Huawei Juga Patenkan Desain Layar Berlubang

Lufthi Anggraeni 10 November 2018 17:47 WIB
huawei
Huawei Juga Patenkan Desain Layar Berlubang
Huawei dilaporkan menerima paten untuk desain layar dengan lubang di bagian layar.
Jakarta: Tahun 2018 menjadi tahun untuk desain layar smartphone berponi, namun tahun 2019 disebut akan menjadi tahun kemunculan tren desain layar baru, yaitu layar berlubang.

Setelah Samsung mengumumkan panel Infinity-O baru, Huawei dilaporkan menerima paten yang terkait dengan konsep serupa.

Sebagai informasi, desain layar baru Samsung memanfaatkan lubang melingkar di bagian sudut kiri atas layar, yang akan digunakan untuk menyematkan kamera depan. Namun, pada konsep Huawei, lubang tersebut hadir dengan bentuk serupa speaker depan.


Lubang tersebut diprediksi akan menjadi tempat untuk speaker depan dan sensor lain yang umumnya ditemukan di bagian atas layar perangkat. Namun, masih belum tersedia informasi terkait dengan lokasi untuk menempatkan kamera depan, sebab gambar menampilkan lubang cukup besar untuk sensor tersebut.

Huawei belum mengonfirmasikan rencana untuk mengimplementasikan desain tersebut, sehingga belum ada jaminan bahwa perusahaan asal Tiongkok ini akan menghadirkan perangkat berdesain layar ini.

Namun, karena Samsung Galaxy S10 dirumorkan akan mengadopsi desain layar Infinity-O, Huawei diyakini akan menggunakan desain serupa pada smartphone lini P30.

Sementara itu, rumor yang beredar menyebut bahwa smartphone terbaru Huawei pada lini P30 akan diluncurkan pada bulan Maret mendatang. Mengingat seluruh perangkat lini Mate 20 menggunakan setup kamera berjumlah tiga buah,  lini P30 juga diprediksi akan mengusung jumlah kamera yang sama.

Perangkat unggulan terbaru Huawei ini juga akan didukung oleh chipset karyanya, yaitu Kirin 980, dan dibekali ruang penyimpanan internal berkapasitas 128GB. Selain informasi tersebut, belum tersedia informasi lain terkait paten maupun smartphone terbaru Huawei tersebut.



(MMI)

Dapatkan berita terbaru dari kami.

Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

Powered by Medcom.id

Bagaimana Kami Menguji

Kami menguji produk dengan subjektif karena mengutamakan pengalaman penggunaan. Meski demikian, kesimpulan yang kami ambil juga didasari sejumlah data dari perangkat lunak tertentu yang kami gunakan untuk melihat kinerja produk.

Khusus untuk menguji perangkat keras dan perangkat lunak komputer, kami menggunakan konfigurasi yang identik untuk tiap produk. Berikut komponen testbed resmi Medcom.id

Hardware

  • Prosesor : Intel Core i7-8700K, AMD Ryzen 7 2700X
  • Motherboard : ASUS Z370-A Prime, MSI X470 Gaming Plus
  • RAM : Apacer Panther RAGE 2400 MHz (2x 8GB)
  • VGA : Colorful GTX 1070 X-Top-8G, ASUS ROG Strix RX Vega 64 8G
  • Pendingin : Noctua NH-U21S
  • Storage : Apacer Panther AS340 240GB, Seagate Barracuda 8TB
  • PSU : Corsair RM 850X
  • Monitor : ASUS PB287Q 4K, ASUS MZ27AQ
  • Mouse : Corsair Dark Core SE, Corsair Scimitar Pro
  • Mousepad : Corsair MM1000 Qi, Corsair MM800 Polaris
  • Keyboard : Corsair K63 Wireless, Corsair K70 RGB MK.2 SE
  • Headset : Corsair HS60, Corsair HS70

Software

Performa dan Baterai: PCMark 8, 3DMark, Crystal Disk Mark, CineBench R15 Gaming (PC): The Witcher 3: Wild Hunt, Ashes of Singularity - Escalation, Far Cry 5 Gaming (Mobile): PUBG Mobile

Kami juga menggunakan metode pengujian yang sama untuk semua gadget. Meski di pasar tersedia beragam perangkat lunak untuk benchmark, kami hanya memilih dua berdasarkan reputasi mereka yang diakui secara internasional, 3DMark dan PCMark 2.0.