Kominfo dan BRTI akan mengundang operator seluler guna mengevaluasi SOP layanannya.
Kominfo dan BRTI akan mengundang operator seluler guna mengevaluasi SOP layanannya.

Kemenkominfo Segera Undang Operator Bahas SOP Pergantian Kartu

Teknologi kominfo teknologi telekomunikasi
Lufthi Anggraeni • 22 Januari 2020 16:01
Jakarta: Insiden pembobolan kartu SIM yang berujung pada pembobolan rekening bank wartawan senior Ilham Bintang telah didengar oleh Kementerian Komunikasi dan Informatika (Kominfo) serta Badan Regulasi Regulasi Telekomunikasi Indonesia (BRTI).
 
“Kasus ini adalah hasil dari kebocoran rangkaian informasi, dan pembobolan SIM card bukan satu-satunya pemicu kasus. Kasus ini jadi pembelajaran tidak hanya untuk operator, tapi juga bank dan pihak terkait, untuk lebih berhati-hati lagi,” ujar Direktur Jenderal Aplikasi Informatika Semuel Abrijani Pangerapan.
 
Kominfo dan BRTI menyebut telah mengeluarkan surat edaran untuk mengingatkan operator seluler agar lebih berhati-hati dalam melaksanakan registrasi dan pergantian kartu SIM, dan menekankan agar operator berpegang pada prinsip Knowing Your Customer dan Saya adalah Saya.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Sebab hal ini mengingat era digital membuka celah yang dapat dimanfaatkan penjahat siber untuk mencari kelemahan sistem yang ada.
 
Semuel menegaskan bahwa kehati-hatian operator dalam proses verifikasi dapat dilakukan sejumlah cara lain seperti dengan memeriksa pihak terakhir yang dihubungi, atau informasi lain yang hanya diketahui pihak bersangkutan.
 
Cara lainnya juga disebut Semuel bisa dilakukan dengan menyamakan data dengan kartu identitas lain dan memanfaatkan kamera untuk melakukan pemindaian pada wajah atau sensor biometrik lain sebagai alat verifikasi.
 
Kominfo dan BRTI juga menyebut akan mengundang operator seluler Indonesia guna melakukan evaluasi menyoal Standard Operating Procedure (SOP) yang diterapkan masing-masing perusahaan.
 
Evaluasi ini ditujukan untuk menilai kesesuaian langkah yang diterapkan operator pada proses layanannya. Anggota BRTI I Ketut Kresna Mukti menyebut evaluasi ini juga untuk menyamakan standar dan memperbaiki standar yang kurang sesuai serta mempertahankan standar yang sudah baik, namun meningkatkannya pada penerapan di lapangan.
 
Sementara itu, Semuel menekankan bahwa kejadian ini tidak bisa terjadi hanya akibat pembobolan kartu SIM, dan akibat kebocoran rangkaian informasi lainnya, sehingga Kominfo disebut akan melakukan evaluasi dalam tiap-tiap rangkaian informasi yang mungkin terlibat di dalam insiden ini.
 
Kominfo dan BRTI mengaku akan terfokus pada edukasi operator untuk memperbaiki standar dalam proses verifikasi data pelanggan yang diterapkannya.
 

(MMI)
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif