Foto: Cloudera EVOLVE26 Singapore
Foto: Cloudera EVOLVE26 Singapore

Cloudera Jadi Leader IDC MarketScape Asia/Pacific Sovereign AI Platform 2026

Mohamad Mamduh • 28 September 2026 14:07
Ringkasnya gini..
  • Pengakuan ini menjadi sangat signifikan di tengah ketatnya regulasi privasi data, residensi, dan kepatuhan yang dihadapi perusahaan di kawasan Asia Pasifik.
  • Di sisi lain, sebanyak 63% enterprise memilih untuk memindahkan kembali beban kerja AI mereka ke private cloud atau infrastruktur on-premises.
  • Inovasi teknologi ini juga dijadwalkan tampil secara langsung pada gelaran Cloudera EVOLVE26 pada 27 Oktober di New York City.
Jakarta: Cloudera diumumkan sebagai Leader dalam laporan IDC MarketScape: Asia/Pacific Sovereign AI Platform 2026 Vendor Assessment. Pencapaian ini mengukuhkan posisi Cloudera dalam mendampingi berbagai enterprise mengakses, mengelola, serta menerapkan beban kerja kecerdasan buatan secara aman di beragam lingkungan data, mulai dari privat, hybrid, edge, hingga sistem terisolasi.

Pengakuan ini menjadi sangat signifikan di tengah ketatnya regulasi privasi data, residensi, dan kepatuhan yang dihadapi perusahaan di kawasan Asia Pasifik. Riset terbaru Cloudera mengungkapkan fakta bahwa hampir 92% organisasi di kawasan ini terpaksa menunda atau membatalkan proyek AI mereka akibat kendala tata kelola data dan kepatuhan regulasi.

Di sisi lain, sebanyak 63% enterprise memilih untuk memindahkan kembali beban kerja AI mereka ke private cloud atau infrastruktur on-premises demi mempertahankan kendali penuh atas data sensitif.

Guna mengatasi hambatan infrastruktur tersebut, Cloudera menghadirkan solusi Private AI yang memadukan pemrosesan data-in-motion, open data lakehouse, AI tooling kelas enterprise, serta unified data fabric.

Platform ini mengintegrasikan Apache Ranger untuk kontrol akses, Apache Atlas untuk data lineage, dan Cloudera Data Lineage untuk analisis metadata otomatis. Dengan memberikan visibilitas hingga tingkat trace-level, Cloudera memungkinkan organisasi membangun dan menerapkan model AI di berbagai lingkungan—termasuk perangkat edge seperti board Jetson—tanpa harus merombak ulang kode program.

Dari aspek arsitektur, Cloudera mengusung sistem terbuka agar pelanggan tidak terikat pada satu vendor hardware atau infrastruktur tertentu. Melalui kontribusi aktif di lebih dari 50 proyek open-source Apache dan kehadiran layanan langsung di sembilan negara Asia Pasifik, perusahaan turut meluncurkan Cloudera Anywhere Cloud untuk menjalankan sovereign AI stack langsung di dalam akun cloud milik pelanggan.

Deepika Giri, VP Asia/Pacific AI Platforms and Advisory di IDC, menegaskan bahwa platform dengan kemampuan audit yang kuat serta fleksibilitas penerapan di lingkungan privat, hybrid, dan edge memberikan kendali krusial yang dibutuhkan industri terregulasi.

Sejalan dengan hal itu, Remus Lim, Senior Vice President Asia Pacific and Japan di Cloudera menyampaikan bahwa penobatan ini membuktikan komitmen Cloudera dalam membekali organisasi kelincahan mentransfer data antar-lingkungan tanpa mengorbankan kendali maupun compliance. Inovasi teknologi ini juga dijadwalkan tampil secara langsung pada gelaran Cloudera EVOLVE26 pada 27 Oktober di New York City.

Jadikan Medcom.id sumber informasi pilihan Anda

(MMI)




TERKAIT

BERITA LAINNYA