Ilustrasi.
Ilustrasi.

Adopsi Big Data dan AI Demi Efisiensi Korporasi dan UMKM

Teknologi
Cahyandaru Kuncorojati • 27 November 2020 13:33
Jakarta: Big Data dan AI (Artificial Intelligence) atau kecerdasan buatan sudah dibahas berungkali. Keuntungan yang diberikan bagi perusahaan atau bisnis yang mengadopsinya, mulai dari pengambilan langkah strategis yang tepat dan meningkatkan efisiensi bisnis khususnya dalam hal pemasaran.
 
Menurut Rosebay Group, perusahaan platform Big Data dan AI asal Nepal, masih banyak dari perusahaan yang belum mengetahui cara mengimplementasikan dua teknologi ini, terutama kalangan UMKM. Big data dan AI bisa digunakan oleh bisnis skala UMKM sekalipun.
 
"Dengan data, kita bisa mengirim iklan SMS atau email ke konsumen. Dibantu kecerdasan buatan, kita bisa menentukan apakah iklan SMS dan email tersebut benar-benar terkirim sesuai ke konsumen yang sesuai," ujar Founder & Executive Chairman Rosebay Group, Rohit Kumar.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Rosebay Group merupakan salah satu perusahaan teknologi solusi Big Data dan AI yang mendapatkan penghargaan Best Data Technology for Enterprise Big Data & AI Solutions Consultancy di acara DataGovAI 2020
 
Menurut Rohit big data merupakan pemahaman yang tergolong baru di Indonesia termasuk teknologi AI padahal kebutuhannya termasuk sangat tinggi. Banyak dari perusahaan besar dan UMKM yang masih awam dengan kedua teknologi.
 
"Di Indonesia ada banyak peluang untuk mengolah data dengan baik. Karena banyak perusahaan yang masih mengolah datanya secara manual. Rosebay ingin menutup celah itu. Bagaimana agar big data dan AI ini bisa lebih merata. Kami ingin mewujudkan lebih banyak lagi perusahaan yang berorientasi pada data driven," jelas Rohit.
 
Rosebay Group sendiri berfokus ke tiga area pengembangan big data dan AI, mulai dari facial recognition untuk membantu sektor finansial menghindari penipuan dengan mengenali identitas nasabah, menawarkan teknologi blockchain sebagai keamanan, dan membantu memcahkan kendala adopsi big data dan AI.
 
Rohit menilai kebutuhan dua teknologi ini bagi UMKM juga menjadi sangat mendesak meskipun di tahap awal dianggap tidak dibutuhkan atau tidak relevan karena merasa masih memiliki sedikit pelanggan. Namun dari sini sebenarnya sudah ada banyak data yang bisa diolah menjadi data penting bagi bisnis.
 
(MMI)


FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif