Ilustrasi.
Ilustrasi.

Malware Hambat Percetakan Media Ternama AS

Teknologi cyber security
Ellavie Ichlasa Amalia • 31 Desember 2018 10:46
Jakarta: Sebuah malware diduga menyebabkan terhentinya proses pencetakan beberapa koran di Amerika Serikat, termasuk Wall Street Journal dan Los Angeles Times

Malware itu diduga menyerang sistem komputer di tempat percetakan Tribune Publishing di California selatan pada hari Kamis malam, kata Jeff Light, Editor dan Publisher dari San Diego Union-Tribune. Sistem yang terkena malware itu juga digunakan oleh Times.

Pada hari Jumat, virus menyebar hingga ke sistem yang diperlukan untuk mencetak koran, tulis Light dalam sebuah catatan online

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?



"Tim IT dari dua perusahaan mencoba mengatasi ancaman yang ada, tapi tidak bisa membersihkan sistem sebelum waktu percetakan," kata Light, seperti yang dikutip dari CNET. "Kami berusaha memulihkan layanan dan memastikan jurnalisme kami bisa tersedia untuk Anda, baik dalam bentuk cetak atau digital."

"Serangan ini menunda pengiriman edisi Sabtu dari Los Angeles Times dan San Diego Union Tribune," kata LA Times.

"Serangan tersebut juga menghambat distribusi dari Wall Street Journal dan New York Times di pesisir Barat, yang dicetak oleh pabrik percetakan Olympik milik Los Angeles Times di Los Angeles."

Mengutip narasumber internal, LA Times mengatakan bahwa serangan ini disebabkan oleh ransomware Ryuk. Menurut laporan ZDNet, ransomware ini pertama kali dijelaskan dalam laporan Check Point.

Utamanya, malware tersebut menyerang target dengan nilai tinggi. Para kriminal siber berharap, korban yang harus segera memulihkan operasi, akan bersedia membayar uang tebusan. 

Juru bicara Tribune Publishing tidak mengonfirmasi keberadaan ransomware. Namun, dia mengatakan bahwa masalah pencetakan memang terjadi karena "malware". 

Memang, dalam beberapa tahun belakangan, malware sering dijadikan senjata untuk melumpuhkan berbagai organisasi, mulai dari rumah sakit, bank, hingga institusi pemerintah. Dalam kasus ini, masih belum diketahui apakah pihak berwajib telah dihubungi. 


(MMI)
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Bagaimana Kami Menguji

Kami menguji produk dengan subjektif karena mengutamakan pengalaman penggunaan. Meski demikian, kesimpulan yang kami ambil juga didasari sejumlah data dari perangkat lunak tertentu yang kami gunakan untuk melihat kinerja produk.

Khusus untuk menguji perangkat keras dan perangkat lunak komputer, kami menggunakan konfigurasi yang identik untuk tiap produk. Berikut komponen testbed resmi Medcom.id

Hardware

  • Prosesor : Intel Core i7-8700K, AMD Ryzen 7 2700X
  • Motherboard : ASUS Z370-A Prime, MSI X470 Gaming Plus
  • RAM : Apacer Panther RAGE 2400 MHz (2x 8GB)
  • VGA : Colorful GTX 1070 X-Top-8G, ASUS ROG Strix RX Vega 64 8G
  • Pendingin : Noctua NH-U21S
  • Storage : Apacer Panther AS340 240GB, Seagate Barracuda 8TB
  • PSU : Corsair RM 850X
  • Monitor : ASUS PB287Q 4K, ASUS MZ27AQ
  • Mouse : Corsair Dark Core SE, Corsair Scimitar Pro
  • Mousepad : Corsair MM1000 Qi, Corsair MM800 Polaris
  • Keyboard : Corsair K63 Wireless, Corsair K70 RGB MK.2 SE
  • Headset : Corsair HS60, Corsair HS70

Software

Performa dan Baterai: PCMark 8, 3DMark, Crystal Disk Mark, CineBench R15 Gaming (PC): The Witcher 3: Wild Hunt, Ashes of Singularity - Escalation, Far Cry 5 Gaming (Mobile): PUBG Mobile

Kami juga menggunakan metode pengujian yang sama untuk semua gadget. Meski di pasar tersedia beragam perangkat lunak untuk benchmark, kami hanya memilih dua berdasarkan reputasi mereka yang diakui secara internasional, 3DMark dan PCMark 2.0.

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi