Ilustrasi.
Ilustrasi.

Celah Keamanan Router Wi-Fi Berusia 16 Tahun ‘WPSplinter’ Bisa Bocorkan Password

Cahyandaru Kuncorojati • 26 Oktober 2026 11:40
Ringkasnya gini..
  • WPSplinter mengeksploitasi celah perangkat lunak Wi-Fi Broadcom yang telah ada sejak setidaknya 2010.
  • Router yang diambil alih dapat membuka risiko pencurian kata sandi dan pengalihan pengguna ke situs palsu.
  • Pengguna disarankan menonaktifkan WPS, memeriksa perangkat terhubung, dan menanyakan pembaruan firmware kepada ISP.
Jakarta: Router Wi-Fi di rumah berpotensi dibobol melalui celah keamanan lama yang memungkinkan penyerang mencuri kata sandi jaringan tanpa harus mengetahuinya terlebih dahulu. Kerentanan bernama WPSplinter ini ditemukan pada perangkat lunak Wi-Fi Broadcom yang telah memiliki kelemahan sejak setidaknya 2010.

Peneliti keamanan Quentin Kaiser mendemonstrasikan bagaimana celah tersebut dapat dimanfaatkan oleh orang yang berada dalam jangkauan sinyal Wi-Fi untuk mengambil alih router. Artinya, seseorang tidak harus terhubung ke jaringan terlebih dahulu untuk memulai serangan.

Bagi pengguna internet rumahan di Indonesia, temuan ini menjadi pengingat bahwa keamanan Wi-Fi tidak hanya bergantung pada kuatnya kata sandi. Perangkat lunak router, pembaruan firmware, dan fitur yang diaktifkan juga berpengaruh terhadap perlindungan jaringan.
 

Bagaimana WPSplinter Bisa Membobol Router Wi-Fi?

Dikutip dari laporan situs keamanan siber allaboutcookies.org, WPSplinter berkaitan dengan WPS (Wi-Fi Protected Setup), fitur yang memudahkan pengguna menghubungkan perangkat ke router tanpa perlu mengetikkan kata sandi Wi-Fi. Pada sejumlah router, pengguna cukup menekan tombol WPS untuk memulai proses penyambungan.

Agar fitur tersebut berfungsi, router harus memproses pesan dari perangkat yang belum terhubung ke jaringan. Proses inilah yang menjadi titik lemah dalam perangkat lunak Broadcom yang diteliti Kaiser.
 
Sebagian pesan pengaturan dikirim dalam beberapa bagian yang kemudian disusun kembali oleh router. Kaiser menemukan bahwa pesan yang dirancang secara khusus dapat mengeksploitasi proses tersebut untuk mengakses informasi internal yang semestinya tidak terbuka, bahkan berpotensi membuat router menjalankan kode milik penyerang.

Dalam demonstrasinya, Kaiser berhasil mengambil kata sandi Wi-Fi dari penyimpanan internal router Orange Belgium. Pada router Proximus, ia juga menunjukkan cara memperoleh akses jarak jauh ke baris perintah perangkat.

Kedua demonstrasi tersebut memperlihatkan bahwa masalahnya bukan sekadar orang asing menggunakan jaringan tanpa izin. Jika router berhasil dikuasai, penyerang berpotensi memiliki kendali lebih besar atas lalu lintas data yang melewati perangkat tersebut.
 

Apa Risikonya Jika Router Berhasil Dikuasai?

Router berfungsi sebagai penghubung perangkat di rumah dengan internet. Ketika perangkat ini berada di bawah kendali pihak lain, risikonya dapat menjangkau aktivitas digital penghuni rumah.

Penyerang berpotensi mengarahkan pengguna ke situs palsu yang menyerupai halaman perbankan, email, atau layanan belanja. Jika korban memasukkan informasi akun di halaman tersebut, data yang diberikan dapat disalahgunakan.

Perangkat lain yang terhubung ke jaringan, seperti laptop, printer, kamera keamanan, dan perangkat rumah pintar, juga berpotensi menghadapi risiko tambahan, terutama jika perlindungannya lemah. Namun, keberhasilan serangan terhadap router tidak otomatis berarti seluruh perangkat tersebut telah diretas.

Ada batasan penting yang perlu dipahami: WPSplinter bukan serangan yang bisa dilancarkan begitu saja dari sembarang tempat melalui internet. Penyerang perlu berada dalam jangkauan Wi-Fi router, meskipun menurut Kaiser serangan dapat dilakukan dari jarak yang lebih jauh dalam kondisi tertentu.
 

Mengapa Celah Ini Bisa Bertahan Selama Bertahun-tahun?

Menurut penjelasan Kaiser, Broadcom telah mengetahui masalah tersebut setidaknya sejak 2018 dan pernah merilis perbaikan yang ternyata belum menyelesaikan seluruh kelemahan. Broadcom kemudian merekomendasikan migrasi ke implementasi sumber terbuka bernama hostapd untuk menggantikan komponen yang rentan.

Namun, router lama yang menggunakan sistem eCos tidak memiliki jalur migrasi ke versi perangkat lunak baru tersebut. Pada platform Linux, perbaikan bergantung pada keputusan masing-masing produsen perangkat.
 
Kaiser memperkirakan setidaknya 1,5 juta router di Belgia berpotensi terdampak, berdasarkan data operator dan model perangkat. Angka itu merupakan estimasi untuk Belgia, bukan jumlah perangkat rentan di seluruh dunia.
 

Cara Mengamankan Router Wi-Fi di Rumah

Pengguna dapat mengambil beberapa langkah pencegahan sambil menunggu kepastian dari penyedia internet atau produsen router.

Pertama, nonaktifkan WPS melalui halaman pengaturan router jika fitur tersebut tersedia. Langkah ini dapat mengurangi risiko yang berkaitan dengan jalur serangan WPSplinter, tetapi bukan pengganti perbaikan perangkat lunak.

Kedua, periksa daftar perangkat yang terhubung ke Wi-Fi. Jika menemukan perangkat asing, selidiki terlebih dahulu sebelum memutus koneksinya. Ganti kata sandi Wi-Fi apabila ada indikasi akses tanpa izin, tetapi ingat bahwa pergantian kata sandi saja tidak memperbaiki celah pada router.

Ketiga, hubungi penyedia layanan internet untuk menanyakan apakah model router yang digunakan terdampak dan apakah pembaruan firmware atau mitigasi lain tersedia. Pengguna juga sebaiknya memperbarui sistem operasi dan aplikasi pada perangkat yang terhubung.

Terakhir, pastikan situs yang digunakan memakai HTTPS. VPN tepercaya dapat membantu mengenkripsi lalu lintas antara perangkat dan server VPN, tetapi tidak memperbaiki kerentanan router itu sendiri.
 

Jadikan Medcom.id sumber informasi pilihan Anda

(MMI)




TERKAIT

BERITA LAINNYA