Apple dilaporkan membuat kesepakatan bernilai besar dengan pemerintah Tiongkok.
Apple dilaporkan membuat kesepakatan bernilai besar dengan pemerintah Tiongkok.

Apple Buat Kesepakatan Besar dengan Pemerintah Tiongkok

Teknologi apple
Lufthi Anggraeni • 08 Desember 2021 08:48
Jakarta: Apple dilaporkan melakukan investasi bernilai besar di Tiongkok, dengan CEO Apple Tim Cook yang disebut secara langsung menengahi kesepakatan dengan pejabat lokal bernilai hingga USD275 miliar (Rp3.946,1 triliun), yang membantu mencegah tindakan terkait regulasi.
 
Mengutip Ubergizmo, Apple telah terkena dampak dari berbagai tindakan terkait regulasi selama beberapa tahun terakhir di berbagai negara lokasinya beroperasi. Menurut laporan, iPhone karya Apple baru-baru ini menjadi smartphone dengan penjualan tertinggi di Tiongkok.
 
Pencapaian ini diraih Apple di pasar terbesar keduanya setelah Amerika untuk pertama kali setelah enam tahun. Namun, Apple disebut berhutang banyak soal kesuksesan ini kepada CEO Tom Cook.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Cook disebut menghadirkan basis untuk kesuksesan ini pada beberapa tahun lalu, dengan secara diam-diam menandatangani persetujuan, diperkirakan bernilai lebih dari USD275 miliar dengan pemerintah lokal Tiongkok.
 
Pada persetujuan ini, sebagai timbal balik, Cook berjanji Apple akan berperan aktif dalam mengembangkan ekonomi dan kecakapan teknologi Tiongkok melalui investasi, kesepakatan bisnis, dan pelatihan pekerja.
 
Kesepakatan ini dilaporkan berlaku selama lima tahun, namun rumor yang beredar menyebut Apple memperpanjang masa berlakunya selama satu tahun di setiap kontrak, secara otomatis akan diperpanjang selama setahun jika tidak ada keberatan dari kedua belah pihak.
 
Sebelumnya, informasi yang beredar menyebut bahwa pada tahun 2022 mendatang, Apple akan meluncurkan lima komputer Mac baru, dua di antaranya merupakan iMac varian lebih premium dan lainnya adalah Mac Pro.
 
Selain iMac dan Mac Pro, Apple juga mempersiapkan pembaruan untuk lini Mac mini, MacBook Air, dan juga akan meluncurkan MacBook Pro entry-level. Versi pembaruan dari MacBook Air diharapkan banyak pihak mengingat produk terakhir yang dirilis Apple di lini ini terjadi pada tahun 2020 lalu.
 
Sementara itu,  Apple dilaporkan telah menginformasikan pemasoknya bahwa permintaan untuk iPhone 13 series mengalami penurunan dan akan memangkas estimasi produksi dalam jumlah lebih besar.
 
Mengutip berbagai sumber, sebelumnya Apple memangkas estimasi produksi iPhone pada tahun 2021 ini, dari 90 juta menjadi 80 juta unit akibat kelangkaan chipset yang tengah berlangsung. Kini, angka tersebut dilaporkan kembali mengalami revisi.
 
(MMI)



LEAVE A COMMENT
LOADING
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif