Kreator individual mulai menjual kanalnya. (AFP PHOTO / NICOLAS ASFOURI)
Kreator individual mulai menjual kanalnya. (AFP PHOTO / NICOLAS ASFOURI)

Kreator YouTube Mulai Jual Kanalnya?

Teknologi youtube
Ellavie Ichlasa Amalia • 24 Januari 2019 14:32
Jakarta:Salah satu kanal yang masuk daftar 100 kanal YouTube terpopuler terjual dengan harga jutaan dollar. Ini adalah kali kedua hal terjadi dalam waktu beberapa bulan.
 
Para YouTubers merasa, ini adalah awal mula dari tren merger dan akuisisi. Tren ini dimulai ketika seorang kreator individual khawatir YouTube tidak lagi peduli pada mereka jika mereka tidak berlaku layaknya perusahaan profesional.
 
Ialah Enchufe.tv, salah satu kanal YouTube terbesar di negara-negara berbahasa Spanyol. Minggu lalu, mereka mengumumkan bahwa kanal mereka telah terjual pada Desember. Kanal komedi itu memiliki lebih dari 19 juta pengikut, mengalahkan Logan Paul dan BuzzFeed. Akuisisi ini terjadi setelah akuisisi Little Baby Bum -- kanal dengan jumlah view terbanyak ke-13 di YouTube -- pada bulan Juli.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Ada tiga hal yang mendorong terjadinya akuisisi ini, menurut laporan The Verge. Pertama, keputusan YouTube untuk memprioritaskan bintang Hollywood daripada kreator mandiri. Kedua, kreator mengalami kelelahan karena beban membuat video yang terlalu berat. Ketiga, keuntungan yang didapat kreator di luar YouTube.
 
Khawatir dengan keengganan kreator untuk mendekati para pengiklan, YouTube mengumumkan sejumlah program original pada bulan Mei lalu. Program itu dibintangi oleh Will Smith, Kevin Hart, dan pelawak Inggris Jack Whitehall dan bukannya YouTuber mandiri.
 
Pada saat yang sama, ada banyak kreator yang memutuskan untuk rehat sejenak karena mereka terlalu lelah, termasuk vlogger komdei Elle Mills dan Rubén “El Rubius” Gundersen, salah satu YouTuber terpopuler di ranah gaming. Para kreator juga bisa mendapatkan untung dari luar YouTube, seperti melalui podcast, menjual buku, dan menjadi host.
 
Alhasil, YouTube mulai mencari selebritas mainstream yang dulu justru mereka ingin kalahkan. Ini mendorong kreator untuk menjadi lebih profesional. Biasanya, hal ini bisa dicapai ketika kreator tidak bekerja sendiri atau membiarkan kanalnya diurus oleh MCN (Multi-Channel Network).
 

(MMI)
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Bagaimana Kami Menguji

Kami menguji produk dengan subjektif karena mengutamakan pengalaman penggunaan. Meski demikian, kesimpulan yang kami ambil juga didasari sejumlah data dari perangkat lunak tertentu yang kami gunakan untuk melihat kinerja produk.

Khusus untuk menguji perangkat keras dan perangkat lunak komputer, kami menggunakan konfigurasi yang identik untuk tiap produk. Berikut komponen testbed resmi Medcom.id

Hardware

  • Prosesor : Intel Core i7-8700K, AMD Ryzen 7 2700X
  • Motherboard : ASUS Z370-A Prime, MSI X470 Gaming Plus
  • RAM : Apacer Panther RAGE 2400 MHz (2x 8GB)
  • VGA : Colorful GTX 1070 X-Top-8G, ASUS ROG Strix RX Vega 64 8G
  • Pendingin : Noctua NH-U21S
  • Storage : Apacer Panther AS340 240GB, Seagate Barracuda 8TB
  • PSU : Corsair RM 850X
  • Monitor : ASUS PB287Q 4K, ASUS MZ27AQ
  • Mouse : Corsair Dark Core SE, Corsair Scimitar Pro
  • Mousepad : Corsair MM1000 Qi, Corsair MM800 Polaris
  • Keyboard : Corsair K63 Wireless, Corsair K70 RGB MK.2 SE
  • Headset : Corsair HS60, Corsair HS70

Software

Performa dan Baterai: PCMark 8, 3DMark, Crystal Disk Mark, CineBench R15 Gaming (PC): The Witcher 3: Wild Hunt, Ashes of Singularity - Escalation, Far Cry 5 Gaming (Mobile): PUBG Mobile

Kami juga menggunakan metode pengujian yang sama untuk semua gadget. Meski di pasar tersedia beragam perangkat lunak untuk benchmark, kami hanya memilih dua berdasarkan reputasi mereka yang diakui secara internasional, 3DMark dan PCMark 2.0.

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi