Ilustrasi: AMD
Ilustrasi: AMD

Ross, Asisten Agen AI Agen untuk Percepat Siklus Pengembangan Embedded

Mohamad Mamduh • 12 Oktober 2026 11:05
Ringkasnya gini..
  • Ross diklaim mampu menghubungkan alur kerja berulang dengan pengetahuan terstruktur untuk memangkas waktu pengembangan secara signifikan.
  • Platform ini bersifat client-agnostic, yang memberikan kebebasan bagi tim pengembang untuk tetap menggunakan model bahasa besar (LLM).
  • AMD Ross saat ini telah tersedia secara global melalui situs resmi.
Jakarta: AMD resmi memperkenalkan Ross, sebuah asisten berbasis kecerdasan buatan teragen (agentic AI) yang dirancang untuk mengotomatisasi dan mempercepat seluruh alur kerja pengembangan sistem tertanam (embedded development).

Inovasi ini mencakup berbagai tahapan krusial, mulai dari arsitektur awal, perancangan papan sirkuit cetak (PCB), tinjauan skematik, hingga optimasi perangkat keras, pengembangan perangkat lunak, penyelarasan kecerdasan buatan, dan penyebaran sistem akhir. Dengan memanfaatkan interaksi bahasa alami, Ross diklaim mampu menghubungkan alur kerja berulang dengan pengetahuan terstruktur untuk memangkas waktu pengembangan secara signifikan.

Pengembangan sistem tertanam modern semakin kompleks karena menuntut integrasi yang erat antara desain silikon, sistem FPGA, prosesor x86, platform edge AI, serta alur kerja perangkat lunak yang rumit. Ross hadir sebagai solusi terpadu yang menyatukan seluruh alat pengembangan Embedded, basis pengetahuan tervalidasi, serta metodologi ahli ke dalam satu pengalaman AI yang kontekstual.

Salil Raje, Senior Vice President dan General Manager AMD Embedded, menyatakan bahwa Ross menghadirkan kekuatan agentic AI untuk membantu pengembang memindahkan inovasi produk dari rencana desain hingga tahap penyebaran dengan jauh lebih cepat.

Keunggulan Ross dibandingkan asisten pengkodean umum terletak pada empat komponen utama yang dibangun khusus untuk lingkungan embedded. Komponen pertama adalah Model Context Protocol (MCP) Server yang menggunakan standar terbuka untuk menghubungkan agen AI langsung dengan alat pengembangan Embedded agar dapat menjalankan perintah dan menganalisis status.

Komponen kedua adalah Knowledge Base, yaitu basis data ter-vektorisasi memuat panduan pengguna, catatan aplikasi, serta dokumen teknis tervalidasi yang dapat diakses secara daring maupun luring. Selanjutnya, komponen ketiga berupa Agent Skills yang merupakan berkas berbasis markdown berisi metodologi dan praktik terbaik dari para ahli untuk memandu proses optimasi waktu atau restrukturisasi C++ pada Vitis HLS. Terakhir, komponen keempat adalah Design Examples yang menyediakan contoh rancangan siap pakai untuk menunjukkan penerapan keterampilan agen pada aplikasi dunia nyata.

Platform ini bersifat client-agnostic, yang memberikan kebebasan bagi tim pengembang untuk tetap menggunakan model bahasa besar (LLM), lingkungan pengembangan terpadu (IDE) seperti VS Code atau Cursor, serta antarmuka baris perintah (CLI) pilihan mereka tanpa kehilangan koneksi ke alat internal AMD.

Melalui antarmuka ini, pengembang dapat melakukan pembagian perangkat keras dan lunak, mengestimasi konsumsi daya secara akurat, mendeteksi serta membenahi kesalahan timing, hingga mengoptimalkan algoritma pembelajaran mesin di platform edge AI.

Penerapan Ross diklaim terbukti meningkatkan produktivitas tim dengan mempercepat pembuatan prototipe, mempersingkat siklus debugging, dan memfasilitasi proses onboarding insinyur baru melalui transfer pengetahuan terstruktur. Geetha Govindaraj, Associate Director di iWave Global, mengungkapkan bahwa Ross menjadi penambahan berharga yang membantu melacak serta menyelesaikan kendala secara efisien selama tahap bring-up dan pembenahan masalah.

AMD Ross saat ini telah tersedia secara global melalui situs resmi, dengan pembaruan kemampuan dan alat pengembangan baru yang direncanakan meluncur setiap bulan.

Jadikan Medcom.id sumber informasi pilihan Anda

(MMI)




TERKAIT

BERITA LAINNYA