HTC dilaporkan melanjutkan proses distribusi perangkat karyanya, dengan harapan untuk menutupi kerugian.
HTC dilaporkan melanjutkan proses distribusi perangkat karyanya, dengan harapan untuk menutupi kerugian.

Demi Tutup Kerugian, HTC Terus Kirim Perangkat

Lufthi Anggraeni • 08 Agustus 2018 09:23
Jakarta: Beberapa waktu lalu, HTC memiliki pangsa pasar lebih dari 10 persen dari pasar smartphone global. Namun beberapa tahun terakhir, laporan HTC menunjukan penurunan angka yang signifikan. Angka finansial terbaru HTC menampilkan bahwa perusahaannya merugi dan lebih cepat.
 
Pendapatan HTC 37.23 persen dalam satu bulan dan 77,41 persen jika dibandingkan dengan bulan Juli 2017. Jumlah pendapatan rendah tersebut juga diperoleh HTC pada bulan Agustus tahun 2003 lalu.
 
Sementara itu, total pendapatan perusahaan pada 2018 hingga saat ini mencapai USD544,6 juta (Rp7,8 triliun).

Angka pendapatan tersebut lebih rendah 54 persen jika dibandingkan dengan periode yang sama pada tahun lalu. Pendapatan HTC pada kuartal dua 2018 berjumlah sebesar USD222,2 juta (Rp3,2 triliun), dan mencatat kerugian bersih sebesar USD68,3 juta (Rp976,8 miliar).
 
Salah satu hal positif yang dilakukan HTC pada tahun 2018 adalah penjualan divisi produksi ke Google seharga USD1,1 miliar (Rp15,7 triliun).
 
Penjualan ini membantu HTC berada pada lajur finansial positif dengan keuntungan bersih sebesar USD621 juta (Rp8,9 triliun) pada pertengahan tahun pertama tahun 2018.
 
Produsen ponsel ini juga terus merilis perangkat unggulan, termasuk yang terbaru adalah U12+, meski dinilai tidak berdampak pada pasar.
 
Salah satu kontribusi positif untuk HTC dihadirkan oleh headset Virtual Reality Vive, namun industri VR belum cukup populer. Sehingga belum dapat mendorong pangsa pasar perangkatnya di seluruh dunia untuk mencapai 12 persen, agar dapat menghadirkan pendapatan yang sesuai.
 
Sebelumnya, HTC dilaporkan melanjutkan pemasaran perangkat ini dan dilaporkan berencana untuk meluncurkan U12 Life. Informasi pertama terkait dengan HTC U12 Life pada minggu lalu, kini beredar sketsa menampilkan bagian depan dan sisi belakang ponsel.
 
HTC juga mengonfirmasi bahwa perusahaannya tengah mengembangkan ponsel yang diklaim sebagai ponsel blockchain utama pertama di dunia. Perangkat misterius ini diperkirakan akan dipasarkan dengan harga sekitar USD1.000 (Rp14,4 juta).
 
Cek Berita dan Artikel yang lain di
Google News
(MMI)




TERKAIT

BERITA LAINNYA