih dua berdasarkan reputasi mereka yang diakui secara internasional, 3DMark dan PCMark 2.0.

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi