Google TAG mengungkap 500 pengguna India menjadi target upaya peretasan didukung pemerintah.
Google TAG mengungkap 500 pengguna India menjadi target upaya peretasan didukung pemerintah.

Google Ungkap 500 Pengguna Jadi Target Pembobolan

Teknologi teknologi google
Lufthi Anggraeni • 29 November 2019 11:20
Jakarta: Kurang dari satu bulan setelah mengungkap jurnalis dan aktivis India yang menjadi target mata-mata via WhatsApp, Google mengakui terdapat peretas yang berhasil melalui tembok keamanan perusahaannya.
 
Google Threat Analysis Group (TAG) baru-baru ini mengungkap bahwa antara bulan Juli hingga September 2019 lalu, lebih dari 12 ribu orang dari 149 negara menerima sinyal peringatan. Sinyal ini menginformasikan bahwa mereka menjadi target dari serangan yang didukung oleh pemerintah.
 
Dan sebanyak 500 orang dari 12 ribu orang tersebut merupakan pengguna asal India. Negara seperti Rusia, Korea Utara, Tiongkok dan Iran disebut terlibat dalam serangan yang didukung pemerintah ini.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Dukungan ini dilaporkan berupa bantuan dari pemerintah untuk penjahat siber untuk mendapatkan pendanaan dan akses lebih baik ke berbagai sumber daya guna menyerang target, yang umumnya berasal dari negara berbeda.
 
Google TAG mengaku saat tengah berupaya mengidentifikasi dan memerangi upaya peretasan tertarget dan didukung oleh pemerintah kepada perusahaan dan penggunanya ini, sistemnya menemukan bahwa pengguna dengan risiko sebagai target tertinggi termasuk jurnalis, aktivis hak asasi manusia dan individu pendukung kampanye politik.
 
Pengguna dengan risiko tinggi ini menjadi target serangan peretasan tersebut dinilai karena mereka memiliki akses ke dan menyimpan informasi sensitif. Menurut unggahan blog TAG menyoal pengaturan keamanan, sebagian besar upaya peretasan dari bulan Juli hingga September ini adalah serangan phishing.
 
Serangan phishing pada dasarnya merupakan cara untuk menipu pengguna sehingga memberikan pelacak informasi rahasia atau password untuk login. Dalam unggahannya Shane Huntley dari TAG menjelaskan bahwa serangan ini utamanya dilakukan dengan mengirimkan email berkedok email peringatan keamanan dari Google.
 
Pada email tersebut, penjahat siber meminta pengguna untuk melakukan update terkait informasi detail login atau melakukan verifikasi ulang pada akun mereka. Email ini juga kerap dilengkapi tautan yang meminta pengguna untuk memasukan password.
 
Telah menggunakan fitur verifikasi dua faktor, peretas dilaporkan dalam mengatasi kendali keamanan dan mengakses akun pengguna setelah pengguna memasukan informasi detail pada tautan tersebut.
 
Lebih dari ribuan serangan phishing yang didukung oleh pemerintah dilaporkan di negara seperti Amerika Serikat, Pakistan, Vietnam, Laos, dan Korea Selatan. Sedangkan warga negara seperti Kanada, Arab Saudi, Iran, Turki, Mesir, Jepang, Nigeria, dan Bangladesh menjadi target, sebanyak 500 orang atau lebih.
 

(MMI)
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif