Ilustrasi. (TechCrunch)
Ilustrasi. (TechCrunch)

Polisi Jerman Tangkap Pelaku Situs E-Commerce Ilegal

Teknologi internet e-commerce
Ellavie Ichlasa Amalia • 05 Mei 2019 10:27
Jakarta:Polisi Jerman berhasil menutup salah satu situs e-commerce ilegal terbesar dan menangkap tiga orang yang diduga sebagai dalang di balik situs itu.
 
Ialah Wall Street Market, situs yang memungkinkan penggunanya untuk berjualan berbagai barang ilegal, seperti kokain, heroin, serta data curian, dokumen palsu, hingga malware.
 
Platform terenkripsi itu memiliki lebih dari 1 juta akun pelanggan, lebih dari 5 ribu penjual terdaftar, dan lebih dari 60 ribu penawaran penjualan, menurut penuntut di pengadilan Frankfurt dan keterangan tertulis yang dibuat penuntut Amerika Serikat di pengadilan federal Los Angeles.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


"WSM beroperasi layaknya situs e-commerce kebanyakan, seperti eBay dan Amazon. Namun, tujuannya adalah untuk memperjualbelikan barang terlarang," kata penuntut dari AS, seperti yang dikutip dari The Guardian.
 
Tiga pria Jerman yang diduga sebagai administrator dari situs itu telah ditangkap. Sementara orang keempat, seorang asal Brasil yang diduga bertindak sebagai mediator, ditangkap di Brasil.
 
Ketiga orang yang dituduh mengoperasikan Wall Street Market selama tiga tahun adalah Klaus-Martin Frost, Jonathan Kalla, dan Tibo Lousee.Mereka dikenal dengan nama "coder420", "Kronos", dan "TheOne".
 
Ketiga pria itu dituduh karena mengoperasikan platform yang menjual narkoba, barang terlarang, dan software untuk meretas sistem ke 1,1 juta pelanggan. Mereka juga dituntut di Jerman.
 
"Meskipun mereka bersembunyi di sudut tergelap internet, kasus ini menunjukkan bahwa kami akan menangkap kriminal, tidak peduli dimana mereka bersembunyi," kata pengacara AS, Nick Hanna.
 
Polisi Jerman Tangkap Pelaku Situs E-Commerce Ilegal
 
Diluncurkan pada 2016, WSM tumbuh menjadi salah satu situs darknet terbesar dalam waktu tiga tahun setelah AlphaBay dan Hansa ditutup pada 2017. Situs WSM diakses melalui jaringan terenkripsi Tor untuk melindungi pembeli sehingga mereka tidak bisa dilacak. Sementara transaksi dilakukan menggunakan cryptocurrency bitcoin dan Monero.
 
WSM menggunakan enam bahasa: Inggris, Prancis, Jerman, Italia, Portugis, dan Spanyol. Mereka menawarkan produk dalam berbagai kategori, seperti narkoba, perhiasan, perangkat dan layanan untuk penipuan kartu kredit, software, dan malware.
 
Sama seperti situs e-commerce legal, pengguna WSM bisa melakukan pencarian berdasarkan produk popularitas produk, rating vendor, tipe pembayaran, dan harga. Para operator dikabarkan akan bisa mendapatkan komisi senilai dua sampai enam persen dari harga transaksi.
 
Pada April, administrator WSM khawatir karena jumlah pengunjung mereka mendadak bertambah banyak. Mereka berencana untuk berhenti dan mengambil semua uang virtual yang mereka pegang ketika itu, yang diperkirakan mencapai USD11 juta.
 
Ini mendorong polisi untuk bertindak. Pada 23 dan 24 April, mereka menangkap tiga tersangka. Mereka juga menyita server, uang senilai lebih dari EUR550 ribu, ratusan bitcoin dan Monero, serta beberapa kendaraan dan sebuah pistol.
 

(MMI)
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif