CEO Nuon, Aris Sudewo, pada Nuon Media Update 2026
CEO Nuon, Aris Sudewo, pada Nuon Media Update 2026

Nuon Ambil Peran Lokomotif Pertumbuhan Ekosistem Digital Lifestyle Nasional

Mohamad Mamduh • 05 Maret 2026 22:09
Ringkasnya gini..
  • Laporan e-Conomy SEA 2025 memperkirakan bahwa sektor media online Indonesia akan mencapai nilai ekonomi antara USD 10–12 miliar pada periode 2026–2027.
  • Didukung oleh infrastruktur konektivitas Telkom Group, Nuon beroperasi sebagai platform terintegrasi yang menghubungkan penciptaan IP.
  • Pengembangan IP lokal menjadi fokus strategis Nuon pada tahun 2026.
Jakarta: PT Nuon Digital Indonesia (Nuon), anak perusahaan dari Telkom Group, secara tegas memosisikan diri sebagai orkestrator utama dalam ekosistem digital lifestyle nasional. Penegasan ini disampaikan dalam agenda Media Update 2026 sebagai respons terhadap proyeksi signifikan pertumbuhan industri hiburan digital di Indonesia.
 
Laporan e-Conomy SEA 2025 memperkirakan bahwa sektor media online Indonesia akan mencapai nilai ekonomi antara USD 10–12 miliar pada periode 2026–2027. Meskipun Indonesia merupakan pasar digital terbesar di kawasan, dengan lebih dari 190 juta konsumen digital, sebagian besar monetisasi konten masih didominasi oleh platform global, yang menyebabkan terjadinya value leakage atau kebocoran nilai.
 
CEO Nuon, Aris Sudewo, menyatakan bahwa Nuon memiliki mandat untuk mengatasi masalah ini dengan memposisikan kekuatannya di sisi distribusi dan monetisasi rantai nilai digital. "Kekuatan utama Nuon terletak pada penguasaan simpul distribusi digital," ujar Aris.

Didukung oleh infrastruktur konektivitas Telkom Group, Nuon beroperasi sebagai platform terintegrasi yang menghubungkan penciptaan IP, distribusi platform, sistem pembayaran, dan pemanfaatan insight perilaku konsumen. Ekosistem yang terintegrasi ini mencakup dukungan untuk lebih dari 158 juta pengguna seluler dan 11 juta broadband households milik Telkom Group, serta potensi pasar terjangkau lainnya.
 
Nuon juga membuka jalur pembayaran alternatif melalui integrasi Direct Carrier Billing (DCB), yang memungkinkan akses bagi segmen unbanked dan underbanked, sehingga memperbesar potensi konversi dan revenue stream bagi kreator konten lokal.
 
Saat ini, Nuon mengelola berbagai layanan utama, termasuk distribusi game dan top-up digital melalui UPOINT.ID. Di lini musik, Nuon menghadirkan Langit Musik dan Langitku sebagai platform streaming dan agregasi, ditambah layanan musik latar PlayUp.
 
Nuon juga mengembangkan layanan Gaming-on-Demand HELD yang sedang dalam tahap playtest, serta layanan ticketing melalui Tiketapasaja.com untuk memperkuat lini live experiences.
 
Pengembangan IP lokal menjadi fokus strategis Nuon pada tahun 2026 untuk meningkatkan kepemilikan aset kreatif domestik dan daya saing global. Aris menyimpulkan, "Model ini tidak hanya memperluas revenue stream non-konektivitas, tetapi juga memperkuat kendali atas nilai ekonomi digital domestik."
 
Cek Berita dan Artikel yang lain di
Google News
(MMI)




TERKAIT

BERITA LAINNYA