Pembaruan MoU ini menandai babak baru kolaborasi kedua pihak, seiring meningkatnya kompleksitas ancaman siber di era transformasi digital.
Dalam kerja sama terbaru ini, Kaspersky dan BSSN akan memperdalam kolaborasi di empat bidang utama, yakni kebijakan keamanan siber, kerja sama internasional, kolaborasi teknis, serta inisiatif peningkatan kapasitas dan kesadaran publik.
Kolaborasi ini mencakup pertukaran intelijen ancaman, penelitian keamanan, hingga program pelatihan untuk meningkatkan kemampuan sumber daya manusia di bidang siber.
Director of Government Affairs and Public Policy Asia Pasifik dan Jepang Kaspersky, Heng Lee, menegaskan pentingnya kerja sama ini dalam menghadapi tantangan keamanan digital yang semakin kompleks.
“Kami merasa terhormat untuk meresmikan kerja sama Kaspersky selanjutnya dengan BSSN, pada kesempatan penting yaitu peringatan ke-80 tahun BSSN. BSSN telah berada di garis depan kepemimpinan pemikiran keamanan siber, dengan memberikan panduan tentang isu-isu strategis seperti kriptografi pasca-kuantum kepada industri,” tuturnya.
“Dengan memanfaatkan keahlian global kami, kami berharap dapat berkontribusi secara berarti untuk lingkungan digital yang lebih aman dan tangguh di Indonesia,” ujar Heng lee.
Senada, Deputi Kebijakan Strategi Keamanan Siber dan Kriptografi BSSN, R. Tjahjo Khurniawan, menilai kemitraan ini penting untuk memperkuat kesiapan menghadapi ancaman siber.
“Kaspersky telah menunjukkan komitmen yang mendalam terhadap pasar Indonesia dan kami menghargai kemitraan BSSN dengan Kaspersky,” ungkap Tjahjo.
“Karena tantangan keamanan siber menjadi semakin kompleks dan beragam, kami berharap dapat bergabung untuk meningkatkan kesadaran dan membangun generasi baru ahli yang dapat menanggapi tantangan ini,” jelasnya.
Managing Director Kaspersky Asia Pasifik, Adrian Hia, juga menambahkan bahwa kolaborasi ini akan berfokus pada penguatan kapasitas jangka panjang.
Adrian menegaskan bahwa seiring Indonesia terus mempercepat transformasi digitalnya, penguatan ketahanan siber menjadi semakin penting. Dia menyebut perusahaannya bangga memperbarui kolaborasi kami dengan BSSN melalui MoU ini, memperkuat komitmen bersama kami untuk memajukan lanskap keamanan siber Indonesia.
“Ke depannya, kolaborasi ini akan memungkinkan kami untuk berinvestasi dalam pengembangan keterampilan, pengetahuan, dan kerangka kerja yang akan mendukung ketahanan siber negara ini bahkan untuk tahun-tahun mendatang,” kata Adrian.
Kaspersky mencatat bahwa sepanjang 2025 terdapat lebih dari 14,9 juta serangan berbasis internet yang menargetkan pengguna di Indonesia. Angka ini menunjukkan urgensi penguatan sistem keamanan siber nasional.
Cek Berita dan Artikel yang lain di
Google News