SKYY Network dan Grab Indonesia menguji pengiriman makanan menggunakan drone di Bali selama tiga bulan dengan model logistik hybrid.
SKYY Network dan Grab Indonesia menguji pengiriman makanan menggunakan drone di Bali selama tiga bulan dengan model logistik hybrid.

Drone Antar Makanan Mulai Diuji, Grab dan SKYY Network Cari Model Logistik Hybrid

Cahyandaru Kuncorojati • 06 Oktober 2026 10:01
Ringkasnya gini..
  • SKYY Network, Grab Indonesia, Nuanu, dan Café del Mar menguji pengiriman makanan menggunakan drone di Bali.
  • Drone tidak menggantikan kurir, tetapi menangani bagian perjalanan tertentu dalam model logistik hybrid.
  • Uji coba tiga bulan menguji keselamatan, regulasi, infrastruktur, pengalaman pelanggan, dan kesiapan operasional.
Jakarta: Pengiriman makanan menggunakan drone mulai diuji dalam kondisi nyata di Bali. SKYY Network, Nuanu Creative City, Café del Mar Bali, dan Grab Indonesia menjalankan proyek percontohan selama tiga bulan untuk melihat apakah teknologi drone bisa membantu proses pengantaran tanpa harus menggantikan peran kurir manusia.

Proyek yang dimulai pada 5 Oktober 2026 ini menggunakan Nuanu Creative City sebagai lingkungan pengujian, sementara Café del Mar Bali berfungsi sebagai salah satu hub pengiriman.

Fokusnya bukan langsung membuat layanan drone tersedia secara luas, melainkan menguji kesiapan infrastruktur, operasional, keselamatan, pengalaman pelanggan, hingga integrasinya dengan sistem pengiriman yang sudah berjalan. 

Ada alasan Bali dipilih sebagai lokasi pengujian. Wilayah ini dinilai menawarkan kombinasi kondisi geografis, kepadatan kawasan, serta cuaca yang dinamis.

Penerbangan drone juga dilakukan dalam wilayah udara terkendali yang berkaitan dengan Bandara Internasional I Gusti Ngurah Rai, sehingga proyek ini sekaligus menguji bagaimana operasi drone dapat berjalan berdampingan dengan kebutuhan penerbangan lain.
 

Bukan Sekadar Mengganti Kurir dengan Drone

Hal yang menarik dari proyek ini justru terletak pada model operasionalnya. Drone tidak dirancang untuk mengambil alih seluruh proses pengiriman makanan.

Pelanggan tetap memesan melalui aplikasi Grab, merchant menyiapkan makanan, sedangkan operator terlatih mengelola penerbangan drone. Driver-Partner Grab tetap terlibat, terutama dalam tahap pengiriman terakhir kepada pelanggan. 

Model tersebut memungkinkan drone menangani bagian perjalanan tertentu yang dianggap lebih panjang atau menantang. Jika berhasil, teknologi ini berpotensi membantu mengurangi waktu transit pada segmen tertentu, sementara Driver-Partner tetap menjadi bagian penting dari rantai pengiriman.

Prisca Yosevine, Bali Nusra Region Operational Head, Grab Indonesia, menegaskan bahwa teknologi tersebut bukan ditujukan untuk menghilangkan peran pengemudi.

“Grab Indonesia selalu terbuka terhadap inovasi yang dapat melengkapi layanan kami. Melalui proyek percontohan ini, kami ingin memahami secara bertahap bagaimana teknologi drone dapat berinteraksi dengan ekosistem pengiriman lokal,” ungkapnya.

“Teknologi ini tidak dimaksudkan untuk menggantikan Driver-Partner kami, tetapi melengkapi peran mereka dan membantu kami mengeksplorasi model logistik hybrid yang lebih efisien,” jelas Prisca.

“Mendapatkan pemahaman ini secara bertanggung jawab sangat penting, dengan keselamatan, kepatuhan terhadap regulasi, pengalaman pelanggan, serta peran penting Driver-Partner tetap menjadi perhatian utama,” imbuhnya.
 

Bali Jadi Laboratorium Teknologi Drone

Bagi SKYY Network, proyek ini merupakan deployment logistik drone pertamanya di Indonesia. Perusahaan membawa pengalaman operasi BVLOS (Beyond Visual Line of Sight) dari sejumlah negara, termasuk jaringan logistik drone di Eropa.

Operasi di Bali dikelola menggunakan platform SkyyOS yang menampilkan posisi drone dan informasi lalu lintas secara real-time kepada pengguna ruang udara lain. 

Rory Houston, CEO SKYY Network, melihat kondisi Bali sebagai tantangan baru karena teknologi yang sebelumnya digunakan untuk pengiriman medis kini diterapkan pada pengiriman makanan.

“Bali menghadirkan tantangan yang berbeda dari apa yang telah kami bangun di jaringan kami di Eropa, beralih dari pengiriman medis ke pengiriman makanan, sekaligus beroperasi di ruang udara terkendali yang berdekatan dengan lalu lintas Bandara Internasional Ngurah Rai, menguji sistem kami dengan cara baru,” kata Rory.

“Bersama Nuanu Creative City, Café del Mar Bali, dan Grab Indonesia, kami menggunakan proyek percontohan ini untuk memahami bagaimana pengiriman menggunakan drone dapat diterapkan secara bertanggung jawab, aman, dan dengan cara yang melengkapi ekosistem pengiriman yang sudah ada,” tutur Rory.

Nuanu sendiri menempatkan proyek ini sebagai ruang eksperimen teknologi dalam lingkungan kehidupan sehari-hari. Lev Kroll, CEO Nuanu Creative City, bahkan menekankan bahwa proyek ini tidak bertujuan membuktikan drone sebagai solusi untuk semua kebutuhan.

Hasil uji coba tiga bulan ini nantinya diharapkan memberikan gambaran lebih konkret mengenai batas kemampuan drone, kebutuhan infrastrukturnya, serta posisi teknologi tersebut dalam model logistik hybrid di Indonesia.
 

Jadikan Medcom.id sumber informasi pilihan Anda

(MMI)




TERKAIT

BERITA LAINNYA