Di sisi lain, produsen seperti Apple, Samsung, Google, hingga berbagai merek Android lain juga mulai memberikan dukungan pembaruan software yang jauh lebih panjang. Artinya, HP keluaran terbaru tidak lagi cepat "usang" hanya karena umur pemakaian.
Lalu, sebenarnya kapan waktu yang tepat untuk ganti HP?
Jawabannya bukan sekadar melihat usia perangkat. Dukungan software, kesehatan baterai, performa sehari-hari, hingga biaya perbaikan menjadi faktor yang perlu dipertimbangkan sebelum memutuskan membeli HP baru.
HP Modern Kini Bisa Bertahan Hingga Enam Tahun
Dibanding beberapa tahun lalu, umur pakai HP saat ini jauh lebih panjang. Apple masih memberikan dukungan pembaruan iOS untuk iPhone yang dirilis sejak 2019. Sementara itu, Google dan Samsung kini menjanjikan pembaruan sistem operasi Android dan keamanan hingga tujuh tahun pada sejumlah model terbaru.Bahkan Qualcomm mengumumkan bahwa beberapa HP Android berbasis platform Snapdragon generasi terbaru dapat memperoleh dukungan sistem operasi dan pembaruan keamanan hingga delapan tahun.
Dengan dukungan software selama itu, banyak HP flagship maupun sebagian HP kelas menengah kini masih aman digunakan dalam waktu yang lebih lama tanpa khawatir kehilangan pembaruan keamanan.
Baterai Biasanya Mulai Menurun Setelah Dua hingga Tiga Tahun
Meski software masih terus diperbarui, komponen yang paling cepat mengalami penurunan biasanya adalah baterai.Sebagian besar HP saat ini menggunakan baterai lithium-ion yang dirancang mampu mempertahankan sekitar 80 persen kapasitas awal setelah sekitar 500 kali siklus pengisian daya penuh. Dalam penggunaan normal, kondisi tersebut umumnya tercapai setelah dua hingga tiga tahun.
Penurunan kapasitas baterai merupakan hal yang wajar. Namun, kebiasaan menggunakan HP di suhu panas, bermain game sambil mengisi daya, atau membiarkan perangkat terlalu panas dapat mempercepat proses degradasi tersebut.
Karena itu, apabila performa HP masih baik dan masalah utamanya hanya baterai yang mulai boros, mengganti baterai biasanya menjadi pilihan yang jauh lebih hemat dibanding membeli HP baru.
Perbaiki atau Ganti HP? Hitung Dulu Biaya Servisnya
Selain baterai, biaya perbaikan juga menjadi salah satu penentu apakah sebuah HP masih layak dipertahankan.Sebagai patokan, memperbaiki HP masih masuk akal apabila biaya servisnya tidak melebihi sekitar 50 persen dari nilai jual perangkat saat ini.
Misalnya, layar pecah atau baterai mulai melemah pada HP berusia tiga hingga empat tahun. Jika biaya perbaikannya masih relatif terjangkau, memperbaiki perangkat umumnya lebih ekonomis daripada membeli HP baru yang harganya terus naik.
Sebaliknya, jika HP sudah berusia lima hingga enam tahun dan mengalami kerusakan besar seperti motherboard bermasalah atau layar rusak dengan biaya servis yang hampir menyamai harga perangkat baru, mengganti HP biasanya menjadi pilihan yang lebih rasional.
Jangan Ganti HP Karena Ada Model Baru
Banyak orang masih menganggap peluncuran HP terbaru sebagai alasan untuk segera melakukan upgrade. Padahal, tidak semua peningkatan fitur akan memberikan perbedaan signifikan dalam penggunaan sehari-hari.Selama HP masih menerima pembaruan keamanan, mampu menjalankan aplikasi dengan lancar, dan baterainya masih dalam kondisi baik atau bisa diganti dengan biaya yang wajar, tidak ada alasan untuk terburu-buru membeli perangkat baru.
Apalagi, harga HP flagship kini sudah berada di kisaran belasan hingga puluhan juta rupiah. Bahkan HP kelas menengah yang sebelumnya dijual sekitar Rp4 jutaan kini banyak yang bergeser ke rentang Rp5 juta hingga Rp7 jutaan.
Menunda upgrade selama satu hingga dua tahun tambahan bisa menjadi cara yang lebih bijak untuk menghemat pengeluaran tanpa harus mengorbankan pengalaman penggunaan.
Jadi, Kapan Sebaiknya Ganti HP?
Secara umum, HP modern saat ini masih nyaman digunakan selama empat hingga enam tahun, asalkan mendapat pembaruan software, dirawat dengan baik, dan tidak mengalami kerusakan besar.Memasuki tahun keenam atau ketujuh, kondisi baterai biasanya mulai menurun, performa perangkat semakin tertinggal dari teknologi terbaru, serta biaya perbaikan mulai tidak sebanding dengan nilai perangkat. Pada titik inilah membeli HP baru umumnya menjadi keputusan yang lebih menguntungkan dibanding terus melakukan perbaikan.
Dengan kata lain, usia bukan satu-satunya alasan untuk ganti HP. Selama perangkat masih aman, nyaman digunakan, dan biaya perbaikannya masih masuk akal, mempertahankan HP lama justru bisa menjadi keputusan yang lebih hemat di tengah harga smartphone yang terus meningkat.
Jadikan Medcom.id sumber informasi pilihan Anda