Ilustrasi.
Ilustrasi.

Smartfren: Ada 5G, 4G Tetap Jalan

Teknologi telekomunikasi smartfren andromax
Cahyandaru Kuncorojati • 16 Mei 2019 12:32
Jakarta:Pengguna internet selalu menginginkan koneksi yang cepat. Situs NetworkWorld menyebut 5G bisa menyediakan kecepatan 10Gbps dari 100Gbps. Namun, apakah kecepatan yang lebih tinggi tersebut akan membuat 4G ditinggalkan?
 
Menurut VP Technology Relations and Special Project Smartfren Munir Syahda Prabowo, hal tersebut tidak akan terjadi. Alasannya, penggunaan 4G dan 5G akan berbeda, dan konsumen masih akan puas dengan 4G.
 
"5G akan lebih digunakan oleh korporasi dan ekosisten teknologi Internet of Things atau IoT. Pasar konsumen saat ini masih menyukai dan merasa puas dengan layanan 4G. 5G akan lebih luas lagi penggunaannya, bukan untuk personal," beber Munir.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Munir kembali menyebut Smartfren sudah siap dengan 5G. Mereka akan menguji coba jaringan 5G di bulan depan. Disebutkan beberapa teknologi prasyarat digelar 5G yang sudah dipenuhi oleh Smartfren. Pertama adalah fitur carrier aggregation yang sudah sejak lama diperkenalkan pada jaringan 4G milik Smartfren.
 
Carrier Aggregation menggabungkan dua channel frekuensi milik Smartfren sehingga bisa melipatkan gandakan kecepatan yang diterima pelanggannya. Kedua adalah teknologi MIMO yang diibaratkan menjadi pintu masuk koneksi data yang dikirim dan diterima.
 
"MIMO yang saat ini 8T (transmitter) dan 8R (receiver) bisa berlipat ganda menjadi 64T 64R kerjanya seperti pintu tol jadi semakin banyak makan arus layanan data semakin cepat dan lancar. Kemudian teknologi QAM yang akan memperlancar kecepatan dan latensi lebih rendah karena seluruh kebutuhan data dengan beragam ukuran diantarkan bersamaan," jelasnya.
 
Teknologi selanjutnya yang disiapkan Smartfren adalah Small Cell yang juga berfungsi seperti BTS. Small Cell diimplementasikan sangat banyak dan rapat agar 5G memiliki latensi rendah dan tidak terputus sama sekali.
 
"Bayangkan mobil otonom yang pakai 5G. Saat internetnya putus dua detik saja itu sudah sangat berbahaya, bisa hilang kendali. Makanya 5G harus tidak boleh putus sama sekali dan kualitas koneksinya cepat," tutur Munir.
 
Kemudian ada teknologi bernama Beam Forming membantu antena BTS untuk fokus memancarkan sinyal hanya ke titik yang membutuhkan layanan data. Hal ini dinilai bisa membuat layanan sekaligus konsumsi data lebih efisien bagi operator. Satu teknologi yang disediakan pada menara BTS adalah Full Duplex.
 
Serupa dengan MIMO, Full Duplex akan membuat antena BTS bisa memancarkan sekaligus menerima frekuensi data secara bersamaan. Efeknya kecepatan download dan upload yang diberikan akan sama, tidak besar atau kencang sebelah.
 

(MMI)
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif