Ilustrasi: Forbes
Ilustrasi: Forbes

Data Medis, Komoditas Populer di Dark Web

Teknologi cyber security kaspersky
Mohammad Mamduh • 17 September 2019 10:35
Jakarta: Peretasan bagi kelompok hacker sewaan telah menambahkan sektor kesehatan ke dalam portofolio layanan mereka di dark web.
 
Ini membuktikan bahwa data medis terus menjadi salah satu komoditas online terkenal. Penelitian Kaspersky mengklaim bahwa harga dasarnya sangat terjangkau, tergantung pada jenis pelanggaran atau barang yang dibutuhkan oleh pelanggan anonim.
 
Dark Web terdiri atas apa pun yang biasanya tidak diindeks pada web permukaan. Untuk dapat masuk ke bagian web yang tersembunyi ini, pengguna harus menggunakan perangkat lunak khusus seperti Tor. Tor adalah singkatan dari "the onion router" dan merupakan metode untuk menganonimkan data.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Berdasarkan penelitian perusahaan, infiltrasi rumah sakit dan layanan kesehatan adalah layanan terbaru yang ditawarkan oleh kelompok peretasan anonim, di samping serangan yang ditargetkan dan spionase siber terhadap negara-negara tertentu serta infeksi untuk mendapatkan energi dan informasi maritim.
 
“Kami mengamati bahwa kelompok peretasan sekarang aktif mengeksploitasi fenomena ini dengan, menambahkan informasi medis dan serangan rumah sakit ke daftar yang tersedia secara publik di dark web. Setiap organisasi, individu, dan perusahaan dapat menjadi pelanggan potensial mereka,” komentar Seongsu Park, peneliti keamanan Kaspersky.
 
Park juga mencatat bahwa catatan medis dapat dianggap lebih berharga daripada sebuah kartu kredit. Ini karena rumah sakit pada umumnya membutuhkan kredensial pribadi dan keuangan pasien sebelum melakukan pemeriksaan atau penerimaan masuk.
 
“Berdasarkan indikasi dan pola yang telah kita lihat dan masih ada di dark web, tujuan utama individu di balik kelompok peretasan ini adalah menjual informasi medis ke kelompok kejahatan lain atau kepada individu yang bertujuan mengakses data medis yang bersifat rahasia,” tambah Park.
 
Motif para pembeli, menurut Park, dapat mencakup penipuan panggilan, identitas dan pencurian moneter, serta pemerasan dan kejahatan berdasarkan permintaan.
 
Tindakan jahat semacam itu sangat mungkin terjadi dengan jumlah catatan peretasan data rahasia untuk para hire group yang memanen secara ilegal dari lembaga kesehatan yang terkena dampak.
 
Ketika dihadapkan pada sebuah profil pelanggan misalnya, sifat dari dark web yang anonim tidak menutup kemungkinan bahwa “identitas” tersebut bisa menjadi siapa saja, mulai dari peretas baru, hingga perusahaan bahkan kelompok cyberspionage yang didukung oleh Negara.
 
Untuk dapat membantu melindungi organisasi-organisasi kesehatan dan para pasien mereka, Kaspersky menyarankan pengelolaan lebih seksama terhadap server dan catatan pasien yang biasanya menjadi objek paling rentan diserang.
 
Tingkatkan edukasi dalam hal keamanan dunia siber juga sangat diperlukan agar tenaga kerja dapat mengetahui tindakan baik yang harus maupun jangan dilakukan, serta mengenal tanda-tanda kecelakaan dalam dunia siber. Cara ini dapat dilakukan melalui serangkaian Pelatihan Kesadaran Keamanan.
 

(MMI)
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif