Solusi Interactive Flat Panel Generasi terbaru ViewSonic di Computex 2026
Solusi Interactive Flat Panel Generasi terbaru ViewSonic di Computex 2026

Computex 2026

Bawa EdTech ke Level Baru, Interactive Flat Panel ViewSonic Sudah Berbasis AI

Mohamad Mamduh • 05 Juni 2026 09:29
Ringkasnya gini..
  • Teknologi IFP ViewSonic memberikan kebebasan penuh bagi guru dan murid untuk berinteraksi langsung melalui fungsi sentuh multi-titik.
  • Fitur cerdas seperti AI Search memungkinkan guru untuk menulis kata kunci dengan tangan di atas layar.
  • Kemudahan yang ditawarkan tidak berhenti pada aspek belajar-mengajar, melainkan juga menyentuh aspek manajemen operasional sekolah.
Taipei: Dalam ajang Computex 2026, ViewSonic menggelar demonstrasi eksklusif lini Interactive Flat Panel (IFP) atau papan tulis digital interaktif generasi terbaru di kantor pusat mereka. Tidak cuma memamerkan hardware, ada ekosistem pendidikan digital terintegrasi yang didukung penuh oleh kecerdasan buatan (AI).
 
Mereka memaparkan perbedaan mendasar yang membuat lini IFP mereka jauh mengungguli layar televisi konvensional di pasar. Papan tulis elektronik interaktif, terutama model berukuran 86 inci yang kini menjadi standar global, dirancang untuk interaktivitas total.
 
Jika presentasi menggunakan media statis seperti PowerPoint di TV biasa memaksa pengajar terpaku pada alat klik (clicker), teknologi IFP ViewSonic memberikan kebebasan penuh bagi guru dan murid untuk berinteraksi langsung melalui fungsi sentuh multi-titik, memanipulasi objek digital dengan fitur geser (drag), serta menulis secara presisi menggunakan pena digital bawaan.

Strategi pendekatan solusi total ini terbukti membuahkan kesuksesan besar di kancah internasional. Di Taiwan sendiri, transformasi digital di sektor pendidikan telah mencapai tingkat yang luar biasa. Sebanyak 80% ruang kelas jenjang K-12 (Taman Kanak-kanak hingga SMA) kini telah berstatus kelas digital dan mengadopsi perangkat IFP berukuran 86 inci.
 
Menariknya, dari seluruh ruang kelas digital tersebut, ViewSonic mendominasi pasar dengan menguasai pangsa pasar sebesar 81,2 persen. Keberhasilan masif ini tercapai karena institusi pendidikan tidak hanya melihat produk ViewSonic sebagai alat peraga, melainkan sebagai satu kesatuan ekosistem yang mencakup penyediaan perangkat keras, pengembangan perangkat lunak secara mandiri, pelatihan metode mengajar bagi para guru, serta wadah kolaborasi konten pembelajaran.
 
Menatap masa depan pendidikan, ViewSonic memperkenalkan IFP yang kini memasuki fase ketiga. Melaluinya, fungsi kecerdasan buatan langsung tertanam secara lokal (on-board) pada perangkat tanpa ketergantungan penuh pada komputer eksternal.
 
Fitur cerdas seperti AI Search memungkinkan guru untuk menulis kata kunci dengan tangan di atas layar, dan AI akan secara otomatis memunculkan gambar atau materi visual yang relevan. Fitur AI Topics dan AI Mind Map mampu menyusun ide materi lanjutan serta memetakan konsep pembelajaran rumit menjadi bagan pikiran yang terstruktur secara instan demi memicu diskusi kelompok di kelas.
 
Selain itu, integrasi aplkasi MyViewBoard dan aplikasi interaksi siswa ClassInTouch memungkinkan murid untuk bergabung ke dalam sesi kelas hanya dengan memindai kode QR. Guru dapat melempar kuis dadakan berbasis AI menggunakan fitur Snap and Share, melakukan pemilihan acak bagi siswa untuk menjawab pertanyaan, serta menerima respons dari murid berupa teks, gambar, hingga rekaman suara secara langsung.
 
Kemudahan yang ditawarkan tidak berhenti pada aspek belajar-mengajar, melainkan juga menyentuh aspek manajemen operasional sekolah melalui sistem Board Manager Advanced. Platform terpusat ini memungkinkan staf IT sekolah mengendalikan ratusan unit IFP yang tersebar di berbagai gedung secara jarak jauh melalui aplikasi seluler.
 
Sistem ini mendukung Multimedia Broadcasting, sebuah fitur penyiaran terjadwal untuk mengirimkan pengumuman teks, poster digital, maupun video pembelajaran ke ruang kelas tertentu secara otomatis.
 
Jika terjadi kendala teknis di lapangan, staf IT dapat mengakses pengaturan sistem, memantau stabilitas internet, hingga mematikan daya (power off) perangkat secara aman dari luar kota atau luar negeri, memastikan efisiensi tinggi dalam pengelolaan infrastruktur digital sekolah.
 
Cek Berita dan Artikel yang lain di
Google News
(MMI)




TERKAIT

BERITA LAINNYA