Facebook Bisa Larang Perusahaan Pasang Iklan

Ellavie Ichlasa Amalia 13 Juni 2018 15:38 WIB
media sosialfacebook
Facebook Bisa Larang Perusahaan Pasang Iklan
Facebook bisa melarang perusahaan dengan layanan buruk memasang iklan. (AFP PHOTO / Oli SCARFF)
Jakarta: Kini Anda bisa melayangkan protes pada toko yang barangnya Anda beli setelah mengklik iklan mereka. Jika ada cukup banyak orang yang memprotes, Facebook bisa melarang toko tersebut memasang iklan. 

Peraturan ini digulirkan mulai hari ini secara global. Melalui peraturan ini, Facebook mencoba untuk mengatasi iklan yang menyesatkan di media sosialnya. Facebook berkata, mereka mencoba untuk menghapuskan "pengalaman berbelanja yang buruk" yang bisa membuat para pembeli lari dan membuat pengguna kesal dengan Facebook. 

Menurut laporan The Verge, beberapa masalah yang menarik perhatian Facebook adalah waktu pengiriman, kualitas produk dan layanan pelanggan.


Jika perusahaan terus menerus memberikan layanan yang buruk, produk yang tidak sesuai harapan atau membuat para pelanggan kesal, mereka bisa dilarang beriklan di Facebook. 

Jika Facebook mendeteksi bahwa Anda baru membeli barang dengan mengiklan pada sebuah iklan, Anda akan mendapatkan notifikasi, meminta Anda untuk memberitahukan tentang pengalaman pembelian. 

Facebook menyebutkan, mereka akan memberitahu para pelaku bisnis jika mereka mendapat komentar negatif dan mencoba untuk mencari tahu masalah yang dikeluhkan oleh banyak pelanggan.

Jika layanan perusahaan tidak berubah bahkan setelah mendapatkan kritik, Facebook akan mulai membatasi jumlah iklan yang bisa ditampilkan oleh perusahaan itu. Dan jika layanan perusahaan tetap tidak berubah, Facebook akan melarang perusahaan beriklan.

Namun, Facebook harus berhati-hati, memastikan bahwa tidak ada perusahaan yang dilarang beriklan hanya karena protes dari beberapa pelanggan. 



(MMI)

Dapatkan berita terbaru dari kami.

Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

Powered by Medcom.id

Bagaimana Kami Menguji

Kami menguji produk dengan subjektif karena mengutamakan pengalaman penggunaan. Meski demikian, kesimpulan yang kami ambil juga didasari sejumlah data dari perangkat lunak tertentu yang kami gunakan untuk melihat kinerja produk.

Khusus untuk menguji perangkat keras dan perangkat lunak komputer, kami menggunakan konfigurasi yang identik untuk tiap produk. Berikut komponen testbed resmi Medcom.id

Hardware

  • Prosesor : Intel Core i7-8700K, AMD Ryzen 7 2700X
  • Motherboard : ASUS Z370-A Prime, MSI X470 Gaming Plus
  • RAM : Apacer Panther RAGE 2400 MHz (2x 8GB)
  • VGA : Colorful GTX 1070 X-Top-8G, ASUS ROG Strix RX Vega 64 8G
  • Pendingin : Noctua NH-U21S
  • Storage : Apacer Panther AS340 240GB, Seagate Barracuda 8TB
  • PSU : Corsair RM 850X
  • Monitor : ASUS PB287Q 4K, ASUS MZ27AQ
  • Mouse : Corsair Dark Core SE, Corsair Scimitar Pro
  • Mousepad : Corsair MM1000 Qi, Corsair MM800 Polaris
  • Keyboard : Corsair K63 Wireless, Corsair K70 RGB MK.2 SE
  • Headset : Corsair HS60, Corsair HS70

Software

Performa dan Baterai: PCMark 8, 3DMark, Crystal Disk Mark, CineBench R15 Gaming (PC): The Witcher 3: Wild Hunt, Ashes of Singularity - Escalation, Far Cry 5 Gaming (Mobile): PUBG Mobile

Kami juga menggunakan metode pengujian yang sama untuk semua gadget. Meski di pasar tersedia beragam perangkat lunak untuk benchmark, kami hanya memilih dua berdasarkan reputasi mereka yang diakui secara internasional, 3DMark dan PCMark 2.0.