Jakarta: Dalam ajang Advancing AI 2026, AMD secara resmi meluncurkan AMD Helios, sebuah platform infrastruktur rackscale AI yang dirancang untuk kebutuhan frontier AI, inferensi skala besar, dan pelatihan model dasar. Langkah strategis ini diambil AMD untuk memenuhi permintaan industri yang kian melonjak terhadap efisiensi, performa, dan skalabilitas dalam pembangunan pusat data AI modern.
AMD Helios hadir sebagai jawaban atas tantangan kompleksitas pembangunan infrastruktur AI. Platform ini menggabungkan berbagai komponen teknologi terdepan milik AMD ke dalam satu arsitektur rackscale yang terpadu.
Komponen tersebut meliputi GPU AMD Instinct generasi ke-5, CPU server AMD EPYC generasi ke-6, perangkat lunak AMD ROCm, serta teknologi jaringan AMD Pensando. Dengan pendekatan ini, AMD tidak hanya menyediakan komponen individu, melainkan membangun fondasi infrastruktur yang lebih sederhana dalam penyebaran (deployment) namun sangat kuat dalam performa.
Platform ini didesain dengan fleksibilitas tinggi, memungkinkan perusahaan untuk meningkatkan kapasitas dari satu rack saja hingga mencapai klaster AI berskala gigawatt. Skalabilitas ini sangat krusial bagi penyedia layanan AI yang membutuhkan konsistensi performa di tengah beban kerja yang terus berkembang.
AMD mengklaim bahwa Helios menghadirkan performa komputasi kelas exaflop. Secara spesifik, satu rack Helios mampu memberikan performa puncak hingga 2,9 exaflop untuk FP4 dan 1,4 exaflop untuk FP8. Selain itu, sistem ini dibekali dengan kapasitas memori HBM4 sebesar 31 terabyte dan bandwidth memori mencapai 1,7 petabyte per detik.
Dalam perbandingannya dengan solusi kompetitif utama di pasar, AMD Helios menunjukkan keunggulan yang signifikan. Platform ini menawarkan performa FP4 puncak 15% lebih tinggi, kapasitas memori HBM 50% lebih besar, serta bandwidth HBM 6% lebih tinggi. Yang paling menarik bagi para pelaku industri adalah efisiensi biaya yang ditawarkan; AMD Helios mampu menghasilkan token per dolar hingga 30% lebih banyak dibandingkan solusi pesaing. Hal ini memberikan keuntungan ekonomi yang nyata bagi pelanggan dalam mengelola biaya operasional infrastruktur AI mereka.
Selain performa, AMD menegaskan komitmennya terhadap ekosistem terbuka. Helios menggunakan teknologi UALink melalui Ethernet (UALoE) dan mendukung standar Ethernet yang selaras dengan Ultra Ethernet Consortium.
Ini memastikan bahwa infrastruktur AI yang dibangun di atas platform AMD dapat berinteraksi dengan teknologi berbasis standar terbuka lainnya, mengurangi risiko ketergantungan pada vendor tunggal (vendor lock-in). Selain itu, platform ini juga dilengkapi dengan fitur keamanan rack-scale berkonsep defense-in-depth untuk melindungi data sensitif dalam klaster AI yang luas.
Vamsi Boppana, Senior Vice President of AI di AMD, menyatakan bahwa platform ini memberikan fleksibilitas yang dibutuhkan pelanggan untuk mempercepat inferensi skala besar dan pelatihan model AI di masa depan.
Jadikan Medcom.id sumber informasi pilihan Anda
FOLLOW US
Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan