Hasil Laporan Keuangan Samsung Mengecewakan
Pendapatan Samsung lebih rendah dari perkiraan.
Jakarta: Sementara kebanyakan perusahaan pembuat smartphone telah mengalami dampak dari melambatnya pertumbuhan penjualan smartphone sejak beberapa bulan lalu, Samsung berhasil mempertahankan pendapatan mereka. Namun, kini tidak lagi.

Samsung melaporkan bahwa pendapatan operasional mereka naik menjadi KRW14,8 triliun (Rp190 triliun) untuk kuartal yang berakhir pada bulan Juni. Meski mengalami kenaikan, angka ini lebih rendah dari perkiraan para analis, yang mencapai KRW15,3 triliun (Rp197 triliun).

Selama 10 tahun belakangan, jumlah pengiriman smartphone memang mulai menurun. Meskipun begitu, Samsung selalu sukses untuk memenuhi ekspektasi para analis, lapor Bloomberg. Alasannya karena tingginya permintaan akan memori.


Sekarang, penjualan Galaxy S9 yang mulai menurun mulai memengaruhi keuangan perusahaan asal Korea Selatan itu, meski mereka tetap mendominasi di pasar DRAM dan NAND.

Penjualan layar OLED pada Apple juga lebih rendah dari harapan. Sementara pertumbuhan harga semikonduktor mulai melambat. Semua faktor ini membuat Samsung gagal memenuhi ekspektasi para analis.

"Meskipun penjualan chip terus naik, penjualan smartphone tidak terlalu baik," kata Jung Sang-jin, Fund Manager di Korea Investment Management.

"Sementara harga chip dan ponsel saling berbanding terbalik, won yang melemah mungkin akan membuat keuangan Samsung membaik pada semester dua tahun ini."

Saham Samsung turun 2,3 persen di Seoul. Ini membuat saham Samsung mencapai nilai paling rendah selama lima bulan.



(MMI)

Bagaimana Kami Menguji

Kami menguji produk dengan subjektif karena mengutamakan pengalaman penggunaan. Meski demikian, kesimpulan yang kami ambil juga didasari sejumlah data dari perangkat lunak tertentu yang kami gunakan untuk melihat kinerja produk.

Khusus untuk menguji perangkat keras dan perangkat lunak komputer, kami menggunakan konfigurasi yang identik untuk tiap produk. Berikut komponen testbed resmi Medcom.id

Hardware

  • Prosesor: Intel Core i7-8700K, AMD Ryzen 7 2700X
  • Motherboard: ASUS PRIME Z370-A, MSI X470 Gaming Plus
  • VGA: Colorful iGame GTX 1070 X-TOP-8G, ASUS Strix Vega 64
  • RAM: Apacer Panther RAGE 2400MHz (2x8GB)
  • Penyimpanan: Apacer Panther AS340 240GB + Seagate Barracuda 8TB
  • PSU: Corsair RM850X
  • Monitor: ASUS PB287Q 4K, AOC C3583FQ
  • Mouse: Logitech G903, Logitech G603
  • Keyboard: Logitech G610 Orion, Logitech G613
  • Headset: Logitech G430, Logitech G633

Software

Performa dan Baterai: PCMark 8, 3DMark, Crystal Disk Mark, CineBench R15 Gaming (PC): The Witcher 3: Wild Hunt, Ashes of Singularity - Escalation, Far Cry 5 Gaming (Mobile): PUBG Mobile

Kami juga menggunakan metode pengujian yang sama untuk semua gadget. Meski di pasar tersedia beragam perangkat lunak untuk benchmark, kami hanya memilih dua berdasarkan reputasi mereka yang diakui secara internasional, 3DMark dan PCMark 2.0.