foto: Kominfo
foto: Kominfo

Permudah Migrasi ke Digital, Kominfo Dorong Ketersediaan STB Tersertifikasi

Cahyandaru Kuncorojati • 07 Juli 2022 10:14
Jakarta: Rangkaian proses migrasi menuju siaran televisi digital alias analog switch off (ASO) sudah dimulai di beberapa wilayah Indonesia. Masyarakat dipermudah dengan tidak harus membeli televisi baru untuk menangkap siaran terestrial tapi cukup memasang alat Set Top Bpx (STB) di televisi analog.
 
Di sesi webinar Survei Kesiapan Masyarakat dalam Mendukung Era Baru Siaran TV Digital, Direktur Jenderal Informasi dan Komunikasi Publik Kementerian Kominfo, Usman Kansong menyatakan sebanyak 36 merek STB telah mendapatkan sertifikat resmi dari pemerintah.
 
Semua merek ini diklaim dipasarkan dengan jaminan kualitas serta harga yang terjangkau sehingga masyarakat dengan mudah menikmati siaran televisi digital dan proses ASO berjalan mulus.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


“Saat ini di Kementerian Kominfo tercatat 36 merk set top box telah tersertifikasi, sehingga masyarakat memiliki banyak pilihan set top box dengan berbagai penawaran fitur dan harga,” ujar Usman Kasong.
 
“Terdapat alternatif selain TV terestrial yang dapat digunakan masyarakat dengan berbagai pilihan siaran lain seperti melalui TV parabola free to air, media TV berlangganan dengan satelit atau kabel hingga mengakses konten multimedia melalui layanan internet,” jelasnya.
 
Dirjen IKP Kementerian Kominfo menegaskan bahwa Indonesia mengakhiri siaran TV analog sesuai amanat Undang-Undang Nomor 11 Tahun 2021 tentang Cipta Kerja.
 
Dalam UU tersebut, paling lambat tanggal 2 November 2022 Indonesia telah bermigrasi dari siaran TV analog ke tv digital dan penghentian siaran TV analog atau Analog Switch-Off (ASO).
 
“Untuk selanjutnya, siaran televisi melalui terestrial sepenuhnya menggunakan teknologi digital. Bahkan sebelum adanya penetapan analog switch off dalam Undang-Undang CIpta Kerja, proses migrasi ke siaran TV digital sudah berlansung lebih dari sepuluh tahun untuk sampai ke titik ini,” tutur Dirjen IKP Kemenkominfo.
 
Menurut Dirjen Usman Kansong, dalam kurun waktu sama negara-negara tetangga seperti Singapura, Malaysia, Thailand dan Vietnam telah menyalip Indonesia dengan lebih dulu mengakhiri siaran TV analog atau ASO. Oleh karena itu, Pemerintah melakukan berbagai upaya guna menyukseskan program ASO.
 
“Banyak biaya yang kita keluarkan baik oleh Pemerintah maupun swasta untuk mempersiapkan ASO dengan sebaik-baiknya. Mulai dari pembangunan infrastruktur multipleksing, program siaran digital, sosialisasi dan penyiapan ekosistem perangkat TV digital,” jelasnya.
 
Pihak Kementerian Kominfo mengklaim telah memprediksi bahwa jumlah masyarakat ekonomi mampu yang dapat terdampak penghentian siaran TV analog jumlahnya mencapai sekitar 22 juta rumah tangga. Kalangan ini yang perlu didorong untuk melakukan penyesuaian secara mandiri, tidak menerima bantuan STB gratis dari pemerintah.
 
(MMI)



LEAVE A COMMENT
LOADING

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif