Apple dan Google bergabung dalam aliansi yang terfokus pada pengembangan jaringan 6G.
Apple dan Google bergabung dalam aliansi yang terfokus pada pengembangan jaringan 6G.

Apple dan Google Berkolaborasi untuk 6G

Teknologi teknologi apple google
Lufthi Anggraeni • 16 November 2020 17:33
Jakarta: Kerap dilihat masyarakat sebagai pesaing, Apple dan Google justru berkolaborasi dengan perusahaan lain dalam mengembangkan internet generasi selanjutnya, yaitu 6G. Padahal smartphone pertama karya keduanya dengan dukungan jaringan 5G belum lama menyapa konsumen.
 
Mengutip Cnet, tidak hanya Apple dan Google, LG juga ikut serta dalam kolaborasi yang disatukan dalam grup industri bertajuk Next G Alliance. Aliansi ini bertujuan untuk memajukan kepemimpinan global Amerika Utara atas jalur evolusi 5G dan pengembangan awal 6G.
 
Aliansi ini juga bertujuan untuk menciptakan pengembangan peta jalan Next G, guna mempromosikan pasar dinamis untuk pengenalan, adopsi dan komersialisasi 6G dengan mempertimbangkan inovasi Amerika Utara.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Selain itu, aliansi ini juga didukung oleh perusahaan yang merupakan pendiri aliansi solusi industri telekomunikasi (Alliance for Telecommunications Industry Solutions), termasuk operator Amerika Serikat AT&T, Verizon, US Cellular dan T-Mobile, serta Charter Communications.
 
Operator telekomunikasi negara lain juga yang juga merupakan anggota Next G Alliance dan Alliance for Telecommunications Industry Solutions adalah operator asal Kanada yaitu Kanada Bell and Telus. Selain itu, Microsoft, Samsung, Facebook, Cisco, Ericsson, Intel, Nokia dan Qualcomm juga masuk dalam aliansi Next G Alliance ini.
 
Namun pada daftar anggota aliansi ini, tidak ditemukan nama raksasa teknologi asal China, Huawei. Padahal sebelumnya, Huawei merupakan salah satu pihak yang sangat terlibat dalam pengembangan jaringan 5G. Dan laporan tahun lalu menunjukkan Huawei bahwa mulai melakukan penelitian 6G secara internal.
 
Dan berdasarkan informasi dari situs Next G Alliance, setiap anggota aliansi akan diwakili oleh eksekutif bisnis senior dan bertugas untuk menetapkan strategi dan arahan aliansi. Setiap anggota juga wajib membayarkan biaya keanggotaan sebesar USD20.000 (Rp283 juta) pada tahun 2021.
 
Pertemuan perdana aliansi ini dijadwalkan akan berlangsung pada bulan November ini, dengan agenda penunjukan Kelompok Pengarah. Sementara itu, kelompok kerja diharapkan akan mulai bertugas pada awal tahun 2021 mendatang, meski belum tersedia informasi terkait waktu 6G akan hadir di pasar.
 
(MMI)


FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif