Demi Tutup Kerugian, HTC Terus Kirim Perangkat
HTC dilaporkan melanjutkan proses distribusi perangkat karyanya, dengan harapan untuk menutupi kerugian.
Jakarta: Beberapa waktu lalu, HTC memiliki pangsa pasar lebih dari 10 persen dari pasar smartphone global. Namun beberapa tahun terakhir, laporan HTC menunjukan penurunan angka yang signifikan. Angka finansial terbaru HTC menampilkan bahwa perusahaannya merugi dan lebih cepat.

Pendapatan HTC 37.23 persen dalam satu bulan dan 77,41 persen jika dibandingkan dengan bulan Juli 2017. Jumlah pendapatan rendah tersebut juga diperoleh HTC pada bulan Agustus tahun 2003 lalu.

Sementara itu, total pendapatan perusahaan pada 2018 hingga saat ini mencapai USD544,6 juta (Rp7,8 triliun).


Angka pendapatan tersebut lebih rendah 54 persen jika dibandingkan dengan periode yang sama pada tahun lalu. Pendapatan HTC pada kuartal dua 2018 berjumlah sebesar USD222,2 juta (Rp3,2 triliun), dan mencatat kerugian bersih sebesar USD68,3 juta (Rp976,8 miliar).

Salah satu hal positif yang dilakukan HTC pada tahun 2018 adalah penjualan divisi produksi ke Google seharga USD1,1 miliar (Rp15,7 triliun).

Penjualan ini membantu HTC berada pada lajur finansial positif dengan keuntungan bersih sebesar USD621 juta (Rp8,9 triliun) pada pertengahan tahun pertama tahun 2018.

Produsen ponsel ini juga terus merilis perangkat unggulan, termasuk yang terbaru adalah U12+, meski dinilai tidak berdampak pada pasar.

Salah satu kontribusi positif untuk HTC dihadirkan oleh headset Virtual Reality Vive, namun industri VR belum cukup populer. Sehingga belum dapat mendorong pangsa pasar perangkatnya di seluruh dunia untuk mencapai 12 persen, agar dapat menghadirkan pendapatan yang sesuai.

Sebelumnya, HTC dilaporkan melanjutkan pemasaran perangkat ini dan dilaporkan berencana untuk meluncurkan U12 Life. Informasi pertama terkait dengan HTC U12 Life pada minggu lalu, kini beredar sketsa menampilkan bagian depan dan sisi belakang ponsel.

HTC juga mengonfirmasi bahwa perusahaannya tengah mengembangkan ponsel yang diklaim sebagai ponsel blockchain utama pertama di dunia. Perangkat misterius ini diperkirakan akan dipasarkan dengan harga sekitar USD1.000 (Rp14,4 juta).



(MMI)

metro tv
  • Opsi Opsi
  • kick andy Kick Andy
  • economic challenges Economic Challenges
  • 360 360

Dapatkan berita terbaru dari kami.

Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

Powered by Medcom.id

Bagaimana Kami Menguji

Kami menguji produk dengan subjektif karena mengutamakan pengalaman penggunaan. Meski demikian, kesimpulan yang kami ambil juga didasari sejumlah data dari perangkat lunak tertentu yang kami gunakan untuk melihat kinerja produk.

Khusus untuk menguji perangkat keras dan perangkat lunak komputer, kami menggunakan konfigurasi yang identik untuk tiap produk. Berikut komponen testbed resmi Medcom.id

Hardware

  • Prosesor : Intel Core i7-8700K, AMD Ryzen 7 2700X
  • Motherboard : ASUS Z370-A Prime, MSI X470 Gaming Plus
  • RAM : Apacer Panther RAGE 2400 MHz (2x 8GB)
  • VGA : Colorful GTX 1070 X-Top-8G, ASUS ROG Strix RX Vega 64 8G
  • Pendingin : Noctua NH-U21S
  • Storage : Apacer Panther AS340 240GB, Seagate Barracuda 8TB
  • PSU : Corsair RM 850X
  • Monitor : ASUS PB287Q 4K, ASUS MZ27AQ
  • Mouse : Corsair Dark Core SE, Corsair Scimitar Pro
  • Mousepad : Corsair MM1000 Qi, Corsair MM800 Polaris
  • Keyboard : Corsair K63 Wireless, Corsair K70 RGB MK.2 SE
  • Headset : Corsair HS60, Corsair HS70

Software

Performa dan Baterai: PCMark 8, 3DMark, Crystal Disk Mark, CineBench R15 Gaming (PC): The Witcher 3: Wild Hunt, Ashes of Singularity - Escalation, Far Cry 5 Gaming (Mobile): PUBG Mobile

Kami juga menggunakan metode pengujian yang sama untuk semua gadget. Meski di pasar tersedia beragam perangkat lunak untuk benchmark, kami hanya memilih dua berdasarkan reputasi mereka yang diakui secara internasional, 3DMark dan PCMark 2.0.