Ilustrasi.
Ilustrasi.

Kemkominfo: Jangan Sebarkan Video Penembakan Selandia Baru

Teknologi kominfo telekomunikasi
Cahyandaru Kuncorojati • 15 Maret 2019 17:54
Jakarta: Segera setelah video terkait penembakan mesjid di kota Christchurch, Selandia Baru, hari ini usai Salat Jumat tersebar pihak Kementerian Komunikasi dan Informatika (Kominfo) langsung memberikan pernyataan atas kasus tersebut.
 
Kemenkominfo menganjurkan netizen dan masyarakat Indonesia tidak menyebarluaskan atau membuat viral konten yang berkaitan dengan kasus tersebut. Mulai dari foto, gambar, bahkan video yang diunggah kembali ke beragam media sosial.
 
"Kementerian Kominfo mendorong agar masyarakat memperhatikan dampak penyebaran konten berupa foto, gambar atau video yang dapat memberi oksigen bagi tujuan aksi kekerasan, yaitu membuat ketakutan di masyarakat," tutur PLT. Kepala Biro Humas Kemkominfo, Ferdinandus Setu.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Pihak Kemkominfo juga mengingatkan bahwa netizen dan masyarakat Indonesia yang melakukan penyebaran bisa melanggar hukum.
 
Konten video yang mengandung aksi kekerasan merupakan konten yang melanggar Undang-undang Nomor 19 Tahun 2016 tentang Perubahan atas UU No 11 Tahun 2008 tentang Informasi dan Transaksi Elektronik.
 
Kementerian Kominfo menyebutkan terus melakukan pemantauan dan pencarian situs dan akun dengan menggunakan mesin AIS setiap dua jam sekali. Selain itu, Kementerian Kominfo juga bekerja sama dengan Polri untuk menelusuri akun-akun yang menyebarkan konten negatif berupa aksi kekerasan.
 
"Sudah sejak jam 13.30 siang tadi kami proses semua video di Facebook, Instagram, Twitter dan Youtube. Lebih dari 500 video. Para platform juga sudah secara otomatis by system akan take down video tersebut apabila diunggah lagi," jelas Ferdinandus dalam pesan singkat.
 
Penyebaran video semacam ini mengingat pada kasus teror bom di Surabaya tahun lalu, 13 Mei 2018, yang terjadi di beberapa gereja. Tidak lama setelah aksi terorisme berlangsung banyak ditemukan video yang menampilkan korban di media sosial yang diunggah oleh masyarakat Indonesia.
 
Seluruh media sosial di Indonesia langsung merespon dengan mencari dan meghapus video dan konten yang berkaitan. Selain itu Medcom.id juga membagikan tips cara melaporkan video kekerasan, konten negatif atau terorisme yang beredar di YouTube.
 
Aksi penembakan yang dilakukan oleh pria berkebangsaan Australia di Selandia Baru membagikan video aksinya sevara live streaming lewat Facebook. Hal ini membuat banyak pengguna media sosial yang sempat menyaksikannya.
 

(MMI)
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif