Guru Ketahuan Menambang Uang Kripto di Sekolah

Cahyandaru Kuncorojati 09 November 2018 17:11 WIB
cryptocurrency
Guru Ketahuan Menambang Uang Kripto di Sekolah
Beberapa set rig atau rak alat cryptomining. (HK01)
Jakarta: Kepopuleran uang kripto membuat sebagian besar pihak memanfaatkan fasilitas tanpa izin untuk menambang uang kripto termasuk guru sekolah yang memanfaatkan fasilitas komputer di sekolahnya seperti kasus di Tiongkok.

Dikutip dari The Next Web, dua guru di sekolah menengah Puman di provinsi Hunan, Tiongkok, dilaporkan ketahuan memanfaatkan komputer sekolah untuk menambang uang kripto dengan set alat tambang miliknya sendiri.

Kecurigaan terhadap aktifitas menambang uang kripto atau cryptomining mulai dicurigai saat beberapa guru menemukan bunyi bising dari komputer selama beberapa bulan. Bahkan selama liburan tetap terdengar bunyi bising dari komputer sekolah bahwa saat hari libur.


Pihak teknisi komputer sekolah juga menemukan bahwa koneksi internet sangat lambat saat hanya untuk mengakses internet. Para guru akhirnya mengeluhkan mereka tidak bisa mengerjakan tugasnya karena koneksi internet yang buruk.

Kemudian, terungkap bahwa dalam salah satu ruang kelas yang tidak digunakan ada tujuh set rig atau rak untuk menaruh komponen tambang uang kripto terhubung ke sumber internet sekolah dan sumber listrik yang ada di kelas.

Kabar yang yang dikutip dari media lokal HK01, kedua guru pelaku cryptomining sebelumnya menambang uang kripto jenis Ethereum di rumahnya. Namun, biaya listrik yang melonjak akibat konsumsi kegiatan tersebut membuat mereka memanfaatkan fasilitas sekolah.

Umum diketahui bahwa kegiatan tambang uang kripto sangat mengonsumsi listrik bahkan menciptakan suhu panas yang oleh beberapa hasil riset menyebut cryptomining turut berkontribusi terhadap pemanasan global.

Kedua pelaku, Lei Hua dan Wang Zhipeng akhirnya menerima peringatan keras dari sekolah, tetapi tidak dijatuhi hukuman oleh pihak berwenang. Kasus semacam ini bukan pertama kali di Tiongkok. Beberapa waktu lalu juga diketahui pelaku cryptomining mencuri aliran listrik dari stasiun kereta untuk mendukung aksinya.



(MMI)

metro tv
  • Opsi Opsi
  • kick andy Kick Andy
  • economic challenges Economic Challenges
  • 360 360

Dapatkan berita terbaru dari kami.

Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

Powered by Medcom.id

Bagaimana Kami Menguji

Kami menguji produk dengan subjektif karena mengutamakan pengalaman penggunaan. Meski demikian, kesimpulan yang kami ambil juga didasari sejumlah data dari perangkat lunak tertentu yang kami gunakan untuk melihat kinerja produk.

Khusus untuk menguji perangkat keras dan perangkat lunak komputer, kami menggunakan konfigurasi yang identik untuk tiap produk. Berikut komponen testbed resmi Medcom.id

Hardware

  • Prosesor : Intel Core i7-8700K, AMD Ryzen 7 2700X
  • Motherboard : ASUS Z370-A Prime, MSI X470 Gaming Plus
  • RAM : Apacer Panther RAGE 2400 MHz (2x 8GB)
  • VGA : Colorful GTX 1070 X-Top-8G, ASUS ROG Strix RX Vega 64 8G
  • Pendingin : Noctua NH-U21S
  • Storage : Apacer Panther AS340 240GB, Seagate Barracuda 8TB
  • PSU : Corsair RM 850X
  • Monitor : ASUS PB287Q 4K, ASUS MZ27AQ
  • Mouse : Corsair Dark Core SE, Corsair Scimitar Pro
  • Mousepad : Corsair MM1000 Qi, Corsair MM800 Polaris
  • Keyboard : Corsair K63 Wireless, Corsair K70 RGB MK.2 SE
  • Headset : Corsair HS60, Corsair HS70

Software

Performa dan Baterai: PCMark 8, 3DMark, Crystal Disk Mark, CineBench R15 Gaming (PC): The Witcher 3: Wild Hunt, Ashes of Singularity - Escalation, Far Cry 5 Gaming (Mobile): PUBG Mobile

Kami juga menggunakan metode pengujian yang sama untuk semua gadget. Meski di pasar tersedia beragam perangkat lunak untuk benchmark, kami hanya memilih dua berdasarkan reputasi mereka yang diakui secara internasional, 3DMark dan PCMark 2.0.