Qualcomm mengisyaratkan perannya di iPhone 18 Pro akan menyusut, memunculkan spekulasi baru soal penggunaan modem Apple C2.
Qualcomm mengisyaratkan perannya di iPhone 18 Pro akan menyusut, memunculkan spekulasi baru soal penggunaan modem Apple C2.

Qualcomm Isyaratkan Peran Modem di iPhone 18 Pro Menyusut, Rumor Strategi Berubah

Lufthi Anggraeni • 01 Agustus 2026 15:22
Ringkasnya gini..
  • Qualcomm menyebut porsi komponennya di iPhone generasi berikutnya akan turun hingga di bawah 20%.
  • Pernyataan itu memunculkan spekulasi bahwa Apple akan lebih luas memakai modem C2 buatannya sendiri.
  • Apple belum mengonfirmasi konfigurasi modem iPhone 18 Pro, sehingga seluruh informasi masih berupa rumor.
Jakarta: Qualcomm mengungkapkan bahwa kontribusinya terhadap lini iPhone generasi berikutnya akan menyusut lebih cepat dari perkiraan. Pernyataan tersebut memunculkan spekulasi baru mengenai strategi Apple untuk modem 5G di iPhone 18 Pro.
 
Selain itu, pernyataan tersebut sekaligus mengubah arah rumor yang sebelumnya menyebut Apple akan tetap menggunakan kombinasi modem Qualcomm dan modem buatannya sendiri pada model flagship tersebut.
 
Mengutip Phone Arena, pernyataan itu disampaikan setelah Qualcomm merilis laporan keuangan kuartal fiskal ketiga 2026. Dalam kesempatan tersebut, CEO Qualcomm Cristiano Amon mengatakan bahwa pendapatan perusahaan dari bisnis Apple akan menurun lebih cepat mulai kuartal berikutnya.

Lebih lanjut Qualcomm menjelaskan penurunan tersebut karena porsi komponen Qualcomm di iPhone generasi baru diperkirakan berada jauh di bawah 20%. Komentar tersebut menarik perhatian karena sebelumnya beredar rumor bahwa Apple akan menerapkan strategi dual-sourcing modem pada iPhone 18 Pro.
 
Dalam skenario itu, sebagian model, terutama untuk pasar Amerika Serikat, diperkirakan menggunakan modem Qualcomm, sedangkan wilayah lain memakai modem buatan Apple. Namun, pernyataan Qualcomm kini memunculkan pertanyaan terkait strategi tersebut masih akan diterapkan secara luas.
 
Meski demikian, baik Apple maupun Qualcomm belum memberikan konfirmasi resmi mengenai konfigurasi modem yang akan digunakan pada seri iPhone 18 Pro.

Qualcomm Akui Bisnis dengan Apple Terus Menyusut

Dalam wawancara setelah paparan kinerja keuangan Qualcomm, Cristiano Amon menjelaskan bahwa bisnis Qualcomm dengan Apple memang akan terus berkurang seiring meningkatnya penggunaan modem yang dikembangkan Apple secara internal.
 
Amon menyebut penurunan tersebut lebih disebabkan oleh ketersediaan pasokan atau availability of supply dibandingkan dengan perubahan hubungan bisnis antara kedua perusahaan. Qualcomm juga mengungkapkan bahwa divisi chipset smartphone mereka membukukan pendapatan sekitar USD5,09 miliar (Rp91,8 triliun) pada kuartal terakhir.
 
Angka tersebut mewakili penurunan sekitar 20% dibandingkan dengan periode yang sama tahun sebelumnya. Apple memperkirakan kinerja kuartal berikutnya juga akan lebih lemah. Di sisi lain, Qualcomm menegaskan fokus bisnisnya mulai bergeser ke sektor lain, termasuk data center. 
 
Amon bahkan menyebut perusahaan menargetkan pendapatan sekitar USD5 miliar (Rp90,1 triliun) dari bisnis data center pada tahun fiskal 2027, sebagai bagian dari strategi diversifikasi di luar pasar smartphone. 
 
Pernyataan tersebut sekaligus memperlihatkan bahwa Qualcomm telah mengantisipasi berkurangnya ketergantungan Apple terhadap modem pihak ketiga, sesuatu yang memang telah diperkirakan sejak Apple mulai mengembangkan modem selulernya sendiri.
 
Qualcomm Isyaratkan Peran Modem di iPhone 18 Pro Menyusut, Rumor Strategi Berubah

Rumor Dual Modem Kini Dipertanyakan

Sebelum pengumuman Qualcomm, sejumlah bocoran menyebut Apple tengah mempertimbangkan penggunaan dua jenis modem berbeda untuk iPhone 18 Pro. Menurut berbagai laporan sebelumnya, model yang dipasarkan di Amerika Serikat diperkirakan akan memakai modem Qualcomm Snapdragon X80 karena dukungan terhadap jaringan 5G mmWave.
 
Sementara itu, model yang dijual di negara lain disebut akan menggunakan modem Apple C2 yang merupakan penerus modem internal Apple generasi sebelumnya. Pendekatan tersebut dinilai masuk akal karena modem C1 dan C1X buatan Apple saat ini belum mendukung mmWave.
 
Oleh sebab itu, Qualcomm diperkirakan masih dibutuhkan untuk wilayah yang mengandalkan teknologi jaringan tersebut, terutama Amerika Serikat. Namun, setelah Qualcomm mengungkap bahwa pangsa komponennya di iPhone berikutnya akan berada jauh di bawah 20%, peluang penggunaan modem Qualcomm secara lebih luas menjadi semakin kecil.
 
Kondisi itu memperkuat dugaan bahwa Apple siap memperluas adopsi modem C2 ke lebih banyak pasar dibandingkan yang diperkirakan sebelumnya. Meski demikian, hingga kini belum ada bukti resmi bahwa Apple telah membatalkan strategi dual modem.
 
Informasi yang beredar masih berasal dari rumor rantai pasok, dokumen internal yang bocor, serta analisis para pengamat industri.

Apple Terus Bergerak Menuju Kemandirian

Pengembangan modem internal merupakan bagian dari strategi jangka panjang Apple untuk mengurangi ketergantungan terhadap pemasok eksternal. Langkah ini serupa dengan transisi perusahaan dari prosesor Intel ke Apple Silicon pada lini Mac beberapa tahun lalu.
 
Dengan mengendalikan lebih banyak komponen utama, Apple berpotensi mengoptimalkan integrasi hardware dan software, meningkatkan efisiensi daya, serta mengurangi ketergantungan terhadap jadwal pengembangan mitra.
 
Di sisi lain, Qualcomm terus memperluas sumber pendapatannya melalui bisnis otomotif, AI, dan data center sebagai upaya mengurangi dampak berkurangnya pesanan dari Apple. Untuk saat ini, konfigurasi modem pada iPhone 18 Pro masih menjadi salah satu aspek yang belum dipastikan menjelang peluncurannya yang diperkirakan berlangsung pada September 2026.
 
Apple diperkirakan baru akan mengungkap spesifikasi lengkap perangkat tersebut saat acara peluncuran resminya. Sampai ada pengumuman resmi, informasi mengenai penggunaan modem Qualcomm maupun Apple C2 pada iPhone 18 Pro masih harus dipandang sebagai rumor yang dapat berubah sewaktu-waktu.
 
Jadikan Medcom.id sumber informasi pilihan Anda
(MMI)




TERKAIT

BERITA LAINNYA