Ilustrasi: Istimewa
Ilustrasi: Istimewa

Deteksi Pengambilalihan Akun Perbankan Bisa Meningkat Hingga 10 Kali Lipat

Mohamad Mamduh • 13 Oktober 2026 16:03
Ringkasnya gini..
  • Di tengah pesatnya pertumbuhan industri perbankan digital Indonesia, modus kejahatan siber bergerak semakin canggih.
  • Proses identifikasi tindakan fraud juga dapat dilakukan 95% lebih cepat dibandingkan sebelumnya.
  • Fondasi utama teknologi ini bertumpu pada Device ID, yang diklaim sanggup mengidentifikasi setiap perangkat fisik secara unik dengan akurasi melebihi 99,9%.
Jakarta: Krom Bank, anak perusahaan Kredivo Group, resmi menjalin kolaborasi strategis dengan platform fraud intelligence berbasis perangkat Shield. Kemitraan ini bertujuan untuk memperkuat sistem pertahanan perbankan digital dari ancaman serangan pengambilalihan akun (account takeover/ATO) serta mengidentifikasi praktik berbagi akun terlarang.

Di tengah pesatnya pertumbuhan industri perbankan digital Indonesia, modus kejahatan siber bergerak semakin canggih. Para pelaku penipuan kerap memanfaatkan aplikasi palsu yang menyerupai lembaga tepercaya atau layanan publik—seperti Identitas Kependudukan Digital—yang disebarkan melalui platform pesan instan.

Setelah korban mengunduh aplikasi tersebut, peretas mengambil alih sesi aktif menggunakan fitur pengoperasian jarak jauh dan pemutaran layar (screen-sharing). Ditambah lagi, penggunaan teknologi berbasis kecerdasan buatan (AI) seperti deepfakes dan rekayasa sosial kian memperbesar risiko keamanan finansial masyarakat.

Menjawab tantangan tersebut, Krom Bank mengintegrasikan solusi Device-First Fraud Intelligence ke dalam framework pencegahan kejahatan siber mereka. Solusi ini memberikan visibilitas secara real-time terhadap perilaku perangkat sepanjang sesi transaksi, mulai dari login hingga logout, tanpa mengganggu kenyamanan transaksi para nasabah.

Melalui integrasi platform ini, Krom Bank mengklaim berhasil mencatatkan peningkatan performa keamanan yang sangat signifikan. Seluruh upaya screen sharing atau pemutaran layar ilegal kini berhasil terdeteksi hingga 100%.

Selain itu, kemampuan pendeteksian serangan pengambilalihan akun meningkat hingga 10 kali lipat, sementara pendeteksian praktik berbagi akun terlarang melonjak hingga 50 kali lipat. Proses identifikasi tindakan fraud juga dapat dilakukan 95% lebih cepat dibandingkan sebelumnya.

Fondasi utama teknologi ini bertumpu pada Device ID, yang diklaim sanggup mengidentifikasi setiap perangkat fisik secara unik dengan akurasi melebihi 99,9%. Identifikasi tetap dapat dilakukan meski perangkat telah dikembalikan ke setelan pabrik (factory reset) atau aplikasi dikloning. Sistem ini juga dilengkapi lebih dari 20 indikator risiko real-time untuk memblokir berbagai alat peretasan berbahaya secara instan.

Co-Founder & CTO Krom Bank, Tan Alie, menyatakan bahwa perlindungan statis seperti app hardening tidak lagi memadai untuk menangani ancaman kejahatan siber berbasis AI yang kian dinamis. Kehadiran solusi ini menjadi lapisan pertahanan krusial untuk menghentikan teknologi fraud sejak dini tanpa mengorbankan privasi nasabah.

Jadikan Medcom.id sumber informasi pilihan Anda

(MMI)




TERKAIT

BERITA LAINNYA