Pendapatan HTC Turun Sampai 80%
HTC baru saja merilis laporan pendapatan tanpa proses edit untuk bulan September 2018.
Jakarta: HTC baru saja merilis laporan pendapatan tanpa proses edit untuk bulan September 2018.

Seperti yang diprediksi banyak pihak, perusahaan berbasis di Taiwan ini tidak menampilkan indikasi terkait dengan peningkatan pendapatan.

Pendapatan pada bulan September 2018 ini mencapai USD40,64 juta (615,8 miliar), mewakili tidak hanya penurunan sebesar 9,57 persen jika dibandingkan dengan bulan sebelumnya dengan pendapatan sebesar USD45,21 juta (Rp680,04 miliar), juga 80,71 persen jika dibandingkan dengan tahun sebelumnya.


Persentase tersebut mengindikasikan penurunan pendapatan terbesar dalam sejarah HTC dan mewakili pendapatan terendah baru untuk perusahaan tersebut. Dengan mengobservasi tahun 2018 secara keseluruhan, pendapatan HTC saat ini bernilai USD634,18 juta (Rp9,6 triliun).

Jumlah ini lebih rendah sebesar 57 persen jika dibandingkan dengan pendapatan senilai USD1,5 miliar (Rp22,7 triliun) yang dilaporkan pada tahun lalu. Angka ini diterjemahkan sebagai kerugian mencapai USD1 miliar (Rp15,1 triliun) untuk tahun ini.

Pada awal musim panas lalu, HTC mengumumkan keputusannya merumahkan 1.500 pegawai dari unit produksi untuk mengurangi biaya produksi dan menyederhanakan manajemen unit smartphone dan VR. Kala itu, HTC mengklaim bahwa proses ini akan diselesaikan pada akhir bulan September.

Hal tersebut berarti bahwa dampak finansial positif diperkirakan akan mulai diperoleh HTC pada bulan Oktober ini. Sementara itu, Founder dan pemimpin HTC Wang Xuehong baru-baru ini menyatakan bahwa HTC akan lebih terfokus pada pasar teknologi Augmented Reality (AR) atau Virtual Reality (VR).



(MMI)

Dapatkan berita terbaru dari kami.

Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

Powered by Medcom.id

Bagaimana Kami Menguji

Kami menguji produk dengan subjektif karena mengutamakan pengalaman penggunaan. Meski demikian, kesimpulan yang kami ambil juga didasari sejumlah data dari perangkat lunak tertentu yang kami gunakan untuk melihat kinerja produk.

Khusus untuk menguji perangkat keras dan perangkat lunak komputer, kami menggunakan konfigurasi yang identik untuk tiap produk. Berikut komponen testbed resmi Medcom.id

Hardware

  • Prosesor : Intel Core i7-8700K, AMD Ryzen 7 2700X
  • Motherboard : ASUS Z370-A Prime, MSI X470 Gaming Plus
  • RAM : Apacer Panther RAGE 2400 MHz (2x 8GB)
  • VGA : Colorful GTX 1070 X-Top-8G, ASUS ROG Strix RX Vega 64 8G
  • Pendingin : Noctua NH-U21S
  • Storage : Apacer Panther AS340 240GB, Seagate Barracuda 8TB
  • PSU : Corsair RM 850X
  • Monitor : ASUS PB287Q 4K, ASUS MZ27AQ
  • Mouse : Corsair Dark Core SE, Corsair Scimitar Pro
  • Mousepad : Corsair MM1000 Qi, Corsair MM800 Polaris
  • Keyboard : Corsair K63 Wireless, Corsair K70 RGB MK.2 SE
  • Headset : Corsair HS60, Corsair HS70

Software

Performa dan Baterai: PCMark 8, 3DMark, Crystal Disk Mark, CineBench R15 Gaming (PC): The Witcher 3: Wild Hunt, Ashes of Singularity - Escalation, Far Cry 5 Gaming (Mobile): PUBG Mobile

Kami juga menggunakan metode pengujian yang sama untuk semua gadget. Meski di pasar tersedia beragam perangkat lunak untuk benchmark, kami hanya memilih dua berdasarkan reputasi mereka yang diakui secara internasional, 3DMark dan PCMark 2.0.