Perusahaan teknologi asal Amerika Serikat ini menjelaskan bahwa pengalaman baru tersebut menghubungkan berbagai alat kerja dengan kemampuan AI untuk membantu pengguna membangun, menyesuaikan, dan menjalankan solusi AI.
Home dan Code akan mulai tersedia melalui program Frontier dalam beberapa pekan mendatang, sedangkan Autopilot akan diperluas ke tahap private preview pada akhir bulan September.
Home Satukan Chat dan Cowork
Home menjadi halaman awal baru di aplikasi Copilot. Fitur ini menyatukan Chat dan Cowork dalam satu pengalaman sehingga pengguna dapat melihat aktivitas terbaru, memperoleh rekomendasi mengenai hal yang dapat dikerjakan Copilot, serta melanjutkan pekerjaan sebelumnya.Microsoft membedakan fungsi Chat dan Cowork berdasarkan jenis pekerjaan. Chat ditujukan untuk kebutuhan percakapan seperti mencari informasi, mengajukan pertanyaan, membuat draf, dan memperoleh pembaruan.
Sementara itu, Cowork digunakan untuk pekerjaan yang didelegasikan kepada Copilot. Pengguna cukup menentukan tugas, kemudian Copilot menjalankannya dari awal hingga menghasilkan pekerjaan yang dapat ditinjau dan dikembangkan lebih lanjut.
Microsoft juga menyatakan bahwa pengguna nantinya tidak perlu menentukan mode secara manual. Copilot akan dapat memahami kebutuhan pengguna dan mengarahkan pekerjaan ke Chat, Cowork, atau Code sesuai kemampuan yang diperlukan.
Melalui Office in Copilot, Microsoft turut menghadirkan kemampuan Word, Excel, dan PowerPoint ke dalam pengalaman Copilot. Pengguna dapat meminta Copilot membuat atau memperbarui dokumen, lembar kerja, dan presentasi yang tetap dapat diedit.
Perubahan tersebut juga dapat disinkronkan dengan aplikasi Office sehingga pekerjaan dapat dilanjutkan tanpa harus memindahkan konteks secara manual.

Code Bantu Pengguna Membuat Solusi
Kemampuan kedua adalah Code, dirancang agar pembuatan solusi berbasis perangkat lunak tidak hanya ditujukan bagi pengembang. Microsoft memungkinkan pengguna mendeskripsikan aplikasi, tracker, dashboard, otomatisasi, atau alur kerja menggunakan bahasa natural.Copilot kemudian menentukan pendekatan dan membangun solusi berdasarkan kebutuhan tersebut. Solusi yang dibuat dapat berupa desktop widget, interactive dashboard, hingga aplikasi internal berbasis cloud yang dapat dibagikan kepada anggota tim.
Microsoft menyebut Code menggunakan teknologi dasar yang sama dengan GitHub Copilot dan berjalan dalam lingkungan sandbox. Solusi tersebut juga dapat di-host secara aman di dalam tenant organisasi.
Microsoft juga memperkenalkan Copilot Managed Runtime, infrastruktur untuk menjalankan kode secara aman di lingkungan Microsoft 365 perusahaan. Infrastruktur tersebut berada dalam pengelolaan IT, tetapi memungkinkan pengguna membagikan aplikasi kepada rekan kerja, menghubungkannya dengan data secara langsung, serta mengaksesnya dari berbagai tempat.
Code akan masuk ke program Frontier pada akhir September dan ditargetkan tersedia lebih luas dalam beberapa pekan berikutnya. Microsoft juga menyebut fitur tersebut akan hadir dalam tahap preview bagi pelanggan Microsoft 365 Premium dan Pro pada akhir tahun 2026.
Autopilot Bekerja Secara Proaktif
Kemampuan ketiga adalah Autopilot, agen digital yang sebelumnya memiliki nama Scout. Berbeda dari pengalaman Copilot yang menunggu instruksi, Autopilot dirancang untuk terus bekerja berdasarkan tujuan dan batasan yang diberikan pengguna.Pengguna dapat memberikan nama, peran, dan tujuan kepada Autopilot. Agen tersebut kemudian dapat memantau kanal, menindaklanjuti percakapan, menjalankan pekerjaan berulang, serta melanjutkan proyek setelah beberapa hari tanpa harus menerima perintah baru setiap kali.
Microsoft memberikan contoh penggunaan untuk mengelola proses evaluasi pemasok. Autopilot dapat membantu membuat jadwal dan rencana kerja, mempersiapkan pertemuan, melakukan tindak lanjut, hingga meminta pembaruan dari pihak terkait.
Agen ini berjalan di cloud sehingga pekerjaan dapat tetap berlangsung ketika pengguna tidak sedang berada di depan perangkat. Autopilot berada di dalam tenant organisasi dengan identitas, memori, komputer, dan ruang kerja miliknya.
Microsoft IQ menjadi bagian dari fondasinya agar agen memahami konteks organisasi. Autopilot juga dapat digunakan melalui Teams, Outlook, percakapan, kanal, dan dokumen, dengan mekanisme izin, audit, serta tata kelola organisasi.
Selain tiga kemampuan tersebut, Microsoft memperluas konteks bisnis Copilot melalui Microsoft IQ. Fabric IQ membawa konteks dari data organisasi, termasuk model semantik di Power BI, ke dalam Copilot. Microsoft juga memperluas integrasi dengan data dan alur kerja dari Dynamics 365 serta Power Platform.
Microsoft turut memperkenalkan kemampuan FinOps for AI untuk membantu organisasi mengelola pengeluaran AI. Pengelolaan biaya tersebut mencakup kebijakan penggunaan, permintaan kredit, pilihan keluarga model, serta pemantauan penggunaan. Pengguna juga dapat melihat penggunaan kredit, saldo tersisa, dan riwayat penggunaan langsung dari Copilot.
Dengan pembaruan ini, Microsoft menempatkan Copilot sebagai satu tempat untuk melakukan percakapan, mendelegasikan pekerjaan, membuat solusi, dan menjalankan otomatisasi. Perusahaan menyatakan kemampuan baru tersebut mulai digulirkan melalui program Frontier, dengan fitur tambahan yang akan hadir secara bertahap.