Mengutip Digital Trends, informasi mengenai nama Galaxy Studio berasal dari bocoran yang dibagikan pembocor teknologi dengan akun @evowizz di platform X. kendati belum dikonfirmasi secara resmi oleh Samsung, informasi tersebut menarik perhatian karena perusahaan itu selama ini lebih banyak mengembangkan lini audio Galaxy Buds, termasuk perangkat in-ear dan open-ear.
Apabila informasi tersebut akurat, Galaxy Studio akan memperluas portofolio audio Samsung sekaligus membuka peluang persaingan dengan sejumlah produk premium, seperti Apple AirPods Max, Sony WH-1000X, dan Bose QuietComfort.
Hingga saat ini, Samsung belum mengumumkan spesifikasi, harga, desain final, maupun jadwal peluncuran headphone tersebut.

Galaxy Studio Jadi Nama Kandidat Headphone Baru Samsung
Nama Galaxy Studio mulai menjadi perhatian setelah dibagikan oleh @evowizz melalui X pada tanggal 8 Oktober 2026. Pembocor tersebut sebelumnya juga mengungkap nama Galaxy Buds On sebelum Samsung mengumumkan perangkat earbud open-ear tersebut secara resmi.Riwayat kebocoran informasi itu menjadi salah satu alasan informasi mengenai Galaxy Studio mendapat perhatian. Namun, rekam jejak pembocor tidak dapat dijadikan bukti bahwa nama produk maupun spesifikasi yang beredar pasti sesuai dengan rencana akhir Samsung.
Sebelumnya, indikasi mengenai pengembangan headphone over-ear Samsung telah muncul pada bulan Agustus 2026. Temuan berupa rangkaian kode software, nama internal Galaxy H1, serta gambar grafis yang ditemukan dalam aplikasi pendamping Samsung memberikan petunjuk bahwa perusahaan ini tengah menyiapkan perangkat audio dengan desain headphone berukuran penuh.
Meski demikian, Galaxy H1 merupakan nama internal yang muncul dalam temuan awal, sedangkan Galaxy Studio disebut sebagai kemungkinan nama pemasaran produk. Belum ada konfirmasi bahwa Samsung akan menggunakan nama tersebut saat perangkat resmi diperkenalkan.
Informasi yang beredar sejauh ini juga belum mengungkap secara terperinci soal desain akhir Galaxy Studio akan terlihat atau fitur yang akan membedakannya dari produk pesaing.
Berpotensi Bersaing dengan AirPods Max dan Sony WH-1000X
Apabila diluncurkan, Galaxy Studio berpotensi menempati posisi premium dalam portofolio audio Samsung. Selama ini, lini Galaxy Buds lebih dikenal melalui perangkat earbud dengan desain ringkas yang digunakan langsung di telinga.Headphone over-ear memiliki pendekatan berbeda karena bantalan telinganya menutupi telinga pengguna. Desain tersebut dapat menjadi pilihan bagi konsumen yang menginginkan pengalaman mendengarkan musik dalam waktu lama, meskipun kenyamanan tetap bergantung pada bentuk, bobot, material, dan desain masing-masing produk.
Segmen ini telah diisi sejumlah produk dari merek yang memiliki pengalaman panjang dalam pengembangan perangkat audio. Apple memiliki AirPods Max, sementara Sony mengandalkan seri WH-1000X dan Bose menawarkan lini QuietComfort.
Galaxy Studio diperkirakan akan ditempatkan untuk bersaing di kategori serupa. Akan tetapi, belum tersedia informasi yang cukup untuk membandingkan kualitas suara, kemampuan peredam bising aktif atau active noise cancellation (ANC), daya tahan baterai, maupun fitur lain dari headphone Samsung tersebut.
Nama Studio dapat mengisyaratkan pendekatan audio kelas atas, tetapi nama produk saja tidak cukup untuk memastikan karakter suara atau kualitas perangkat. Samsung masih perlu mengungkap spesifikasi dan fitur resmi agar posisi Galaxy Studio di pasar dapat dinilai secara lebih akurat.
Integrasi Ekosistem Galaxy Berpotensi Jadi Daya Tarik
Salah satu aspek yang patut diperhatikan dari Galaxy Studio adalah potensi integrasi perangkat dengan ekosistem Samsung. Headphone tersebut diperkirakan mendukung konektivitas yang erat dengan smartphone, tablet, dan perangkat Galaxy lainnya.Integrasi semacam ini berpotensi mempermudah proses pemasangan dan perpindahan penggunaan antar perangkat kompatibel. Namun, rincian mengenai fitur konektivitas Galaxy Studio belum diungkap sehingga kemampuan spesifiknya masih belum dapat dipastikan.
Belum diketahui pula soal rencana Samsung untuk menghadirkan fitur audio spasial, dukungan codec audio tertentu, ANC, mode transparansi, atau integrasi asisten berbasis kecerdasan buatan. Semua fitur tersebut masih perlu menunggu pengumuman resmi dari perusahaan.
Bagi Samsung, headphone over-ear dapat menjadi pelengkap bagi pengguna yang telah menggunakan sejumlah perangkat Galaxy. Meski begitu, keberhasilan produk ini nantinya akan bergantung pada kombinasi kualitas audio, kenyamanan, fitur, daya tahan baterai, dan harga yang ditawarkan.
Jadwal Peluncuran dan Harga Galaxy Studio Belum Diketahui
Sejumlah laporan memperkirakan Galaxy Studio dapat diperkenalkan pada awal tahun 2027, berpotensi bersamaan dengan peluncuran seri Galaxy S27. Namun, perkiraan tersebut belum didukung pengumuman resmi Samsung.Samsung juga belum mengungkap harga maupun negara yang akan menjadi pasar pertama perangkat tersebut. Karena itu, belum ada dasar yang cukup untuk memperkirakan harga Galaxy Studio di Indonesia atau memastikan waktu ketersediaannya di pasar lokal.
Jika benar diluncurkan, Galaxy Studio akan menjadi tambahan penting bagi lini audio Samsung dan berpotensi memperluas persaingan di segmen headphone nirkabel premium. Namun, konsumen masih perlu menunggu informasi resmi untuk mengetahui spesifikasi, fitur, harga, serta tanggal peluncurannya.
Untuk saat ini, nama Galaxy Studio masih sebatas informasi dari bocoran. Belum ada kepastian bahwa nama tersebut akan digunakan pada produk final yang dipasarkan Samsung.